A-Blog!

All about my special moments, stories, thoughts, or anything.
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

06/01/17

MOVIE REVIEW: Cek Toko Sebelah [2016]

Hello I’m back! *setelah vakum setahun, wow!*
Well, review abal-abal nan sotoy ini akan menjadi postingan pembuka di tahun yang baru ini.

Kalau berbicara genre film drama comedy, film-film Thailand masih tetap juara di hati. ATM, Suck Seed, A Little Thing Called Love, Bangkok Traffic Love Story, First Kiss, I Fine Thank You Love You, Hello Stranger, Teacher's Diary (....and many more), selalu meninggalkan kesan. Humor-humornya effortless. Bahkan film horror Thailand pun, masih sanggup membuat saya tertawa. Kalau melirik produk lokal, sebenarnya juga sudah banyak film bergenre sama. Tapi satu-satunya yang terlintas saat ini hanya Get Married, apa lagi ya? *langsung baper baca kata married*

Menonton film drama comedy selalu menyenangkan, ceritanya yang ringan dan sangat bisa di relate, membuat komedi yang dilemparkan dapat mudah diterima *mulai sotoy*. Makanya, Cek Toko Sebelah (CTS) jadi punya daya tarik sendiri bagi saya. Lebih tertarik lagi setelah baca retweet-an penonton CTS yang mengatakan bahwa CTS hampir setara dengan film 3 Idiots dan PK! Could you imagine! Bagi yang belum menonton 2 film ini, saya sangat merekomendasikan karena ini film Bollywood yang berisi, complicated tapi lucu. Ekspektasi saya pun akhirnya meninggi. Walaupun sebenarnya motivasi terbesar untuk akhirnya menonton CTS adalah karena ditraktir, kalau tidak, saya tidak yakin akan nonton. Tiket bioskop disini terlalu mahal bagi saya, dan lagipula film Indonesia akan cepat tayang di TV. *ups*

Berkas:Cek Toko Sebelah.jpg
sumber : wikipedia
CTS  merupakan film kedua yang disutradarai Ernest Prakasa, salah satu komika favorit saya. CTS bercerita tentang konflik dalam sebuah keluarga keturunan Tionghoa dibalut dengan komedi. Dalam film ini, Ernest juga menjadi salah satu pemain, karena menurut pengakuannya, demikianlah permintaan sang produser. Ernest berperan sebagai Erwin Surya, seorang laki-laki masa kini yang kariernya sedang bagus-bagusnya. Erwin mempunyai seorang kakak laki-laki, bernama Yohan, diperankan oleh Dion Wyoko. Yohan bernasib berbeda dengan Erwin, karier-nya sebagai fotografer tidak sanggup membuat ayahnya bangga, dan sebaliknya, sang ayah sangat membanggakan Erwin. Sang ayah biasa dipanggil Koh Afuk (diperankan oleh Chew Kin Wah), dalah seorang laki-laki paruh baya yang mengurusi sebuah toko sembako bersama beberapa karyawannya. Koh Afuk berniat untuk pensiun dan meminta Erwin untuk mengambil alih toko tersebut. Erwin dibuat dilema antara memilih untuk meneruskan kariernya yang sedang berada di puncak, atau meneruskan toko sesuai yang sangat diharapkan oleh ayahnya. Sementara itu Yohan merasa kecewa karena dinilai tidak akan mampu oleh ayahnya jika toko tersebut diberikan kepadanya. Lalu, bagaimana nasib toko Koh Afuk? Apa keputusan Erwin? Apa yang akan dilakukan Yohan untuk memperbaiki hubungannya dengan adik dan ayahnya? NONTON SAJA YA. Hehehe.

Kesan pribadi saya terhadap CTS, film ini sangat menghibur dan cocok untuk ditonton bersama keluarga atau calon pendamping hidup-mu. Acting Koh Afuk sangat menyentuh, sukses melelehkan air mata walau beliau hanya sendirian dalam suatu scene. Soundtrack CTS yang dibawakan oleh The Overtunes dan GAC pun mendukung dan kawin sama film ini. Dan yang tak pernah mengecewakan, kemunculan Adinia Wirasti (atau yang sampai sekarang masih saya panggil si Karmen) sebagai Ayu, istri dari Yohan. Ayu menjadi inspirasi bagi kita para kaum hawa, ia menunjukkan bagaimana seharusnya seorang istri bersikap saat suami dengan berada di titik terendah. *Eaaa* Saya memang selalu suka dengan si Karmen ini, sama sukanya saat melihat actingnya di film Kapan Kawin? bersama Reza Rahardian. Chemistry Ayu dan Yohan pun terlihat dan terasa sangat kuat. Kemunculan pemeran pendukung membuat semarak film ini, karena meskipun hanya di beberapa scene, mereka memberi kesan yang mendalam. Sebutlah Asri Welas, Awwe, Adjis Doaibu, Gita Bhebita, Dodit Mulyanto, dan lain-lain yang namanya saya tidak hapal, tapi mukanya saya kenal. Termasuk pula cameo yang muncul hanya sekali seperti Hifdzi hingga Kaesang Pangarep yang kehadirannya tak terduga dan bikin pecah. Semuanya memberi kesan tersendiri dan akan diingat dalam waktu yang lama. Jika kamu belum nonton, cobalah fokus pada baju sponsor yang dipakai oleh karyawan toko dan poster-poster yang menempel di dinding. Ngaco semua, parah nan epic. *lol*
 
Sedikit kesan berbau kritik dari saya untuk CTS, di beberapa bagian, komedi-nya kurang “effortless”. Mungkin karena sebagian besar yang terlibat adalah komika, jadi kelucuan masing-masing figur terasa seperti konsep dan kurang mengalir. Saking kuatnya drama dalam film ini, saya sebenarnya yakin kalau dibuat full drama tanpa embel-embel komedi pun film ini akan bagus, even better! Peran Gisela Anastsia sebagai pacar dari Erwin (yang saya lupa siapa namanya) juga menurut saya kurang memberikan kesan. Apa karena karakter yang dimainkan memang tidak kuat, atau memang Gisel gagal dalam menginterpretasikannya, saya juga kurang mengerti. Saya juga menyayangkan adanya adegan yang "drama banget" sehingga terkesan "sinetron banget", yaitu pada saat Yohan sedang curhat di kuburan ibunya, lalu tiba-tiba koh Afuk masuk dalam frame dan terlihat sudah mendengar semuanya. Seandainya adegan membaiknya hubungan Yohan dan ayahnya tidak diselesaikan dengan cara demikian. Hmm. Dan satu lagi, menurut saya pribadi dan to be honest, CTS masih jauh jika dibandingkan dengan PK maupun 3 Idiots. Memang sama-sama lucu, bermakna dan menghibur, tapi topik yang diangkat dan makna yang tersirat pada CTS tidak se"berat" kedua film tersebut.

Well, ini hanyalah review abal-abal nan sotoy, tidak ada kebenaran mutlak didalamnya karena hanya bersifat opini pribadi. Happy new year dan selamat menonton! ;)

24/12/15

Coffternoon (Album Review)


Tentang yang Tak Dikata
Adalah sebuah ketidaksengajaan yang "mempertemukan" saya dengan karya dari Band ini. Berawal dari iseng nonton tv lokal (PONTV), saat itu sedang diputarkan video clip yang isinya potongan-potongan adegan teater, sangat eye-catching, bikin saya jadi menghayati alur cerita beserta lirik-lirik dalam lagunya. Entah kenapa, rasanya langsung membekas di hati, so touchy :’)

Saking khusyuknya penghayatan saya, sampai-sampai lupa itu tadi lagu apa dan siapa yang menyanyikan. “Tutup telinga amira... Mendengarlah dengan dada...” Cuma itu yang terngiang-ngiang di otak & telinga saya. Saat-saat seperti inilah kita harus menysukuri keberadaan Google dan Youtube. Singkat cerita, barulah saya paham, lagu barusan itu berjudul Amira, dinyanyikan oleh Coffternoon, indie band asal Pontianak, sungguh tak menyangka :’)

Sejak saat itu, rasanya sungguh jatuh hati dengan “Amira”, liriknya, musiknya, band-nya. Bikin pengen tau dan pengen dengar lebih banyak. Album! Ya, langsung pengen punya album-nya. Ternyata cukup dengan “Amira” sudah bikin saya yakin dengan isi keseluruhan albumnya. Tapi sayang sekali, ternyata albumnya belum selesai digarap

