A-Blog!

All about my special moments, stories, thoughts, or anything.

25/02/14

"Pengemis" Followback (on Twitter)

'Follback?'
'Hi, follback ya. Tq'
'Follback dong'

whoooo the heeelll areee yoouuuu?!
Whyyyy should I follow youuu baaackk?!

http://4damelane.ie/wp-content/uploads/2013/08/Twitter-Logo.jpg
Yeah, meskipun bukan artis, ternyata ada aja ya yang minta followback. Padahal, yang namanya follow/followback kan adalah sebuah hak, jadi hak kita dong mau ngikutin isi twit dia atau nggak. Kadang-kadang suka bingung, harus ngerespon gimana mention kayak gitu. Tanpa babibu tiba-tiba minta follback. Pernah suatu ketika mengabaikan mention semacam itu, eh nggak lama ditagih follback-nya ._. Mau nggak mau deh, daripada dikatain sombong nan arogan. Padahal kan aslinya baik hati nan penyayang. Setia lagi *lah*. Karena keseringan mengabulkan permintaan followback, jadilah TL semacam negeri antah berantah, berasa kesasar dirumah sendiri. Udah nggak kenal, nyampah lagi!

Emang kenapa sih harus followback? Padahal kan kita nggak minta difollow, ya? Mungkin biar followernya nambah kali ya. Jadi keliatannya orang beken. Padahal sih, nggak ada tuh korelasi antara jumlah followers dengan tingkat kebekenan seseorang. Buat apa followers banyak tapi hasil 'mengemis', bahkan bukan orang beneran tapi robot (hasil autofollow). Sistem autofollow muncul saking tingginya tingkat keinginan pengguna twitter untuk mendapat followers banyak. Robot-robot twitter dengan username parodi artis/public figur dan akun berfoto telur pun bisa otomatis memfollow sampe angka followers jadi ribuan. Ada juga yang namanya 'team followback'. Kalau ada tiba-tiba akun bule ngefollow, bisa jadi dia bagian dari team followback atau dia pake autofollow. Nggak ngerti deh gimana detilnya sistem ini bekerja. Ini cuma berdasarkan pengamatan aja sih. (Konon selebtwit berfollowers banyak awalnya melakukan ini). Saking berharganya jumlah followers, sampe ada jual-beli followers! Nowdays, everything is bussiness...

Hey chilies (read: cabe-cabean) who really addicted by using sosnet, get a life! Dunia nggak sebatas ibu jari. Jangan cuma biar diakuin sebagai orang beken terus harus punya followers banyak. Kecil-kecil udah kayak pejabat aja hobi pencitraan. Coba kita balik deh, mending jadi artis dulu (atau berkarya), pasti ntar followers nambah sendiri. Rasanya difollow orang karena respect karya kita pasti lebih prestisius ketimbang difollow orang-orang 'terpaksa' atau 'nggak sengaja' (akibat autofollow).

Aku pribadi sih, ngefollow/followback akun orang/ akun dengan alter name itu dengan 2 alasan : emang kenal (minimal tau) orangnya, atau twit dari akun tsb retweet-able. Just that simple. Berarti kalo pengen kenalan gak boleh dong? Bolehhh tapi kan caranya bukan dengan mention 'follback?', lah kita kan jadi bingung ini kenapa tetiba minta followback. Itu tuh rasanya kayak tiba-tiba diseret dan dipaksa dengerin orang merepet, padahal akunya nggak mau ._.

http://www.socialblabla.com/wp-content/uploads/2012/08/twitter-2200x800.jpeg
Demikianlah curahan hati seorang pengguna twitter yang terpaksa ngefollow orang antah berantah. Mungkin suatu saat nanti diberi rasa tega untuk memblock satu persatu. Semoga kita bisa lebih bijak dalam memanfaatkan kemudahan akses media sosial.

Follow me : @afria_K_  *lah ujung-ujungnya promo*

18/02/14

Turun Tangan Pontianak in Action!

Beberapa bulan yang lalu, saya tergabung dalam sebuah gerakan yang skalanya se Indonesia, yang seluruh anggotanya bergerak atas dasar percaya dan optimisme terhadap seorang tokoh, Anies Baswedan. Ya, saya adalah salah satu relawan Turun Tangan, khususnya  region Pontianak (@TurunTanganPTK). Siapa Anies Baswedan? Apa itu Turun Tangan? Come on, ini 2014, jangan malas buat cari info. Cek aniesbaswedan.com dan turuntangan.org serta relawan.turuntangan.org untuk melihat tulisan-tulisan relawan, saya pikir disana sudah sangat bisa menjawab pertanyaan itu.

