A-Blog!

All about my special moments, stories, thoughts, or anything.
Tampilkan postingan dengan label Mikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikir. Tampilkan semua postingan

06/01/17

MOVIE REVIEW: Cek Toko Sebelah [2016]

Hello I’m back! *setelah vakum setahun, wow!*
Well, review abal-abal nan sotoy ini akan menjadi postingan pembuka di tahun yang baru ini.

Kalau berbicara genre film drama comedy, film-film Thailand masih tetap juara di hati. ATM, Suck Seed, A Little Thing Called Love, Bangkok Traffic Love Story, First Kiss, I Fine Thank You Love You, Hello Stranger, Teacher's Diary (....and many more), selalu meninggalkan kesan. Humor-humornya effortless. Bahkan film horror Thailand pun, masih sanggup membuat saya tertawa. Kalau melirik produk lokal, sebenarnya juga sudah banyak film bergenre sama. Tapi satu-satunya yang terlintas saat ini hanya Get Married, apa lagi ya? *langsung baper baca kata married*

Menonton film drama comedy selalu menyenangkan, ceritanya yang ringan dan sangat bisa di relate, membuat komedi yang dilemparkan dapat mudah diterima *mulai sotoy*. Makanya, Cek Toko Sebelah (CTS) jadi punya daya tarik sendiri bagi saya. Lebih tertarik lagi setelah baca retweet-an penonton CTS yang mengatakan bahwa CTS hampir setara dengan film 3 Idiots dan PK! Could you imagine! Bagi yang belum menonton 2 film ini, saya sangat merekomendasikan karena ini film Bollywood yang berisi, complicated tapi lucu. Ekspektasi saya pun akhirnya meninggi. Walaupun sebenarnya motivasi terbesar untuk akhirnya menonton CTS adalah karena ditraktir, kalau tidak, saya tidak yakin akan nonton. Tiket bioskop disini terlalu mahal bagi saya, dan lagipula film Indonesia akan cepat tayang di TV. *ups*

Berkas:Cek Toko Sebelah.jpg
sumber : wikipedia
CTS  merupakan film kedua yang disutradarai Ernest Prakasa, salah satu komika favorit saya. CTS bercerita tentang konflik dalam sebuah keluarga keturunan Tionghoa dibalut dengan komedi. Dalam film ini, Ernest juga menjadi salah satu pemain, karena menurut pengakuannya, demikianlah permintaan sang produser. Ernest berperan sebagai Erwin Surya, seorang laki-laki masa kini yang kariernya sedang bagus-bagusnya. Erwin mempunyai seorang kakak laki-laki, bernama Yohan, diperankan oleh Dion Wyoko. Yohan bernasib berbeda dengan Erwin, karier-nya sebagai fotografer tidak sanggup membuat ayahnya bangga, dan sebaliknya, sang ayah sangat membanggakan Erwin. Sang ayah biasa dipanggil Koh Afuk (diperankan oleh Chew Kin Wah), dalah seorang laki-laki paruh baya yang mengurusi sebuah toko sembako bersama beberapa karyawannya. Koh Afuk berniat untuk pensiun dan meminta Erwin untuk mengambil alih toko tersebut. Erwin dibuat dilema antara memilih untuk meneruskan kariernya yang sedang berada di puncak, atau meneruskan toko sesuai yang sangat diharapkan oleh ayahnya. Sementara itu Yohan merasa kecewa karena dinilai tidak akan mampu oleh ayahnya jika toko tersebut diberikan kepadanya. Lalu, bagaimana nasib toko Koh Afuk? Apa keputusan Erwin? Apa yang akan dilakukan Yohan untuk memperbaiki hubungannya dengan adik dan ayahnya? NONTON SAJA YA. Hehehe.