Tak perlu menunggu lama, beberapa bulan yang lalu akhirnya CD album Coffternoon rilis. Dan tak perlu waktu yang lebih lama lagi, akhirnya CD album bertajuk “Tentang yang Tak Dikata” itu mendarat sempurna di tangan saya. Diantar langsung oleh vokalisnya lagi :’D

Sebuah hasil karya bertandatangankan sang creator itu, priceless
Daftar Lagu:
01.   Sepanjang Hari
02.   Terpesona Bunga
03.   Tuhan Maha Romantis
04.   Gadis Pas-Pasan
05.   Perempuan Hati Peluru
06.   Romansa Manusia
07.   Halte Usang dan Seorang Bujang
08.   Lapar Mata
09.   Amira
10.   Sepucuk Rindu di Pucuk Waktu
11.   I’ll Stand By You

Price : IDR 50.000 (CD Only)
           IDR 75.000 (CD + Book)
For further info --- Twitter, Instagram: @coffternoon

Nah... yang menarik di album ini justru kehadiran buku ini. Buku yang berisi lirik lagu, ilustrasi (by @matapensil), serta cerita di balik setiap lagu. Jadi tanggung sekali kalau cuma punya CD-nya :D

Lagu-lagu dalam album ini dikisahkan berkaitan dalam bukunya, seperti bab-bab dalam novel. Saya pribadi suka sekali dengan kalimat demi kalimat di dalamnya, kalau kata LAS!, bikin "mabuk sastra". Menyenangkan sekali. Ending buku ditutup dengan naskah drama Amira, drama yang potongannya pernah saya lihat di TV waktu itu. Setelah menamatkan buku, barulah saya mendengarkan lagu-lagunya, alhasil makna lagunya semakin terasa... 

Kurang paham mengenai segmentasi genre musik, yang pasti lagu dalam album ini sangat easy-listening. 11 lagu dalam album ini dibawakan secara akustik, memiliki lirik yang puitis nan romantis, suara dan musik yang merdu nan padu, ditambah lagi alunan biola yang bikin semakin syahdu. Meski syahdu, lagu-lagu Coffternoon ini jauh dari menye-menye, justru cenderung asik, tapi menghanyutkan. Wanita mana yang tak terbang hatinya kalau dinyanyiin lagu-lagu mereka ini #lol. Semua lagunya asik, tapi Amira tetap jadi favorit dan dapat ruang tersendiri. Entahlah kenapa, padahal bukan pengalaman pribadi :’D

Adalah pantas untuk mengoleksi album ini, mereka seringkali menemani pagi dan sore saya yang tenang tapi gamang :’D Sukses buat karir Coffternoon, senang bisa bertemu dengan karya kalian. Beberapa kesalahan seperti typo dan salah cantumin judul di lirik lagu, mungkin bisa segera direvisi yes, Bro Bro.

Hanya saja ada pertanyaan di otak saya yang masih belum ketemu jawabannya, maklum, saya terhitung pendengar baru, hihi. (#malubertanya)
*Dimana saya bisa menonton rekaman full drama teater Amira, karena sudah ubek-ubek Youtube ternyata tidak ada :') Penasaran sekali
*Mengapa lagu I’ll Stand By You dan Sepucuk Rindu di Pucuk Waktu tidak tercantum dalam buku, baik lirik maupun kisahnya?
*Apakah ini bukan album pertama Coffternoon? Karena waktu saya nonton live, Coffternoon membawakan lagu “Kau Disana” dan lagu tersebut tidak ada dalam album Tentang yang Tak Dikata.

Sekian.

PS: Beberapa hari yang lalu, Coffternoon mengisi acara ulang tahun ex-fakultas saya. Wow. akhirnya saya bisa nonton live! Sangat berkesan. Inilah yang memunculkan kembali niat lama yang hampir tenggelam untuk me-review album Coffternoon disini :D

Dan terimakasih.

10/01/15

Stand By Me Doraemon

Siapa tak kenal Doraemon, robot kucing berkantong ajaib yang datang dari masa depan. Dulu waktu jaman-jaman masih imut dan polos, tiap hari Minggu nggak pernah ketinggalan nonton serial Doraemon ini di RCTI jam 7.30 pagi. Semakin besar udah semakin jarang nonton, bukan karena nggak suka, tapi karena semakin.....sulit bangun pagi...emm.
Stand By Me Doraemon

Serial Doraemon yang setia selama puluhan tahun menceriakan Minggu pagi anak-anak ini pun akhirnya harus berakhir. Episode terakhir Doraemon difilmkan dengan judul "Stand By Me Doraemon (Tetaplah Bersamaku Doraemon)". Dari judulnya aja aku udah nangkep kalau film ini temanya perpisahan dan pastinya akan bersuasana sedih. Aku yang paling nggak tahan dengan tema perpisahan, sudah siap sedia dengan segumpal tissue sebelum nonton film ini.

Awal film menceritakan tentang pertemuan pertama kali antara Nobita dan Doraemon (yang selama ini kayaknya nggak pernah diceritain di serialnya). Nobita adalah anak yang pemalas, nilai-nilai ujian di sekolahnya selalu hancur, sering di-bully, dan terobsesi dengan Shizuka, teman ceweknya. Karena sifatnya ini, kehidupan Nobita di masa depan pun menyedihkan, dia terlibat hutang dan menyusahkan keluarga dan keturunannya. Maka dari itu, keturunan Nobita generasi keempat (namanya Soby) datang dari masa depan. Ia berniat mengubah nasib Nobita di masa kini agar dirinya tidak kesulitan di masa depan. Soby membawa serta Doraemon yang ditugaskan untuk membantu Nobita. Doraemon diprogram untuk tidak dapat kembali ke masa depan lagi sebelum berhasil membuat Nobita bahagia. Program diaktifkan dengan menekan hidung Doraemon (barutau, ternyata itu fungsi hidungnya). 

Meskipun awalnya ogah-ogahan, Doraemon menemani dan membantu hari-hari Nobita dengan alat-alat ajaib yang dikeluarkan dari kantong ajaibnya. Mulai dari urusan sekolah, urusan perkelahian dengan Giant dan Suneo, sampai urusan Shizuka. Tapi karena keseringan dibantu, Nobita jadi "ngelunjak" dan pengen segalanya serba instan. Peristiwa yang jadi titik baliknya yaitu saat Nobita memaksa Doraemon untuk mengeluarkan alat yang dapat membuat Shizuka menyukainya. Tapi karena ada kesalahan, Shizuka justru tergila-gila sama Dekhisugi. Saat Shizuka menyatakan perasaannya kepada Dekhisugi, dia menjawab kira-kira begini "Aku juga menyukaimu, tapi aku tak ingin bergantung pada alat". Boom! Nobita pun akhirnya sadar bahwa perasaan nggak bisa dipaksakan. Sejak saat itu ia berusaha untuk nggak bergantung pada alatnya Doraemon. Ia belajar mati-matian untuk ujian, demi membuat Shizuka kagum. Tapi ternyata ia masih juga gagal dan akhirnya hampir menyerah dan berhenti untuk memperjuangkan Shizuka. Doraemon pun berusaha untuk menyemangati Nobita, ia mengatakan Nobita masih bisa mengubah masa depannya jika mau berusaha. Hingga akhirnya Nobita berhasil, ia "mengintip" masa depannya (Nobita dan Shizuka menikah!) dan merasa amat sangat bahagia. Pada titik itu lah misi yang diprogramkan pada Doraemon selesai. Doraemon akan segera kembali ke masa depan dan meninggalkan Nobita untuk selama-lamanya.. 

fiuhh..

Kalau yang ku dengar dari teman-teman dan juga beberapa review di internet, rata-rata dari mereka mengatakan film ini mengecewakan. Entah mengecewakan dari segi mana, tapi untuk sisi sedihnya sih menurutku dapet banget. Aku pribadi ngerasa sedih sesedih-sedihnya sepanjang nonton film ini. Taraf sedihnya tuh hampir setara dengan film Hachiko, yang juga tentang perpisahan (yang ku nobatkan sebagai the saddest movie ever disini). Berawal dari perjuangan Nobita membuat Shizuka kagum aja udah bikin sedih, mungkin ini faktor terbawa perasaan. Perasaan menyukai seseorang dalam diam dan tak tergapai, halah. Ditambah lagi keputusasaan Nobita. Lalu peristiwa perpisahan Nobita dengan Doraemon. Ah, air mata ini tak dapat terbendung lagi.