Tidak hanya urun angan, tapi Turun Tangan!
Bagaimana awalnya saya bisa 'tercebur' dalam gerakan ini? Takdir, saya rasa. Karena ceritanya seperti kebetulan. Saya memang seperti terarahkan untuk sampai disini. Tapi keputusan bergabung sesungguhnya itu butuh pemikiran juga. Gerakan berbau politik yang notabene mendukung seorang tokoh menjadi presiden, dan itu bukan main-main. Saya dulu buta sama sekali tentang politik, sekarang pun masih dalam proses belajar. Yang saya tau, politik itu licik. Makanya saya takut diperalat. Tapi, ketika saya menggali lebih banyak tentang siapa Anies Baswedan, mengapa ia ingin menjadi presiden, apa visi misinya, dan apa itu Turun Tangan, maka saya menyimpulkan, ini gerakan yang luar biasa!

Jadi, ada seorang tokoh yang diminta untuk mencalonkan diri menjadi presiden,kemudian beliau menyanggupi. Namun beliau tidak 'nampang' di media ataupun baliho. Bagaimana mungkin masyarakat tau bahwa ia layak jadi presiden? Kemudian terbentuk lah suatu gerakan dukungan, yang isinya adalah orang-orang tulus dan ikhlas mendukung tanpa dibayar, karena mereka tau, yang didukung adalah orang yang tepat (dengan track record bisa dibilang tanpa cacat). Mereka mendukung dengan cara yang berbeda, mereka turun tangan langsung membantu permasalahan yang terjadi di negeri ini, bencana, pendidikan, kebersihan, maupun aksi-aksi lain,tidak sekedar bicara, tidak sekedar urun angan, tapi turun tangan. Ini yang menggugah hati saya. Seorang tokoh bisa menggerakkan 10.000 lebih orang dan sebegitu banyak orang bisa menaruh rasa kepercayaan tinggi kepadanya, rela turun tangan untuk melakukan aksi nyata. Betapa sistem yang mengagumkan, saya merinding tiap melihat aksi relawan Turun Tangan yang begitu semangat dan ikhlas...

Disinilah saya, aksi kami di Turun Tangan Pontianak memang tidaklah besar, belum cukup untuk mengubah Pontianak semaju kota-kota di Pulau Jawa, belum cukup untuk mengembalikan hutan yang telah hilang, belum cukup untuk menyelesaikan kasus human trafficking. Tapi saya percaya, perubahan besar selalu bermula dari hal yang kecil. Maka kami lakukan apa yang kami bisa dan mampu. Inilah aksi kami : City Clean Up di Taman Alun Alun Kapuas Pontianak.

Ini adalah kali kedua kami melakukan city clean up (bagi saya yang pertama). Memang benar,sudah ada petugas kebersihan. Memang benar, tempat sampah sudah disediakan. Tapi, yang terlihat di lapangan adalah, begitu rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, bahkan tempat sampah tidak sampai 3 meter didepan mereka. Maka, inilah sesungguhnya visi kami, bukan hanya membersihkan kota dari sampah, tapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat atas kebersihan kotanya sendiri.

Inilah yang terjadi. Kami berseragam merah, memang tidak dengan kuantitas yang banyak, tapi semangat kami menggebu-gebu. Beraneka ragam tanggapan orang, ada yang bingung, bertanya-tanya, mengapresiasi (bahkan mendoakan agar kami dapat pahala), dan ada yang ikut turun tangan membantu memungut sampah. Ini yang membuat saya pribadi tersentuh. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, turut bergerak memungut sampah disekitar mereka. Saya tersentuh karena ternyata aksi ini menular. Kami semua berharap agar sejak hari itu, siapapun disana yang ikut dan melihat aksi ini, ketika akan membuang sampah sembarangan mereka akan ingat ini, dan kemudian mengurungkan niatnya.

Secara kebetulan (atau telah digariskan), saat kami melakukan aksi, sedang ada orasi dari sebuah ormas. Orasi itu benar-benar semacam soundtrack bagi kami, entah apa yang diteriakkan, tapi orasi itu mengiringi dari awal hingga akhir aksi kami. Orasi ormas bubar, meninggalkan jejak berupa sampah yang terhampar. Mereka seperti memberi kami pekerjaan lembur. Kami bergerak maju ke depan pentas bekas orasi, memunguti 'peninggalan' mereka yang ironisnya baru saja berbicara tentang INDONESIA dengan lantangnya, kemudian kami biarkan orang-orang berspekulasi. Ini seperti setali tiga uang...