Kesan pribadi saya terhadap CTS, film ini sangat menghibur dan cocok untuk ditonton bersama keluarga atau calon pendamping hidup-mu. Acting Koh Afuk sangat menyentuh, sukses melelehkan air mata walau beliau hanya sendirian dalam suatu scene. Soundtrack CTS yang dibawakan oleh The Overtunes dan GAC pun mendukung dan kawin sama film ini. Dan yang tak pernah mengecewakan, kemunculan Adinia Wirasti (atau yang sampai sekarang masih saya panggil si Karmen) sebagai Ayu, istri dari Yohan. Ayu menjadi inspirasi bagi kita para kaum hawa, ia menunjukkan bagaimana seharusnya seorang istri bersikap saat suami dengan berada di titik terendah. *Eaaa* Saya memang selalu suka dengan si Karmen ini, sama sukanya saat melihat actingnya di film Kapan Kawin? bersama Reza Rahardian. Chemistry Ayu dan Yohan pun terlihat dan terasa sangat kuat. Kemunculan pemeran pendukung membuat semarak film ini, karena meskipun hanya di beberapa scene, mereka memberi kesan yang mendalam. Sebutlah Asri Welas, Awwe, Adjis Doaibu, Gita Bhebita, Dodit Mulyanto, dan lain-lain yang namanya saya tidak hapal, tapi mukanya saya kenal. Termasuk pula cameo yang muncul hanya sekali seperti Hifdzi hingga Kaesang Pangarep yang kehadirannya tak terduga dan bikin pecah. Semuanya memberi kesan tersendiri dan akan diingat dalam waktu yang lama. Jika kamu belum nonton, cobalah fokus pada baju sponsor yang dipakai oleh karyawan toko dan poster-poster yang menempel di dinding. Ngaco semua, parah nan epic. *lol*
 
Sedikit kesan berbau kritik dari saya untuk CTS, di beberapa bagian, komedi-nya kurang “effortless”. Mungkin karena sebagian besar yang terlibat adalah komika, jadi kelucuan masing-masing figur terasa seperti konsep dan kurang mengalir. Saking kuatnya drama dalam film ini, saya sebenarnya yakin kalau dibuat full drama tanpa embel-embel komedi pun film ini akan bagus, even better! Peran Gisela Anastsia sebagai pacar dari Erwin (yang saya lupa siapa namanya) juga menurut saya kurang memberikan kesan. Apa karena karakter yang dimainkan memang tidak kuat, atau memang Gisel gagal dalam menginterpretasikannya, saya juga kurang mengerti. Saya juga menyayangkan adanya adegan yang "drama banget" sehingga terkesan "sinetron banget", yaitu pada saat Yohan sedang curhat di kuburan ibunya, lalu tiba-tiba koh Afuk masuk dalam frame dan terlihat sudah mendengar semuanya. Seandainya adegan membaiknya hubungan Yohan dan ayahnya tidak diselesaikan dengan cara demikian. Hmm. Dan satu lagi, menurut saya pribadi dan to be honest, CTS masih jauh jika dibandingkan dengan PK maupun 3 Idiots. Memang sama-sama lucu, bermakna dan menghibur, tapi topik yang diangkat dan makna yang tersirat pada CTS tidak se"berat" kedua film tersebut.

Well, ini hanyalah review abal-abal nan sotoy, tidak ada kebenaran mutlak didalamnya karena hanya bersifat opini pribadi. Happy new year dan selamat menonton! ;)

08/01/15

Relatif Tidak Disukai

Aku baru-baru ini menyadari sesuatu yang sesaat lagi akan kuceritakan kepadamu. Sesuatu ini terkadang amat mengganggu pikiran. Mulut ini diam, namun hati berteriak ingin berontak. Apa sih ah.

bisik bisik tetangga (sumber)
Jadi begini. Kita semua pasti sepakat bahwa setiap manusia diciptakan berbeda satu dengan yang lainnya. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Tentu teman-temanmu pun karakternya berbeda-beda. Ada yang kalem ada juga ada-ada aja kelakuannya. Sayangnya, namanya juga hidup, kita nggak bisa maksain orang lain untuk suka sama kita. Pasti ada aja yang nggak suka. Hal yang bikin nggak suka bisa dari hal-hal remeh kayak cara bicara, cara jalan, sikap sampe hal-hal langka kayak kebiasaan nelan permen karet yang terbuat dari ban dalam bulldozer. Hehe. Macem-macem deh.