Kalau dari segi cerita, kayaknya ini film bukan ditujukan buat anak-anak. Soalnya Nobita disini amat-sangat terobsesi dengan Shizuka sampe udah mikirin tentang pernikahan. Mungkin sasaran film ini adalah anak-anak jaman dulu, yang mana sekarang udah pada berumur. Ada juga review yang bilang ceritanya nggak masuk akal, Doraemon diprogram untuk nggak bisa kembali ke masa depan sebelum Nobita bahagia, tapi kok mereka bisa jalan-jalan ke masa depan? Ah, yaudah sihhh... 

Intinya, film ini pas banget kalau dimaksudkan sebagai episode terakhir. Episode perpisahan, ya jelas harus sedih lah. Tapi tenang, nggak melulu sedih sih, banyak humornya juga. Ditunjang dengan animasinya yang udah 3D, ekspresi-ekspresi yang lucu, suara, bahasa, serta intonasi bikin makin terasa humornya. Pesan terbesar dalam film ini yang kutangkap adalah : apapun yang kita lakukan saat ini, akan sangat menentukan masa depan kita. Buat yang masa kecilnya dibahagiakan oleh Doraemon tiap Minggu, this movie is worth to watch!

Sudahkah anda nonton Stand By Me Doraemon? :D

(P.S. : Maafkan aku karena nonton ini secara ilegal, salah sendiri nggak ada di XXI, cuma ada di blitzmegaplex. Udah tau disini cuma ada XXI, satu-satunya lagi, mahal lagi. lah jadi curhat)

(Spoiler : Happy ending, Alhamdulillah)

08/10/14

A Movie Review : ANNABELLE

Jika Anda pernah menonton film The Conjuring kemungkinan Anda akan penasaran untuk menyaksikan film ini. The Conjuring bercerita mengenai pasangan suami istri yang berprofesi sebagai ghost-hunter atau semacam cenayang yang telah menangani berbagai macam kasus hantu. The Conjuring diawali dengan kasus Annabelle yang telah terselesaikan dan mereka menyimpan boneka misterius itu di ruangan khusus barang-barang mistis yang mereka peroleh dari kasus yang mereka tangani. Annabelle dalam The Conjuring hanya sebatas itu. Maka pada film ini, awal mula Annabelle dikisahkan secara spesifik. 

http://www.beyondhollywood.com/uploads/2014/07/Annabelle-2014-Movie-Poster-750x1111.jpg



Mia dan John adalah sepasang suami istri yang baru saja pindah rumah. Mia sedang dalam keadaan hamil tua. Mereka rutin beribadah di gereja bersama tetangga sebelah rumah mereka, Mr dan Mrs Higgins. Mrs Higgins begitu antusias dengan kehamilan Mia karena mengingatkannya pada anaknya, Annabelle Higgins, yang pergi meninggalkan mereka tanpa alasan jelas sejak dua tahun lalu.

Mia memiliki hobi menjahit dan mengoleksi berbagai boneka. Suatu hari, John menghadiahi Mia sebuah boneka wanita berbusana pengantin dan berkepang dua. Mia sangat menyukai boneka tersebut dan meletakkannya diantara koleksi bonekanya yang lain. 

Suatu malam, Mia mendengar jeritan dari kediaman Higgins. John pergi memeriksanya dan ia mendapati Mr dan Mrs Higgins yang telah berlumuran darah ditangan anaknya sendiri, Annabelle dan kekasihnya. Mia segera menghubungi 911. Sesaat setelah itu, kekasih Annabelle tiba-tiba muncul dan menusuk perut bagian samping dari Mia. Beruntung polisi segera datang dan menembaknya sedangkan Annabelle bunuh diri. Annabelle meninggal sambil memeluk boneka hadiah dari John untuk Mia itu (mulai saat ini, sebut saja boneka Annabelle).

Semenjak itu,banyak kejadian tidak biasa yang menghampiri kehidupan Mia dan John. Puncaknya ketika terjadi kebakaran tidak wajar di rumah mereka, kemudian mulai saat itu Mia memutuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah mereka. Mia dan John beserta anak mereka yang baru lahir, Leah, pindah ke sebuah apartemen. Mereka membawa serta seluruh koleksi boneka Mia, kecuali boneka Annabelle, John telah membuangnya sebelum pindah. Namun, boneka itu secara misterius kembali muncul ketika Mia sedang menyusun koleksi boneka nya di rak yang baru. Mia berpikir, kemungkinan boneka itu ikut terbawa saat mereka mengumpulkan barang-barang pasca kebakaran. Mia kemudian memutuskan untuk tetap menyimpannya karena boneka itu tetaplah merupakan hadiah dari John. 

Setelah pindah rumah, ternyata tetap saja ada kejadian aneh yang mereka alami. Hingga pada akhirnya mereka melibatkan Romo Perrez, seorang pastur di gereja tempat mereka beribadah, untuk turut mengatasi kasus yang menimpa mereka. Namun, justru sesuatu yang buruk terjadi pada Romo saat ia membawa boneka Annabelle untuk mengamankannya. Lalu sebenarnya ada apa dengan boneka tersebut? Apa hubungannya dengan Annabelle Higgins? Dan apa yang dia inginkan? Untuk bagian ini sebaiknya anda menyaksikan sendiri.

Secara keseluruhan, saya menilai film ini seperti tipikal film ber-genre horror pada umumnya. Suasana gelap dan sound mengejutkan menjadi andalan di film ini. Tidak terlalu spesial sebetulnya. Saya lebih menyukai Insidious dari segi jalan cerita, dan The Conjuring dari segi kaget-mengagetkan. Tapi film ini lumayan saya rekomendasikan untuk Anda yang sekedar mencari sensasi kaget dan memicu adrenalin sesaat. Saya cukup sering kaget saat menonton film ini, namun setelah itu tidak ada rasa ketakutan yang membekas. Adapun pesan yang terdapat dalam film ini : rajin-rajinlah beribadah, setidaknya itu yang saya tangkap.

Review ini bersifat sangat subjektif, saya pun menyadari itu. Saya tidak begitu menyukai genre horror, sekali lagi saya hanya mencari sensasinya. Saya lebih menyukai genre thriller, yang menurut saya, lebih masuk akal. Pada film thriller, segala sesuatu yang terjadi terdapat penjelasan yang masuk akal. Tidak seperti horror, tidak dapat dimengerti bagaimana mungkin mesin jahit dapat hidup sendiri, kompor dapat menyala sendiri, dan berbagai kejadian aneh lainnya. Dan biasanya thriller memiliki ending yang twist, berbeda dengan horror yang seringkali mudah ditebak. Ah, saya berharap dalam waktu dekat ada film sejenis Orphan.

Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam nama dan detail pada review ini, saya memang bukan reviewer dan pengingat yang baik. Silahkan menonton dan selamat terkejut! :)

01/02/14

[Review]: COMIC 8 the Movie (sotoy)

Taa-daaaa~~~!

Tulisan kali ini adalah sebuah review untuk film yang lagi nge-HITS banget, lalu-lalang di twitter sampai acara lalala-yeyeye (ya…namanya juga promo), film itu tak lain tak bukan adalah…. COMIC 8!!!

Yup, the power of advertisement, berhubung promonya yang wara-wiri, terpanggillah hati ini untuk ikut menyaksikan film yang konon genre-nya nggak umum, yoi bro, genre-nya Action-Comedy! Kebayang kayak apa? Pukul-pukulan tapi sambil ketawa ketiwi gitu ya, kayak OVJ dong? Lah… itu mah bedaaa…

Jadi, film apa sih itu COMIC8?
COMIC8 adalah film ber-genre Action-Comedy. Berawal dari sebuah aksi perampokan Bank INI (Indonesia-Netherland Incorporation, kalau nggak salah) oleh tiga kelompok perampok dengan misi yang berbeda-beda namun visi tetap satu jua, yaitu untuk membongkar brangkas dan membawa lari uangnya (yaiyalah, apalagi coba). Tiga kelompok ini memiliki latar belakang dan karakter (yang aneh-aneh) yang berbeda juga. Jadi antara tiga kelompok ini juga terjadi persaingan sehingga terjadilah yang namanya adegan baku tembak yang gak main-main (maksudnya kayak film-film Hollywood gitu). Sampailah ketiganya bisa akur karena mereka harus sama-sama melawan polisi dengan menyandera beberapa orang (yang juga aneh-aneh). Perampok dan polisi ini melakukan tawar-menawar yang sangat alot, dengan permintaan dari perampok yang juga aneh-aneh (bisa dilihat cuplikannya di trailer, ya ini memang film yang aneh-aneh). Apakah sudah kebanyakan spoiler nih daritadi? Oh…jelas…, jelas tidak spoiler sedikitpun. Karena hal yang bikin geleng-geleng kepala belum saya ungkapkan sedikitpun. Jadi, siapa sih sebenarnya tiga kelompok perampok ini? Siapa sih dalang perampokannya? Apasih motifnya? Kenapa sih Om Indro botak (eh)? Silahkan nonton lebih lanjut aja deh, karena kekuatan film ini terletak pada bagian ending-nya… J