Turun Tangan Pontianak in Action!
Begitulah aksi kami, kecil namun semoga bermakna. Indonesia butuh lebih banyak orang yang mau beraksi nyata untuk membawa perubahan bagi Indonesia yang lebih baik. Mari kita sama-sama turun tangan, bahu membahu,bergotong royong untuk mewujudkannya :)

Mission completed. Sampai jumpa di aksi berikutnya. Salam pejuang!

Last but not least...
http://aniesbaswedan.com/inspirasihttp://aniesbaswedan.com/inspirasi

http://aniesbaswedan.com/inspirasi


15/02/14

Hobi Lama yang Entah Kemana

Di masa kecil kita mampu menyerap banyak hal, mengamalkan banyak hal, mencari tau banyak hal, baik positif maupun negatif. Dengan sebegitu ngaruhnya banyak hal di masa kecil kita, orang tua pasti sebisa mungkin memastikan 'banyak hal' yang bersinggungan dengan kita adalah hal yang positif. Makanya beliau selalu mencontohkan dan menanamkan hal baik pada diri kita. Termasuk hobi.

Hobi yang ditanam orangtua ku jaman kecil dulu adalah membaca. DULU aku sukaaaaaa banget baca. Apapun aku baca. Majalah bobo, novel anak-anak, komik, cerita rakyat, pokoknya apapun yg disodorkan sama orangtua. Orang-orang di sekeliling sampe banyak yang nyumbangin komik dan buku buatku. Hehe. Posisi rumah yang jauh dari sumber buku (re: pasar), bikin aku sering kehabisan stok bacaan. Kalau udah gitu, ya ngulang baca aja sampe hapal. Tapi nggak masalah, aku tetap suka! TAPI ITU DULU.

Sekarang? Boro-boro.
Entah knapa itu hobi semakin kian memudar seiring pertambahan usia... Sayang banget ya. Padahal buku untuk seusia ku pasti banyak yang bagus-bagus. Tapi entah kenapa, malas gitu. Kalau dulu suka kehabisan stok, eh sekarang stok malah tumpeh tumpeh. Maksudnya, ya ada beberapa buku yang bahkan belum tersentuh. Pemandangan langka di masa kecil. Buku hadiah dari twitter @rumah_perubahan aja belum kebaca, aku yakin itu buku bagus. Judulnya Si Karnoe (mungkin akan ku review dalam waktu dekat). Dulu excited nungguinnya, sekarang setelah datang, kenapa nggak kebaca? Hmm. Nggak sempat? Halah alasan. Intinya sih tetap aja malas.

Orangtua ku yang udah menanam hobi baca dulu, mungkin kecewa ya karna tanamannya malah nggak aku rawat :( Kalau gitu aku harus tanam ulang nih. Tanam ulang hobi baca. Siapa tau buahnya (re: hasilnya) bisa bermanfaat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara *halah.

Dulu aja bisa ngabisin novel Harry Potter dalam beberapa hari, masa' ngabisin satu buku (yang tak setebal harpot) sekali seminggu aja nggak bisa? Hmm.

(Selain baca buku, baca Quran alias ngaji juga udah jarang, beda banget sama dulu)

Apaaa yang terjaadiiii?? Aaaaakkk.
Bye.

01/02/14

[Review]: COMIC 8 the Movie (sotoy)

Taa-daaaa~~~!

Tulisan kali ini adalah sebuah review untuk film yang lagi nge-HITS banget, lalu-lalang di twitter sampai acara lalala-yeyeye (ya…namanya juga promo), film itu tak lain tak bukan adalah…. COMIC 8!!!