Pemerannya siapa aja sih?
Judulnya COMIC8, jelas pemain utamanya ya 8 orang comic (Stand up comedian). Tapi sebenarnya bukan karena pemainnya 8 orang comic lantas dibuat judul demikian, tapi karena memang ada kaitannya dengan cerita (bakal ketahuan di ending). By the way, seingat saya sih pemainnya pake nama asli semua. 8 Comic ini ada Kemal Palevi, Ernest Prakasa, Fico, Babe, Arie Kriting, Mongol, Bintang Timur, Mudy Taylor. Karakternya unik-unik, aneh bin ajaib. Selain 8 pemain itu juga ada pemain lain tapi perannya penting, ada Nirina Zubir sebagai Kapten Polisi, Nikita Mirzani sebagai pegawai Bank, Pandji sebagai….ehm…dokter, Om Indro sebagai…..sandraan, ada juga Ge Pamungkas, Coboy Jr, Kiki Fatmala, Candil, yang turut meramaikan. Yang saya paling demen sih karakternya Ernest, wuidih…. Keren banget lah koh Ernest adegan tembak-tembakannya. Nirina juga pas banget meranin jadi Kapten yang serius dan tegas. Selain Ernest dan Nirina, saya pribadi juga suka karakter Pandji, meskipun scene-nya sedikit tapi ekspresinya itu bikin hacep.

Kelebihan film ini apasih?
Yang jelas sih, film ini beda, secara jalan cerita maupun pemain. Jalan ceritanya, mind-blowing gitu bro, beneran! Pemainnya, tentu saja ini film pertama yang melibatkan banyak comic. Dan juga genre film-nya yang berani nge-blend antara action dengan comedy. Film ini pun digarap dengan baik secara pengambilan gambar dan editing (hm…sotoy aja sih), iya soalnya salut buat backsound nya yang oke dan editan slomo-slomo tembak-menembaknya itu. Btw, film ini banyak slomonya, jadi bisa liat detil peluru-peluru yang keluar dari senapan secara dramatis, huehehe. Yah pokoknya film ini semacam gebrakan baru lah di industri perfilman Indonesia, berani lawan arus dan anti-mainstream gitu lah…

Kekurangannya, ada nggak?
Kalau dari pandangan sotoy saya sih, tentu ada kekurangan. Kita mah jujur aja ya. Dari awal ke tengah film, saya merasa sepertinya pemain kurang dapet acting-nya, ntah karena pengalaman pertama di film, atau memang naskah yang cenderung biasa aja, kalau bahasa gaulnya tuh kurang hacep lah. Dialog-dialog di awal terdengar cenderung dipaksakan untuk lucu, mungkin memang lucu untuk yang sudah tahu bagaimana karakter mereka kalau lagi Stand up, tapi buat yang barutau saat itu? Hmm.. I don’t think so. Awal-awal juga saya agak bingung, ini begimane sih alurnya dari sana kesono, sini kesitu, ehh…pas ke beberapa menit akhirnya ngerti juga (atau emang dasarnya aja yang rada telmi). Soalnya alurnya nggak kayak biasa sih… Keren. Dari tengah kebelakang, ini film baru keliatan kerennya…(lah ini kan lagi ngomongin kekurangan ya)

Ada pesan buat yang belum nonton?
Ohiya…. Bakso satu nggak pake tauge.
Eh, serius deh…  Jika anda pengen tau film Indonesia yang nggak biasa-biasa aja, silahkan nonton. Jika anda ingin memajukan industry perfilman Indonesia tanpa harus bikin film, silahkan dukung karya anak bangsa dengan tonton film ini secara legal, yaitu di bioskop ataupun lewat DVD ori (sok banget daaah, tapi ini serius lho). Satu lagi, jika anda menonton film, film apapun itu, berhentilah menebak-nebak jalan cerita, ikuti sajalah alurnya, biar seru… Gitu. (Trailer Comic8 klik disini)

Ada pesan terakhir?

Mukegile lu….

19/12/13

PARTY LAUGH (2nd Anniv) : Ge & Ernest

Hi readers (kalau ada) !

Semoga belum bosan, karena kali ini (lagi-lagi) saya akan mereview sebuah show Stand Up Comedy yang seminggu lalu saya saksikan.

13 DESEMBER 2013…
Untuk merayakan hari jadi komunitas Stand Up Comedy Pontianak (@StandUpPTK) yang ke-2 tahun, diadakanlah sebuah stand up show dengan tajuk “Party Laugh” yang sekaligus juga jadi Stand Up Nite 4. Acara ini menampilkan 6 local comics dan 2 guest stars yaitu @GePamungkas dan @ernestprakasa. Sebagai penikmat genre komedi ini, saya tentu tidak akan melewatkan acara ini.

Sebelum jam 7 malam, saya sudah menjejak di venue. Sedikit tidak menyangka dengan pemandangan yang saya dapati, yang menurut saya tidak biasa. Cukup berjubel, tidak seperti #MesakkeBangsaku Pandji Pragiwaksono (tentu saja, exclusive :p). Tapi masih lebih berjubel ketika Kemal Palevi jadi guest star (hehe). Kalau boleh saya gambarkan, banyak abege-abege (dan juga yang belum abege) yang lalu lalang. Dalam hati saya, ini pasti gara-gara Ge! Padahal ini acara 18+. Bukan karena materi-nya saja yang 18+, tapi juga karena sponsor utama acara ini adalah rokok.

Sebelum masuk ruangan, penonton dibagikan light stick (yang saya kira sedotan, dan sempat ngedumel dalam hati, ngapain sedotan dikasih didepan pintu gini). Saya pikir, saya lagi di antrian masuk Theater JKT48, taunya bukan! (haha)
penampakan opening kece
Ternyata ruangannya gelap dan remang-remang, light stick penonton jadi ‘glowing in the dark’ gimana gitu. Saya dan teman-teman sepakat mentransformasikan light stick jadi gelang (agak-agak norak di awal). Dan saya amazed banget, amazed sama opening-nya yang, gila, keren dan niat abis! Untungnya, posisi saya yang cukup wuenak memungkinkan untuk melihat keseluruhan acara dengan POV yang oke. Opening kali ini, tidak biasa. Pada acara-acara terdahulu, opening diisi band dan parodi-parodi dari komunitas. Sedangkan di “Party Laugh” ini, dibuka oleh kolaborasi apik antara DJ – percussion – drum. Dentuman musik yang ajeb-ajeb memancing kepala buat head bang kecil-kecilan (heh? maksudnya angguk angguk gitu) Sungguh tak mampu dibendung :P

Selesai dengan opening.
6 local comics yang menjajal panggung silih berganti. Menurut saya, secara materi maupun delivery, beberapa comic mampu tampil lebih baik dari yang saya ekspektasikan. Tampaknya ke-6 comic sudah menentukan dan menemukan apa yang menjadi ciri khas-nya masing-masing. Ada yang menonjol act-out nya, ada juga yang pake call back berkali-kali, bahkan ada beberapa tag line dari comic pertama yang dipakai oleh penampil-penampil selanjutnya hingga Ernest dan Ge! Namun kalau boleh saya menilai, ada juga beberapa comic yang bit-bitnya miss/gagal disampaikan dengan baik, entah karena materinya kurang digali, atau penyampaiannya yang kurang dilatih. Sehingga saya cukup berusaha memukan titik kelucuannya. Sangat disayangkan memang. Sebaiknya comic-comic yang akan tampil itu dibiarkan untuk konsentrasi dengan performa-nya, dengan kata lain, tidak terlalu dilibatkan dalam hal-hal teknis semacam penjualan tiket, dan lain-lain. Saya pikir masih banyak anggota komunitas lain yang bisa mengurus itu. Dear, comic-comic lokal, semoga bisa lebih rajin nulis dan menggali materi, agar materi tahun lalu (literally) tidak perlu dibawakan lagi J J Penonton yang datang tentunya mengharapkan penampilan yang terbaik, bukan hanya untuk menyaksikan guest star, tapi juga local comics J Tidak semua penonton adalah teman yang sudah mengenal anda dan keseharian anda, teman yang memberikan tawa karena anda adalah temannya J
Selesai dengan local comics-nya.