Yup, the power of advertisement, berhubung promonya yang wara-wiri, terpanggillah hati ini untuk ikut menyaksikan film yang konon genre-nya nggak umum, yoi bro, genre-nya Action-Comedy! Kebayang kayak apa? Pukul-pukulan tapi sambil ketawa ketiwi gitu ya, kayak OVJ dong? Lah… itu mah bedaaa…

Jadi, film apa sih itu COMIC8?
COMIC8 adalah film ber-genre Action-Comedy. Berawal dari sebuah aksi perampokan Bank INI (Indonesia-Netherland Incorporation, kalau nggak salah) oleh tiga kelompok perampok dengan misi yang berbeda-beda namun visi tetap satu jua, yaitu untuk membongkar brangkas dan membawa lari uangnya (yaiyalah, apalagi coba). Tiga kelompok ini memiliki latar belakang dan karakter (yang aneh-aneh) yang berbeda juga. Jadi antara tiga kelompok ini juga terjadi persaingan sehingga terjadilah yang namanya adegan baku tembak yang gak main-main (maksudnya kayak film-film Hollywood gitu). Sampailah ketiganya bisa akur karena mereka harus sama-sama melawan polisi dengan menyandera beberapa orang (yang juga aneh-aneh). Perampok dan polisi ini melakukan tawar-menawar yang sangat alot, dengan permintaan dari perampok yang juga aneh-aneh (bisa dilihat cuplikannya di trailer, ya ini memang film yang aneh-aneh). Apakah sudah kebanyakan spoiler nih daritadi? Oh…jelas…, jelas tidak spoiler sedikitpun. Karena hal yang bikin geleng-geleng kepala belum saya ungkapkan sedikitpun. Jadi, siapa sih sebenarnya tiga kelompok perampok ini? Siapa sih dalang perampokannya? Apasih motifnya? Kenapa sih Om Indro botak (eh)? Silahkan nonton lebih lanjut aja deh, karena kekuatan film ini terletak pada bagian ending-nya… J

Pemerannya siapa aja sih?
Judulnya COMIC8, jelas pemain utamanya ya 8 orang comic (Stand up comedian). Tapi sebenarnya bukan karena pemainnya 8 orang comic lantas dibuat judul demikian, tapi karena memang ada kaitannya dengan cerita (bakal ketahuan di ending). By the way, seingat saya sih pemainnya pake nama asli semua. 8 Comic ini ada Kemal Palevi, Ernest Prakasa, Fico, Babe, Arie Kriting, Mongol, Bintang Timur, Mudy Taylor. Karakternya unik-unik, aneh bin ajaib. Selain 8 pemain itu juga ada pemain lain tapi perannya penting, ada Nirina Zubir sebagai Kapten Polisi, Nikita Mirzani sebagai pegawai Bank, Pandji sebagai….ehm…dokter, Om Indro sebagai…..sandraan, ada juga Ge Pamungkas, Coboy Jr, Kiki Fatmala, Candil, yang turut meramaikan. Yang saya paling demen sih karakternya Ernest, wuidih…. Keren banget lah koh Ernest adegan tembak-tembakannya. Nirina juga pas banget meranin jadi Kapten yang serius dan tegas. Selain Ernest dan Nirina, saya pribadi juga suka karakter Pandji, meskipun scene-nya sedikit tapi ekspresinya itu bikin hacep.

Kelebihan film ini apasih?
Yang jelas sih, film ini beda, secara jalan cerita maupun pemain. Jalan ceritanya, mind-blowing gitu bro, beneran! Pemainnya, tentu saja ini film pertama yang melibatkan banyak comic. Dan juga genre film-nya yang berani nge-blend antara action dengan comedy. Film ini pun digarap dengan baik secara pengambilan gambar dan editing (hm…sotoy aja sih), iya soalnya salut buat backsound nya yang oke dan editan slomo-slomo tembak-menembaknya itu. Btw, film ini banyak slomonya, jadi bisa liat detil peluru-peluru yang keluar dari senapan secara dramatis, huehehe. Yah pokoknya film ini semacam gebrakan baru lah di industri perfilman Indonesia, berani lawan arus dan anti-mainstream gitu lah…

Kekurangannya, ada nggak?
Kalau dari pandangan sotoy saya sih, tentu ada kekurangan. Kita mah jujur aja ya. Dari awal ke tengah film, saya merasa sepertinya pemain kurang dapet acting-nya, ntah karena pengalaman pertama di film, atau memang naskah yang cenderung biasa aja, kalau bahasa gaulnya tuh kurang hacep lah. Dialog-dialog di awal terdengar cenderung dipaksakan untuk lucu, mungkin memang lucu untuk yang sudah tahu bagaimana karakter mereka kalau lagi Stand up, tapi buat yang barutau saat itu? Hmm.. I don’t think so. Awal-awal juga saya agak bingung, ini begimane sih alurnya dari sana kesono, sini kesitu, ehh…pas ke beberapa menit akhirnya ngerti juga (atau emang dasarnya aja yang rada telmi). Soalnya alurnya nggak kayak biasa sih… Keren. Dari tengah kebelakang, ini film baru keliatan kerennya…(lah ini kan lagi ngomongin kekurangan ya)

Ada pesan buat yang belum nonton?
Ohiya…. Bakso satu nggak pake tauge.
Eh, serius deh…  Jika anda pengen tau film Indonesia yang nggak biasa-biasa aja, silahkan nonton. Jika anda ingin memajukan industry perfilman Indonesia tanpa harus bikin film, silahkan dukung karya anak bangsa dengan tonton film ini secara legal, yaitu di bioskop ataupun lewat DVD ori (sok banget daaah, tapi ini serius lho). Satu lagi, jika anda menonton film, film apapun itu, berhentilah menebak-nebak jalan cerita, ikuti sajalah alurnya, biar seru… Gitu. (Trailer Comic8 klik disini)

Ada pesan terakhir?

Mukegile lu….

15/01/14

Pray For INDONESIA's TV Shows

Hello Indonesians! Saya tau akhir-akhir ini anda semua merasa diresahkan dengan TV Shows yang setiap hari wara-wiri di layar kaca, mencekoki adik-adik kita dengan suguhan yang kurang pantas untuk seusianya, dengan moral value yang sangat minim, dan lama-kelamaan bisa menimbulkan dampak negatif, seperti mual, muntah, hingga BAB di tengah jalan. Terinspirasi dari artikel keren (dengan komik) di sini, saya akan mecoba menelaah satu per satu.

1.   Penontoooon, kepsmaaal!

Acara ini merupakan perpanjangan dari acara khusus bulan Ramadhan yang dulu tayangnya pas sahur. Saya nggak tau apakah dari jaman pertama kali tayang konsep nya udah begitu (joget-joget à kuis à joget-joget à sketsa pendek à joget-joget à drama cinta segitiga hostnya à joget-joget à gombal papa kamu à joget-joget à crew ngeksis à joget-joget), soalnya Alhamdulillah jaman sahur dulu saya nontonnya bukan itu.

Jadi acara ini konon tayangnya 4 jam setiap hari!!! Saya nggak tau, soalnya nggak pernah ngitung. Sialnya, gara-gara ni acara, film yang biasa ditayangin station tv tersebut jadi mundur dan terlalu larut untuk disimak. Untung di laptop banyak film (oops, something illegal detected).

Jadi ngapain aja itu 4 jam? Ya gitu, berjalan dengan siklus konsep diatas terus-menerus. Bayangkan 4 jam, seharusnya bisa diisi acara yang lebih berfaedah, betul Ibu-Ibu? Apalagi tayangnya pas prime time dimana kebanyakan keluarga lagi nyantai sambil nonton tv. Betapa sia-sia nya… Kalaupun emang harus tetap ada ni acara, mbok ya dikurangi durasi nya ngono lhooo, 1 jam kek,… 5 menit kek… kayak Kuis Kebangsatan

2.       REALity show(?)Apa-apaan ini!!!

Nah, ini dulu sempat menjamur dimana-mana. Sekarang udah lumayan berkurang sih reality show yang berkonsep drama, tapiiiii, muncul lagi konsep yang baru : hipnosis-orang-jadi-tidur-terus-cerita-aib-nya-secara-jelas-dan-lancar-terus-bangun-pura-pura-nggak-ingat dan hypnosis-orang-jadi-tidur-dan-mau-melakukan-apapun-ciumin-sepatu-lari-larian-ngejar-penonton. Padahal setau saya sih, yang namanya orang terhipnosis itu akan menjadi sangat malas dan lemah, boro-boro gnomon(dengan jelas dan lancer), gerakin badan aja mager dia. Lagian, saya juga pernah baca bahwa orang yang dihipnosis cenderung berkata yang tidak jujur, makanya tidak diterapkan dalam introgasi tersangka/terduka beersalah di dunia Hukum.

3.       Sinetron. Appaaahh! Dasar anak pembawa sial!! (must be censored)
Yaahhh ini mah udah tontonan wajib orang Indonesia, dari dulu udah ada, seperti sudah mendarah daging, mengakar, dan membudaya. Cuma yang sekarang-sekarang ini jadi semakin lebay. Sinetron baru bermunculan dengan premis yang sama:

(a)  si miskin dan si kaya à jatuh cinta à ditentang keluarga à si kaya dijodohkan dengan orang lain à orang tersebut adalah penjilat dan mengincar hartanya à 18.987 episode kemudian (sampai beranak cucu)…. à semuanya baikan à happily ever after.