Koh Ernest on the stage!
Ernest Prakasa! Bapak Illucinati Indonesia, yang mewakili gagasan para illucinati di seluruh Indonesia J Ernest adalah juara 3 Stand Up Comedy Indonesia season 1. Saya cukup mengikuti perjalanan karir comedy Ernest sejak lulus dari SUCI1 ini. Ernest adalah COMIC PERTAMA di Indonesia yang melakukan tour keliling Indonesia! KEREN. Tour pertama-nya yang bertajuk “Merem-Melek Tour” tentunya akan tercatat dalam sejarah stand up comedy di Indonesia dan membuka jalan bagi SUC tour comic lain. Dengan pengalaman SUC-nya yang sudah sebegitu banyak, tidak ada alasan bagi saya untuk ragu dengan performa bapak satu anak ini. Saya pikir Pontianak adalah tepat yang tepat bagi Ernest untuk menjajal materi tentang ke-Cina-an, pasti bakal kelahap habis. Pontianak merupakan salah satu markas besar Illucinati (kata Ernest). Saya selalu kagum dengan cara Ernest menyampaikan aspirasinya sebagai minoritas yang pernah tertindas. Ernest juga dengan santainya mengajak kita menertawakan ras-nya.  Begitu pula yang terjadi di malam “Party Laugh”. Namun diluar dari materi tentang ras, ernest juga menyampaikan materi yang santai, seperti cerita masa kecilnya. Beberapa materi yang dibawa Ernest memang sudah pernah saya lihat/baca di bukunya. Tapi tentu beda sensasinya jika disaksikan secara live. Di tengah-tengah performanya, Ernest menggiring penonton ke pembahasan yang agak serius : Pemilu. Sedikit membuka isu maupun fakta (yang mencengangkan), serta track record beberapa calon. Ini penting banget buat membuka pikiran dan wawasan penonton. Ernest selalu bermain dengan analogi untuk menyederhanakan hal rumit. Analogi Ernest inilah yang sering nggak kepikiran dan mengundang tawa penonton. Saya pribadi, terpuaskan dengan performa Ernest. Tawa dapet, edukasi dapet J
Selesai dengan Ernest.

Bang Ge on the stage!
Ge Pamungkas! Pememang Stand Up Comedy Indonesia season 2. Sebelumnya saya sudah bersiap-siap kebal untuk menyaksikan performa Ge yang live dan tanpa sensor ini. Buat yang sering nonton Ge di tv, pasti bakal kurang terpuaskan karena banyaknya sensor. Padahal perasaan saya sih, waktu jaman masih di SUC2, materi Ge aman-aman saja, tidak terlalu frontal seperti akhir-akhir ini :P yah begitulah Ge Pamungkas, mungkin wajahnya yang oke dan badannya yang proporsional itulah yang menarik abege-abage dan belum abege tadi untuk datang. Jaman SUC2 dulu, saya tidak begitu suka dengan Ge karena menurut saya Ge terlalu over, ngomongnya cepet banget dan belibet. Saya sampai susah nangkap. Saya juga kecewa ketika Ge keluar sebagai pemenang, mengalahkan jagoan saya, Gilang Bhaskara. Tapi dari situ saya jadi paham, kenapa juri memilih Ge sebagai pemenang? Act out. Ge kerap melakukan act out yang total di setiap bit-nya. Inilah bakat luar biasa. Act out seperti itu pasti butuh energy lebih dan stamina yang konstan saat perform. Dan di malam “Party Laugh”, Ge mampu menjaga semangatnya dari awal-akhir performa. KEREN. Ge dengan mulutnya yang frontal. Baru beberapa menit menjajal panggung, sudah berani meriffing penonton dengan….ah, koplak :D Entahlah, kalau saya yang kena riffing mungkin langsung ngambek karena malu. Bit-bit Ge dekat dengan keseharian, dikemas lewat act out yang outstanding, langsung ngena (jleb) di hati penonton. Ge kentara banget sering ber-observasi di kesehariannya. Bit tentang solat Jumat saja bisa dibahas cukup lama dan sangat detil. Ge dengan segala materi ‘kasar’ nan frontalnya, mampu menutup Party Laugh malam itu dengan apik! Saya dan beberapa penonton berdiri dari dari kursi untuk memberikan standing ovation J

Akhirnya, terobati sudah kekecewaan terdahulu karena 3GP Tour dan Illucinati tidak mampir ke Pontianak J

Tidak seperti biasa, kali ini tidak ada sesi foto bareng. Entahlah, mungkin karena terlalu ramai, mungkin panitia yang tidak mau, atau Ge dan Ernest yang tidak mau. Penonton selain pemegang tiket Platinum pun harus pulang dengan kekecewaan.
Selesai dengan Party Laugh.

Catatan Tambahan buat SUC Pontianak.
Happy 2nd Anniversary komunitas @StandUpPTK semoga semakin eksis dan bisa membanggakan kota Pontianak. Semoga semakin solid dan kompak. Semoga kualitas dan kuantitasnya makin nambah. Tidak kalah penting, semoga, suatu hari nanti, bisa bersikap lebih ramah dengan penonton J J J #IfYouKnowWhatIMean

Saya pribadi sangat mengapresiasi komunitas ini. Mengapresiasi dari kursi penonton J

BONUS :P

25/11/13

SMART REVIEW Mesakke Bangsaku PTK : Edukasi Berbalut Komedi

Ini adalah kali keempat saya meyaksikan event Stand Up Comedy (SUC) komik profesional secara live. Pertama kali yaitu saat komunitas @StandUpPTK mengadakan Stand Up Nite (SUN) 3 dengan guest stars @KemalPalevi dan @c_lontong (review disini); SUN 4 dengan guest stars @Adriandhy dan @adjisdoaibu (review disini); HUT Smanda 48 Edition dengan guest star @KemalPalevi (review disini); daaaan…. Stand Up Special #MESAKKEBANGSAKU Tour milik master @pandji dengan opener @davidnurbianto!!
Mesakke Bangsaku - Pontianak
191 hari yang lalu (sebelum hari H), saya lagi isengan baca TL twitter, Pandji mengumumkan Stand Up Special-nya yang ketiga (setelah Bhinneka Tunggal Tawa dan Merdeka Dalam Bercanda) dengan tajuk Mesakke Bangsaku (Kasihan Bangsaku) ini lewat twitternya. Saya ingat betul, sesaat setelah tweet itu muncul, saya langsung mention @StandUpPTK bertanya apakah Pontianak “kesinggahan” tur-nya Pandji. Padahal beberapa menit setelah itu Pandji lanjut mengumumkan kota-kota yang akan jadi sasaran tur-nya, daaaan….. pertanyaan saya terjawab sudah J
H-191

Saya sungguh excited menunggu event ini. Ini adalah Stand Up Special pertama yang diadakan di Pontianak! Terlebih lagi ini adalah tur komik favorit saya, seorang Pandji Pragiwaksono (gitu loh!)

23 November 2013. Saya tau ini hari bakalan spesial. Saya tidak mau melewatkan acara ini walau se-milisekon pun! (oke, lebay, stop it). Apalagi Pandji selalu mengingatkan kepada penontonnya di setiap kota bahwa acara akan dimulai on time, nggak pake nunggu! “Bukannya nggak mau nunggu yang telat, tapi mau menghargai yang tepat”, begitu kira-kira tweet Pandji. Salut! Sesuai dengan tag line @smartfrenworld sebagai sponsor utama Mesakke Bangsaku "We Live Smart and We Hate Slow". Yeah Pandji memang smart comic, dan Pandji hate slow, so please on time guys!  Selama ini kalau saya menghadiri suatu event (apapun itu) mesti nunggu massa dulu baru bisa mulai. Udah kayak angkot yang lagi ngetem, tunggu udah penuh baru berangkat! Nggak peduli meskipun ada penumpang yang lagi buru-buru, mau melahirkan, misalnya.

Saya pergi berlima dengan teman-teman saya, dan kami beruntung dapat tempat duduk di barisan kedua setelah undangan. Karena undangan kosong, alhasil kita jadi semakin terdepan dan terpampang nyata (kombinasi Syahrini naik motor). Dan sejujurnya, posisi ini bikin saya takut, takut kena riffing, sumpah. (Saya tau kebiasaan Anda, bung Pandji!).