(b) secara konsep sama dengan (a), tapi dengan nuansa yang lebih anak muda banget, latarnya selalu di sekolah tapi nggak pernah belajar. Isinya pembullyan si miskin oleh si kaya.

(c) Yang paling absurd…. Judul sama isi nggak ada hubungan, tokoh utama udah nggak ada, tapi sinetron tetap berjalan, dengan muka-muka baru bermunculan… Ajaib memang, hanya Indonesia yang bisa.

Mari ingat-ingat sinetron jaman baheula… Semacam ‘Keluarga Cemara’ dan ‘Si Doel Anak Sekolahan’, meskipun pemainnya tidak se-goodlooking yang sekarang, dan wardrobe yang seadanya (mengingat perbedaan jaman), pokoknya dengan segala keterbatasan yang ada, toh sinetron itu secara nggak langsung mampu memberikan pendidikan moral bagi penontonya. Penonton aja masih ingat gimana susahnya si Euis jualan opak buat bantu orangtua dan adik-adiknya (Keluarga Cemara), dan gimana perjuangan si Doel mengubah stigma orang-orang yang beranggapan orang Betawi itu ‘tertinggal’ sampe akhirnya Doel jadi orang sukses (Si Doel Anak Sekolahan).

Mari kita doakan agar sinema elektronik di Indonesia ke depannya bisa lebih kreatif dengan mengangkat tema yang tetap up-to-date tapi dengan dialog yang baik dan jalan cerita yang ‘masuk akal’.

4.       Gosip. Digosok makin siiipph!
Wah ini sih demenan para wanita. Yah tapi males juga sih kalau liputannya cuma hal-hal ter-nggak penting di dunia semacam ini:
· liputan tentang skuter (selebriti kurang terkenal) yang mejeng-mejeng muka dompreng kasus yang tengah mengudara.
·  Topiknya diulang-ulang 3x setiap hari selama 3 bulan.
· Wartawan yang terlalu kepo ngurusin urusan orang sampai isi liputannya cuma pengejaran mobil, rekaman rumah yang kosong, wawancara pembantu dan pak RT (padahal ngomongin kasus perceraian)
· Ngikutin skuter belanja (sok nyebut harga, ngambil banyak banget sambil cengar-cengir, padahal dalem ati meringis
· Dan yang nggak penting lainnya…(kok saya kayak paham bener yak).

5.       Eaaa Eaaa Eaaa!
Kebeneran saya nonton pas episode terakhir sebelum akhirnya di stop oleh KPI, gara-gara nampilin orang makan kodok hidup secara LIVE! Tapi kemudian muncul kembali dengan konsep yang sama, host yang sama, judul yang sama hanya saja dengan tambahan “BUKAN” di depannya. Eww… show must go on, begitu?

Sorry to say but, saya kurang respect sama host-nya yang suka asal ngomong, suka motong, ngelempar pertanyaan yang bukan inisiatif sendiri (jadi terkadang kurang mengupas tuntas), dan kurang bisa bawa suasana. Orang lagi ngomong serius, dianya becanda… Hal yang jadi poin penting, malah nggak sempat tersampaikan gara-gara ketutupan sama potongan dan candaan si host. Mending candaannya lucu, lah ini, ngatain orang, ngelempar bibir ke penonton, atau jatuh dari kursi. Mana penonton tumpeh-tumpeh sampai ke set panggung…

6.   Disana gunung disini gunung, wah kita tersesat!

Kalau yang ini nih, padahal dulu suka sih sama TV Show yang satu ini karena temanya yang tradisional dan pemainnya yang kocak-kocak. Kalau sekarang, entah mungkin bosan karena terlalu sering dan lama, ditambah lagi slaptic-nya yang makin kental, dan candaan yang gitu-gitu aja, jadinya… gitu deh…

7.   Masak Aeerrrr biar mateng

Sejujurnya saya cukup salut sih sama pria berkumis di atas itu, soalnya dia kreatif, cepet mikir, dan perbendaharaan kata-nya terkadang kita nggak kepikiran. Jadi suka 'emejing' sendiri dengernya. Pasti nggak gampang tuh kayak begitu, butuh jam terbang yang tinggi (ahelah). Tapi mungkin yang dimaksud gambar di atas itu tentang kata-kata yang kelewat kasar, ngejelekin orang yang nggak kira-kira, takutnya malah ngajarin nggak bener sama anak-anak yang nonton. Semoga om Kumis bisa semakin bijak deh.