Tepat pukul 19.00 WIB, acara dimulai dengan duo host kocak yang  sudah tidak asing bagi penikmat SUC Pontianak… Dialah……. @ipunkwahaha dan @jokodin (itu tuuuh, yang di ANTV, tokoh utama di serial RT Sukowi *lah jadi promo) Mereka membuka acara dengan meriah dan cukup membawa suasana malam itu. Kemudian dipanggilah (bukan oleh yang maha kuasa, tapi oleh host) komik local yang jadi opener Mesakke Bangsaku….dialah….@yeda_edtrias!!!
duo host


Sejujurnya, saya baru pertama kali menyaksikan komik yang namanya Yeda ini. Perawakannya seperti kombinasi antara Mo Sidik, Fico, dan Lolox (nah loh gimana tuh). Saya bisa merasakan saat bit-bit awal Yeda, masih kurang ngena, mungkin masih rada nervous (so pasti, secara ini Mesakke Bangsaku, gitu!). Tapi tengah kebelakang, Yeda sanggup menguasai panggung! Dan saya…..saya jadi korban riffing! Untungnya, saya dibilang “muka surga”, apesnya, cowok di kanan saya dibilang “muka neraka” (muahahaha).
Yeda, komik lokal opener Mesakke Bangsaku :O
Selanjutnya, duo host muncul lagi, kali ini mereka memanggil opener yang khusus diajak oleh Pandji, dia adalah komik bernama british berwajah Chinese berbahasa betawis, dialah….. David Nurbianto!!! Saya yakin Pandji tidak akan sembarang memilih dan mengajak komik untuk menjadi opener-nya. Jadi, pastinya David (atau dapit) ini adalah komik yang berkualitas. Sekitar 6 bulan yang lalu sejak Pandji mengumumkan opener-opener nya saat tur, saya langsung mencari tahu, siapakah gerangan sosok David ini. Dan saya sampai pada suatu kesimpulan bahwa, David adalah komik berciri khas yang mampu men-delivery materinya secara lugas, ditambah logat betawi kental dan ekspresinya yang mantep, tidak berlebihan tapi kompor gasss
Sorry bang dapit, gelap nih
Baru bit-bit awal, David sudah bisa menghasilkan gelegar tawa penonton. Saya sendiri ngakak pada bit pembuka-nya tentang kombinasi takbiran ala Chinese. Di sela-sela penampilannya malam itu, David banyak menyelipkan nasihat-nasihat buat penonton, namun dikemas secara jenaka. Seperti bit jangan melawan ibu. David bilang, “Lu jangan lawan ibu lu. Enyak gue udah nggak ada, gue nyesel. Gue kan juga pengen ngelawan kayak elu” Lahh JJ

Setelah David menutup penampilannya, saya makin tidak sabar menyaksikan sang empunya tur naik panggung. Selagi duo host memberikan beberapa info, seorang kru sibuk menaikkan kursi dan meja lengkap dengan air mineral dan cangkir kecil (sepertinya isinya kopi, atau sekoteng? Hehe). Dalam hati saya bilang, “wah bakalan seru nih, pasti lama nih sten ap nya, pake tempat duduk segala. Bisa jadi sit down comedy nih” (woy garing woy).

Dengan kaos putih berlogo Mesakke Bangsaku dan jas hitam, diiringi musik rap dan tepuk tangan penonton, Pandji bersemangat naik panggung, siap menjejalkan materi kepada penonton. Pandji membuka penampilannya malam itu dengan penjelasan bahwa dalam tur Mesakke Bangsaku ini, Pandji akan banyak berbicara mengenai persatuan. Saya pernah membaca salah satu postingan dalam blognya, bagaimana Pandji mempersiapkan materi Mesakke Bangsaku ini begitu serius dan matang, mengatur urutan-urutan tiap bit,  bahkan latihan berkali-kali agar pesan yang ingin ia sampaikan dapat diterima oleh penonton. Makanya nggak heran kalau materi Pandji terlihat siap dengan data-data statistik yang menyertai. Pandji banyak berbicara mengenai sulitnya persatuan diwujudkan di Indonesia karena seringnya terjadi penindasan kaum minoritas oleh kaum mayoritas. Saat membahas kaum gay sebagai minoritas di Indonesia, Pandji pun menunjuk korban riffing yang pertama, yang dari awal sampai akhir acara akan selalu kena singgung dan diberi nama baru : TUJUH! J (yang nonton akan tau mengapa). Korban itu tak lain dan tak bukan adalah, TEMAN SEKELAS SAYA. Bayangin gimana saya dan 4 orang teman saya begitu terpingkal-pingkal saat Pandji me-riffing nya. Terimakasih Pandji, kita sekarang punya panggilan baru buat teman kita itu J))
Berasa di teras rumah ya om Pandji! :))

Korban riffing kedua juga nggak kalah parah! Pandji membawa tas ransel seorang cowok ke atas panggung dan mengeluarkan isinya satu persatu! Paling pecah ketika Pandji menemukan hard disk 500GB, dan bilang “ntar yang mau minta bokep sama die nih!” x))
Barang-barang na'as milik korban :(

Pandji juga menyinggung masalah sistem pendidikan di Indonesia. Bagaimana terbaliknya sistem di Finlandia dan Indonesia (begitu pulang, saya langsung mencari tau hal ini). Pandji juga berbicara mengenai politik, mengapa kita harus melek politik, bagaimana peran dan pengaruh kita sebagai pemilih di pemilu 2014, dan apa yang harus kita lakukan agar tidak salah pilih? Jujur saja, berperan sebagai pemilih dalam pemilu 2014 adalah pengalaman pertama saya. Saya jadi banyak mendapat pencerahan tentang apa yang saya harus lakukan. Untuk memilih, kita harus kenal siapa yang dipilih. Lebih baik tidak memilih tapi mengerti daripada memilih hanya ikut-ikutan, itu kata Pandji. Bagaimana kita bisa kenal? Gunakan internet, cari tau track record mereka, main ke web www.ayovote.com J

Materi Pandji terdengar berat ya? Ah tenang aja. Pandji cakap dalam memgemas materi berat menjadi sesuatu yang mudah diterima dan dicerna. Toh, itu kan fungsi stand up comedy? J Setelah 1 jam lebih, Pandji akhirnya menutup penampilannya malam itu diiringi standing ovation dari penonton yang hadir. Seketika saya jadi merinding (loh kenapa jadi saya yang merinding? J. Itu saking kagumnya saya. Pandji memberikan hormat kepada penonton. Kemudian memberikan kesempatan 3 orang untuk bertanya mengenai materinya. Setelah sesi Tanya-jawab ini selesai, masuk ke sesi foto bareng. Saya sekalian minta tanda tangan di buku Berani Mengubah (sudah pernah saya review disini) dan Merdeka Dalam Bercanda (belum di review karena baru beli di venue, soalnya pesan di toko buku hampir 2 bulan gak dateng2 *lah jadi curhat). Pandji menuliskan nama saya di buku itu, “ini kalau ada K nya ditengah jadi AFRIKA dong”, katanya. Hahaha.
Acara selesai, saya pun pulang. Sepanjang perjalanan pulang saya jadi banyak mikirin materi-materi Pandji tadi (sumpah!). Betapa Mesakke Bangsaku ini, Bangsa Indonesia. Kita sebagai generasi muda, beberapa tahun lagi akan memimpin negeri ini dan mudah-mudahan bisa membawa bahtera bangsa ini ke arah yang lebih baik! (amiiin)
Well done, bro Pandji, well done!

Pose alay yang kurang all out bersama David Nurbianto ;)

Saya bangga, saya pulang tidak hanya dapat tawa, foto, dan tanda tangan saja, tapi juga dapat pandangan dan pengetahuan baru! Terimakasih Pandji, David, terimakasih komunitas Stand Up Comedy Pontianak, terimakasih Mesakke Bangsaku dan pihak yang mendukung, terimakasih @smartfrenworld J Semoga sukses buat Mesakke Bangsaku Makassar dan Jakarta! :)

Congratulations!
We live smart and we hate slow!

P.S: Sorry kalau kepanjangan, ini bukti bahwa saya nyimak acara dari awal sampai akhir :p

13/11/13

Congratulations, Marc Marquez! Aku padamu!



Tumben-tumbenan ngebahas MotoGP? Hehe.