8.     Acara-aneh-yang-nggak-tau-apa-namanya
     Kalau ini gambarnya dari saya. Yang ini nggak sengaja nonton dan bertahan di channel itu karena melihat sesuatu yang, err…. nggak pernah lihat sebelumnya di TV Shows manapun. Saya nggak tau ini acara apaan, lihat aja :

Entah mereka lagi ngapain saya juga nggak tau, tapi mereka ditimpa-timpa gitu terus ntar ada yang ngitung berapa hitungan gitu semacam smackdown... Yang cowok badan kekar mah gak masalah, lah kalau yang cewek kan berabe tuh...

Begitulah segelintir TV Show yang sedang marak di Indonesia… Yang tersebut di atas memang yang negative, tapi masih banyak kok TV Show yang layak ditonton dan keren. Pandai-pandai aja kita sebagai penonton buat memilah dan memilih. Pengawasan orangtua juga penting nih. Jangan malah ngajak anak dibawah umur buat ikutan nonton gosip mentang-mentang emaknya demen...

Kalau kata @amrazing nih :

Sumber komik yang ajegile keren itu dimari ya >>> sumber air sudeka <<<

01/01/14

Menunggu Hujan...

Happy New Year 2014! (standar beut)

 sumber

Hari pertama di tahun 2014, ah nggak ada yang spesial. Kecuali sarapan jam 11 pagi gara-gara semalam 'sengaja' tidur telat. Tadi malam ngapain? Keluar sih... tapi tanpa tujuan. Bahkan keluar duit sepeser pun nggak! Beli terompet pun nggak! Bayar parkir pun nggak! Kita emang nggak parkir sih.. Cuma lalu lalang ngeliat spot-spot tahun baruan dan menerka kira-kira bagaimana segmentasinya. Sepanjang jalan (tiap 20 meter, mungkin) ada panggung dangdut yang hampir sejajar tanah, dibangun seadanya dengan terpal dan spanduk "pilih nomor sekian" alias spanduk kampanye. Kalau kaum borju kira-kira tahun baruan kemana ya? Mungkin merayakan di ballroom-ballroom hotel, party gitu. Atau malah nggak di Pontianak kale! Yaiyalah! -_-

Hari pertama di tahun 2014..
Yah, kirain bangun-bangun langsung ketemu jodoh.
Kirain bangun-bangun langsung wisuda.
Kirain bangun-bangun udah jadi pengusaha sukses.
Taunya sama aja.
Justru, sekarang lagi di kampus (WHATT??!)
Terjebak hujan yang deras banget bersama 4 orang rajin lainnya.
Yoi broo, kerja kelompok kitaaah.
Gile, kampus sepi bingit. Internet cepet bingit! ;D

2014, kata Ki Kusumo, adalah tahun Kuda. Tahun pengembara. Jadi janganlah kalian melangsungkan pernikahan, niscaya akan cerai. Janganlah kalian membuka usaha, niscaya akan bangkrut. Jangan lakukan apapun! Niscaya tidak akan berhasil! Andai seluruh dunia percaya kata ki Kusumo.... Nggak ada pernikahan sepanjang tahun. Lalu usaha Wedding EO bangkrut. (oh iya ya, make sense juga sih). hahahaha..

*Catatan absurd menunggu hujan berhenti...*

21/12/13

Inovasi Konsep E-Learning Untuk Tingkatkan Minat Siswa


Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin canggih dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Salah satunya ialah melalui metode berbasis media elektronik, yaitu metode E-Learning (Electronic Learning). Dengan metode E-Learning, guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam penyampaian materi ajar, sedangkan siswa diharapkan dapat lebih aktif dan kritis dalam menanggapi suatu materi pembelajaran. Suatu penelitian membuktikan bahwa metode pembelajaran dengan E-Learning dapat meningkatkan daya serap siswa sekitar 70-80%, sedangkan dengan metode pembelajaran biasa / konvensional hanya sebesar 30%. Perbedaan yang signifikan ini semestinya dapat menjadi pemicu untuk pengembangan, penyempurnaan, serta pengaplikasian metode E-Learning dalam sistem pendidikan di sekolah. Selain fasilitas yang memadai, konsep yang matang dan jelas juga menjadi salah satu penentu keberhasilan penerapan metode ini. Konsep tersebut harus dikemas secara menarik untuk meningkatkan minat belajar siswa, sehingga nantinya tujuan yang diharapkan pun dapat tercapai.