Saya belum menjadi GP Mania sejati, saya hanyalah seorang nubi (semoga bukan nubitol). Iya, baru setahun belakangan ini saya mengikuti perjalanan MotoGP dari awal-akhir musim 2013 ini. Itupun berawal dari faktor ketidaksengajaan. Saat itu saya tidak sengaja menonton acara MotoGP Award 2012. Saat itu ada sosok yang mencuri hati saya (eaa). Dialah Marc Marquez, yang mana dengan usia 20 tahun sudah menyandang gelar Juara Dunia Moto2 2012. Tayangan Marquez yang paling saya ingat yaitu saat ia start dari posisi lumayan belakang, kemudian dengan gesit melewati beberapa rider dan memimpin kedepan hingga finish. Saat itu saya cuma bisa melongo. Entahlah, saya sebelumnya tidak pernah benar-benar menyimak MotoGP jadi saya tidak tahu apakah ada aksi yang lebih hebat daripada itu ;)

Setelah saya tahu ternyata Marquez naik level ke sirkuit MotoGP 2013, saya pun memastikan diri untuk mengikuti perjalanan karir tahun pertamanya di MotoGP dan menobatkan Marc Marquez sebagai satu-satunya jagoan saya. Bukan karena rider lain tidak hebat, tapi karena Marquez adalah satu-satunya rider yang saya tahu, saat itu. Bahkan Valentino Rossi pun hanya saya kenal tidak lebih sebagai bintang iklan Yamaha bareng Komeng L

i always like his smile. look so natural and honest
Race demi race saya ikuti, rider demi rider saya kenali, rule demi rule saya pahami, bahkan sejarah MotoGP pun saya maknai J Betapa menariknya dunia MotoGP ini. Saya mulai kenal dengan Valentino Rossi, yang mana katanya waktu muda dulu mirip sekali karakternya dengan Marquez. Marquez bahkan mengidolakannya. Saya kagum sekali dengan Rossi, dia tetap konsisten untuk tetap andil dalam MotoGP hingga saat ini. Saya rasa, Rossi sudah kenyang dengan prestasinya di MotoGP, tetapi dia tetap menunjukkan eksistensi dan konsistensinya. Tipe legend sejati J Kalau Dani Pedrosa, teman se-team Marquez, sering disebut Juara tanpa Mahkota, atau apa gitu saya lupa. Karena selama perjalanan karirnya, mentok-mentok cuma sampai Runner Up. Pedrosa bukannya tidak hebat, karena posisi runner up itu sulit dicapai dan tetap bermakna prestisius. Tapi entah mengapa Pedrosa tidak pernah menjadi juara dunia. Kalau kata Matteo, bapak-bapak komentator MotoGP Trans 7, Pedrosa kurang faktor “luck”-nya. Padahal skill dia sangat mumpuni. Kalau Jorge Lorenzo….Hmm… Dulunya dia rival terberat Rossi, sekarang rival terberat Marquez! Tapi kehadiran Lorenzo ini juga perlu, karena battle Lorenzo-Marquez-Pedrosa pasti selalu seru. Kalau tidak ada rival yang seimbang, kemenangan pasti jadi kurang “sesuatu”. Semakin besar hambatan untuk memperoleh sesuatu, semakin berharga pulalah sesuatu itu. Iya kaaan?

Race terakhir di Valencia, sirkuit Ricardo Tormo (10/11) Minggu kemarin, adalah race penentuan Juara Dunia MotoGP 2013 antara Lorenzo atau Marquez. Namun, karena Marquez unggul dalam jumlah poin, kesempatan baginya untuk menjadi juara dunia juga jauh lebih besar. Makanya kemarin Marquez woles aja, bermain aman. Sikap yang bagus kalau menurut saya, Marquez pasti diwanti-wanti oleh team untuk tidak melakukan kesalahan yang tidak perlu yang bisa menjauhkannya dari title juara dunia. Mengingat ia pernah kena penalty gara-gara menyenggol rekan se-team nya, Pedrosa, Marquez harus bersikap lebih bijaksana. Sebaliknya, Lorenzo tampil begitu agresif, pada awal race langsung battle dengan Pedrosa (ini seru banget), tidak memberikan kesempatan sedikit pun bagi Pedrosa untuk mengunggulinya (yaiyalah). Akhirnya Lorenzo pun berhasil finish di posisi terdepan, disusul Pedrosa, kemudian Marquez. Yeah, trio Espanola !

Meskipun finish di posisi ketiga, Marquez tetap menjadi Juara Dunia MotoGP 2013! Jagoan saya satu-satunya, anak baru di MotoGP, langsung jadi Juara Dunia!! Bayangkan apa yang ada di benak Pedrosa dan rider lain, “gile nih anak, gue bertahun-tahun mati-matian jadi juara, lah die baru masuk langsung jadi! Dunia ini nggak adil!” *kemudian jadi sinetron*

Yang lebih keren lagi, Marc Marquez yang banyak memecahkan rekor sebelumnya ini, kembali memecahkan rekor baru yaitu Juara Dunia Termuda Sepanjang Sejarah MotoGP.. WOW!! Jadi nggak sabar untuk menyaksikan MotoGP 2014 nih. Semoga Marc Marquez mampu mempertahankan gelarnya. Karena, konon kabarnya, mempertahankan sesuatu itu lebih sulit daripada mencapainya.

New bike MM|93 for MotoGP 2014!! COOL!

CONGRATULATION MARC MARQUEZ!!
I'm the Champion :-)
P.S. : Saya hanyalah seorang nubi GP Mania, jadi mohon dimaklumi dan mohon maaf kalau ada kesalahan/kekurangan :-)

12/11/13

Jumpa Lagi si Kampret Kemal Palevi

yo watsap brader?!
yo line, kakaotalk, my people, yo yo yo brader?!

Okeh, jadi ini adalah kali kedua aku menyaksikan stand up comedy Kemal Palevi secara live (idup-idup). Masih ingat yang pertama? Yang pertama tuh, bisa dibaca disini nih.. ehehe xD

Ini adalah kedua kalinya Kemal Palevi mengisi acara sebagai stand up comedian di Pontianak Kota Bersinar (#sedhap). Spesialnya, yang ngundang dia ini bukan komunitas SUC Pontianak, tapi anak-anak SMA (meskipun dengan bantuan SUC Pontianak, sepertinya). Jarang-jarang ada SMA sederajat di Pontianak ini yang berani bikin event besar kayak gini. Patut banget di apresiasi nih usahanya *prok prok* Lah kita yang anak kuliahan juga nggak mau kalah dong, dulu juga pernah kok, bikin rencana event ngundang artis. RENCANA. Bahkan rencana aja gagal, gimana realisasinya xD

Ini posternya
Jadi, dalam rangka ulang tahun SMAN 2 Pontianak yang ke-48, dibuatlah serangkaian event besar-besaran dengan berbagai rangkaian acara (maap aku kurang tau), dengan malam puncak dimeriahkan oleh seseorang yang pastinya udah familiar (terutama di kalangan abegeh kayak akoh), Kemal Palevi. Yah, doi bakal meramaikan acara puncak Jumat Malam (8/11). Meskipun aku ini udah seniornya SMA, dan aku bukanlah alumni SMA yang bersangkutan (dasar nggak tau diri), aku kan nggak bakal melewatkan event yang kayanya bakalan seru ini dong ya, jadinya sempet2in datang jam 8 malam, padahal acara mulai jam 7 malam, maklum ya, orang sibuk. Mana nggak pake mandi lagi dari sore. lalala.

Akibat keterlambatan ini, aku pun harus puas dengan menempati posisi yang kurang wueanak ini. *emang dapat posisi dimana mbabro? | di hatimu masbro. | lah hatiku bukan posisi yg wuenak dong mbabro? | iya, abis hati masbro udah diisi sama orang lain sih * ehmm... -_-

Meskipun cuma bisa nonton dari lantai 2, tapi kemeriahan acara tetap terasa. Acaranya banyak band, dance, sampe goyang caesar. Sayang seribu sayang, hampir lupa yang hadir disini sebagian besar adalah abege secara harfiah, jadi sempat ngedumel sendiri liat ini orang-orang yang pada datang kenapa kayak heboh sendiri, kesana kemari ngalungin kamera DSLR, tereak-tereak kalo ada anak band yang cakep, histeris kayak penonton Dahsyat. Sampe curiga, jangan-jangan ini pada penonton bayaran, dari awal sampe akhir kagak ilang-ilang itu semangatnya =) Ya maklum aja saya mah. Kita mah kalem aja.

Jam 10.30 pm si Kemal Palevi-nya baru muncul. Baru beberapa menit, eh cewek-cewek barisan depan malah pulang gara-gara ditelponin orangtuanya. Oiya lupa, becok cekolah pagiii. Mihihi. Maju dah selangkah xD

Apakah yang berbeda antara Kemal Palevi yang sekarang dengan yang saya saksikan Desember 2012 silam??? Materinya bro, lebih, lebih..lebih apaya....lebih VULGAR! (-.-") yang cowo-cowo pasti seneng banget nih dengar materi doi. Bisa sampe ngakak guling-gulingan ditepung roti jadi lumpia. Dan yang cewe-nya cuma bisa nyebut+nyengir+manggut manggut dapat pengetahuan baru. ehehe. Jadi selama ini....begitu kah yang ada dipikiran para pria? Jadi...Jadi.... Ah sudahlah...