Adapun konsep pembelajaran dengan media elektronik yang mungkin dapat diterapkan bagi pengajar di sekolah adalah sebagai berikut.

1. Penyampaian materi ajar di kelas
Guru menyampaikan materi ajar di kelas menggunakan alat peraga atau slide Power Point yang ditayangkan menggunakan proyektor. Alat peraga dan slide memungkinkan siswa untuk lebih memahami materi yang disampaikan. Guru juga dapat menyambungkan koneksi internet saat kegiatan pembelajaran berlangsung untuk memperoleh informasi tambahan yang berkaitan dengan materi. Jika terdapat fasilitas komputer dan internet untuk masing-masing siswa dikelas, guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa, kemudian siswa dipersilahkan untuk menemukan jawabannya di internet. Hal ini tentunya dapat meningkatkan jiwa kompetisi dan memperluas wawasan siswa.

2. Kuis melalui media jejaring sosial
Pada malam hari, guru mengadakan kuis yang berkaitan dengan materi ajar yang sebelumnya telah disampaikan pada pagi/siang harinya. Kuis dapat dilakukan melalui media jejaring sosial seperti facebook atau twitter. Kuis terdiri dari beberapa pertanyaan yang diberikan guru lewat tweet pada twitter, atau status pada grup facebook. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan cepat dan tepat, diberikan reward yang diserahkan pada pertemuan selanjutnya. Reward dapat berupa nilai tambah ataupun barang, sesuai kesepakatan guru dan siswa. Kuis ini diadakan setiap minggunya. Sehingga, dengan cara ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa, dan secara tidak langsung, siswa mengulang materi yang telah diajarkan.

3. Pemberian materi melalui email
Sebelum masuk ke pertemuan selanjutnya, guru memberikan materi ajar melalui email kepada seluruh siswa. Pada awal pertemuan, guru melakukan pre-test untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan siswa mengenai materi yang akan disampaikan. Dengan konsep ini, diharapkan siswa telah mengetahui dasar-dasar materi, sehingga untuk pendalaman materi selanjutnya akan lebih mudah dimengerti. Email juga dapat digunakan untuk pengumpulan tugas-tugas seperti makalah, sehingga tidak lagi memerlukan hardcopy. Dengan demikian, konsep ini merupakan konsep yang ramah lingkungan karena meminimalisir penggunaan kertas (paperless).

4. Rangkuman materi ajar menggunakan Blog
Setiap bulannya, siswa diwajibkan untuk merangkum materi ajar yang telah diberikan selama satu bulan, dan mempostingnya melalui blog pribadi. Rangkuman materi yang terbaik berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh guru, berhak memperoleh reward berupa nilai tambah ataupun barang. Dengan konsep ini, siswa diharapkan mampu merangkum materi ajar dengan pemahaman siswa masing-masing, kemudian sesama siswa dapat saling berbagi dan berdiskusi mengenai pemahaman mereka.


Konsep-konsep diatas ditujukan kepada siswa SMP ataupun SMA dan kurang tepat jika diterapkan pada siswa SD. Konsep ini memerlukan media jejaring sosial, dimana terdapat batasan umur untuk penggunaannya. Pengawasan terhadap siswa juga penting dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan. Beberapa hal yang dapat menunjang konsep tersebut antara lain pengetahuan guru maupun siswa mengenai internet dan fasilitas di sekolah serta rumah siswa yang memadai. Oleh karena itu, sebelum penerapannya, diperlukan sosialisasi metode E-Learning kepada guru maupun siswa dan pengadaan fasilitas yang mendukung metode tersebut. Konsep diatas dapat dikembangkan menjadi lebih baik dan menarik sesuai dengan kreativitas guru sebagai pengajar. 

#Memperingati Hari Guru 25 November. Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa :)

All about my special moments, stories, thoughts, or anything.

Your Number!

Categories

Who is "A"?

Foto saya
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Hello, there! I'm a medical practitioner, hmm but not really... hahaha. It's a pleasure for me to get you here, visitors!

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *

To get the latest update of me and my works

>> <<