Sepertinya Kemal ini adalah Bapak vvota se-Indonesia, dan sudah dianggap keluarga sendiri oleh wota-wota di seluruh pelosok negeri ini (._.") Iya, soalnya kemarin yang datang banyak juga cowonya, bawa-bawa light stick segala. Sampe saya kira saya salah masuk ke Theater JKT48. Mereka ini pastinya nungguin materi tentang JKT48, itu udah mutlak, tidak dapat diganggu gugat pastinya. Dan bisa ditebak juga, materi tentang JKT48 ini nyerempet-nyerempetnya kemana... Kemana-mana hatimu senang deh! =) Barangkali sekitar 80% materi yang dibawain Kemal malam itu ya tentang JKT48. Bisa dipastikan wota pun pulang dengan hati puas riang gembira karena apa yang mereka rasakan selama ini telah diwakili oleh Kemal. Saya pun paham lah xD Kemal selesai, acara pun berakhir, aku pun pulang. Di parkiran aku terheran-heran, kenapa ini ada wota yang masih semangat banget nyala-nyalain light stick. Loh, tapi kok dia ngarah-ngarahin motor gitu? Yaelah....tukang parkir ternyata (._.")
Foto ini diambil oleh seorang panitia. Lihatlah, betapa dekatnya mereka dengan stage. 

Dan...yak begitulah akhirnya aku pun bisa jumpa lagi dengan Meisi, eh Kemal Palevi =) Mengobati kerinduan karna udah lama juga nggak nge-live SUC. Meskipun kurang puas dengan segalanya (waktu, tempat, sampe sound), maklum aja, ini bukan acara khusus SUC. Tapi tenaaang, don't cry don't be shy, karena eh karena, 23 November 2013 ini bakalan ada Stand Up Special Show pertama di Pontianak, miliknya salah satu comic favorite-ku dan penuh inspirasi, yang mana bukunya udah ku review DISINI, dengan tajuk #MesakkeBangsaku by Pandji Pragiwaksono!! :D nggak sabar banget, tiket udah ditangan bro!!

13/08/13

INDONESIA dijajah (lagi) ?



Sebelum baca lebih lanjut, saya mau ngucapin Selamat Idul Fitri 1434 H. Mohon maaf kalau ada kesalahan yahhh. Mudah-mudahan belum telat, karena tidak ada kata terlambat untuk maaf-memaafkan kaann? ;))

Libur lebaran membuat saya jadi terlena dengan kebiasaan ngadem dirumah, kumpul keluarga, dan nonton TV. Tapi kebiasaan jadi nocturnal masih belum bisa dipulihkan. Untungnya acara TV semakin malam semakin bagus (saya jadi heran, kenapa acara bagus ditayangin malam-malam, justru acara gapen tayang pas prime time).

Saya barusan nyimak acara di Metro TV, kalau nggak salah judulnya “POLITIKA” semacam acara investigatif gitu. Saya memang nggak nyimak dari awal, tapi saya jadi tertarik ketika melihat ternyata yang dibahas adalah daerah perbatasan, kabupaten Kapuas Hulu Kal-Bar, tapi kecamatannya saya lupa hehe. Spesifiknya lagi membahas tentang pendidikan.

Awalnya saya kagum karena gambar yang saya tangkep pertama kali adalah sebuah sekolah dasar yang gede banget dengan fasilitas lengkap dimana siswa-siswi disitu dibebaskan dari biaya sekolah, bahkan ada asrama khusus siswa yang rumahnya jauh dan khusus pengajar agar tetap merasa nyaman meski mengabdi di perbatasan,  serta  bagi siswa berprestasi dijamin akan memperoleh pekerjaan. Wuih keren banget pemerintah Kapuas hulu. Tapi saya jadi geleng-geleng kepala ketika melihat bendera yang berkibar ditengah lapangan bukan bendera Indonesia, melainkan bendera Malaysia, bro. #OUCH.

Siswa-siswi sekolah itu banyak yang berkewarganegaraan Indonesia. Orangtua mereka tentu dengan suka hati anak mereka mengenyam pendidikan disana, gratis ini. Masa depan terjamin. Fasilitas memadai. Kualitas jangan ditanya. Sekolah gratis milik Malaysia ini tentu saja bagaikan hujan di musim kemarau panjang,  memuaskan dahaga akan ilmu dan impian masa depan yang cerah. (Tsaelah). Disaat kualitas pendidikan negara asal yang carut-marut, kemudian muncul Negara tetangga yang menawarkan pendidikan kualitas tinggi plus imingan masa depan. Kesempatan emas yang tampaknya tanpa resiko ini jelas saja menjadi pilihan. Interview dengan seorang pemuda yang sudah berpindah kewarganegaraan menjadi Malaysia mengatakan bahwa ia bukannya berkhianat dari Indonesia, tapi ini adalah pilihan yang tentunya akan memperbaiki kehidupannya. 

Pemandangan ironis terlihat sekolah yang berada di kecamatan perbatasan itu. Siswa-siswi Indonesia yang memilih untuk tetap bersekolah di Negara-nya, rela menempuh jalan sekitar 6 km BERJALAN KAKI ke sekolah tersebut, melewati jalan yang berbukit-bukit. Setelah sampai sekolah, PENGAJARNYA sering MANGKIR. Bayangkan. Udah capek-capek naik turun bukit setiap hari ke sekolah, eh nggak ada guru (hmm, kalau murid di perkotaan sih seneng nggak ada guru). Alasan guru yang mangkir adalah karena perjalanan dari rumah ke sekolah yang begitu jauh dan sulit. 

SEANDAINYA JIKA di Indonesia ada sekolah gratis serupa di Malaysia, tentu alasan-alasan tadi nggak berlaku lagi. Ada asrama guru, jadi guru nggak mungkin bisa mangkir ataupun telat. Ada juga asrama murid, jadi nggak perlu lagi jauh-jauh naik turun bukit setiap hari. Ada jaminan pekerjaan untuk yang berprestasi, semua murid pasti akan berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik, kualitas mereka pun akan meningkat. Kalau kualitas SDM sudah baik, Kapuas Hulu juga bisa maju karena pemudanya. Bukan nggak mungkin, Indonesia juga semakin maju dan terdepan.

Indonesia hampir 68 tahun lho merdeka. Dulu pahlawan kita berjuang mati-matian agar Indonesia ini merdeka. Tugas kita sekarang mempertahankan kemerdekaan ini. Pahlawan pasti sedih liat kondisi Indonesia saat ini, karena KITA TERNYATA TERJAJAH LAGI. Memang tidak dengan perebutan dan pendudukan wilayah, memang tidak dengan senjata, memang tidak dengan perang. Tapi dengan cara yang lebih halus namun menusuk lebih tajam. Dampaknya longterm. Karena yang dijajah adalah SDM terbaik Indonesia.

Salah satu triknya ya itu tadi, lewat sekolah gratis. Jaminan pekerjaan bagi siswa berprestasi. Pekerjaannya dimana? Jelas saja di Malaysia, karena sekolah gratis itu milik Malaysia. Syaratnya? Harus berpindah kewarganegaraan menjadi warga Negara Malaysia. Murid-murid berprestasi, SDM-SDM unggul Indonesia, bekerja untuk memajukan di Negara lain. Sayang sekali, kan?

Saya pribadi tidak menyalahkan mereka yang berpindah kewarganegaraan, karena saya juga membayangkan bagaimana jika saya berada diposisi itu. Dihadapkan dengan 2 pilihan, pilih hidup dengan keterbatasan dan ketidakpastian di Negara sendiri , atau hidup berkecukupan dan terjamin di Negara orang? Tentu saja saya pilih yang kedua. Sekarang bagaimana caranya saja agar ada pilihan ketiga : hidup berkecukupan dan terjamin di Negara sendiri, INDONESIA. Tugas pemerintah dan kerjasama warga Indonesia.



Selamat Hari Kemerdekaan RI ke – 68, Indonesia-Ku.

All about my special moments, stories, thoughts, or anything.

Your Number!

Categories

Who is "A"?

Foto saya
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Hello, there! I'm a medical practitioner, hmm but not really... hahaha. It's a pleasure for me to get you here, visitors!

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *

To get the latest update of me and my works

>> <<