Nah, sesuatu yang baru kusadari adalah  ternyata sejak dulu aku berteman baik dengan orang-orang yang 'relatif tidak disukai' oleh orang kebanyakan. Kok bisa tau? Iya, jadi saat aku berteman dengan orang lain, mereka ini membicarakan betapa mereka tidak menyukai temanku yang 'relatif tidak disukai' ini dengan berbagai alasan. Mereka mungkin lupa kalau aku berteman baik dengannya, makanya woles aja pas cerita. Ataupun kalau ingat dan sengaja pengen tetap cerita, biasanya dibarengi dengan kalimat semacam, "eh iya lupa ada temennya disini". Saat itu aku cuma bisa diam, terus pergi. Rasanya campur aduk. Orang yang nggak punya masalah apa-apa dengan kita harus ngalamin omongan belakang punggung yang menyakitkan kayak gini. Suka nggak ngerti kenapa mereka segitu bencinya, apa sih salahnya? Sedih juga kalau dipikir-pikir, mungkin aku cocok berteman dengan orang yang 'relatif tidak disukai' karena aku termasuk dalam golongan itu. Siapa yang tau kan? :)

People always have something to say
Apapun yang kita lakukan, sebaik apapun bersikap, selalu ada celah buat jadi bahan komentar orang lain. Jadi ya siapin mental baja aja untuk bertahan hidup. Dunia ini keras bung! Kalo lembek mah onde onde! Tul nggak?!

26/12/14

Tipe Teman (yang nggak enak diajak) Curhat

Mamah Dedeh... curhat dooongg ah cyin.. yuk.. capcus

Di dunia ini, mau cewek atau cowok atau bahkan yang setengah-setengah pun, pasti demen sama yang namanya curhat. Cuma caranya aja yang beda. Kalau cewek cenderung detail, panjang dan tumpe kemane-mane, sedangkan cowok (setau sayah) sekedar garis besar aje..

Tujuan curhat sebenarnya nggak selalu butuh saran sih, kadang hanya ingin didengarkan. Tsaelah... Paling asik tuh curhat sama temen yang bersungguh-sungguh dengarin curhatan kita, antusias, dan nanggepinnya nggak males-malesan.. (setidaknya nggak usah ditunjukin keleus kalo males, kan jahat itu namanya) :|

Nah, tapi ada juga tipe teman yang nggak enak diajak curhat. Berdasarkan pengalaman nih (menurut hemat sayah), secara garis besar tipe-tipe-nya tuh kayak gini..

1. Suka Numpang Curcol
Ini yang paling menyebalkan nih. Pasti pernah dong, niat curhat ke temen tapi ditengah-tengah cerita tiba-tiba dia memotong gitu aja, kemudian lampu sorot pun mengarah ke dia. Suka nggak suka kita pun kembali duduk di baris penonton. Misalnya kita lagi curhat galau. "Aduh gimana yah.. Udah seminggu, tapi aku belum BAB juga deh. Padahal tuh.." terus langsung direspons "oh...kayak aku dulu tuh. Kalo aku sih.....trus...eh udah gitu....Jadi gitu." Lahhh, jadi kita yang dengarin. Kalo gitu sih kitanya cuma bisa nyengir kuda sambil nyikat wc saking keselnya (biar produktif bro).

2. Suka Bikin Down
Pasti juga pernah nih curhat ke orang yang salah kayak begini.. Niatnya pengen dapat semangat malah dijatuhin. Misalnya, "eh kira-kira kenapa ya akhir-akhir ini si X  tuh baikk banget sama aku, masa' aku ngutang gak pernah ditagih.. Ada apa ya, jangan-jangan..." terus direspon sama temen curhat "Oh dia kan emang baik ke semua orang." Hmm, ogitu, okay :|

3. Bocor
Yang ini nggak kalah ngeselin... Kadang dia itu nggak tau kalo hal itu nggak perlu dibilang ke orang-orang, atau dia tau tapi anaknya memang ceplas ceplos bin keceplosan.. Misalnya dulu kita pernah cerita kalo kita sebenarnya adalah Saras 008. Terus tiba-tiba saat ada sedikit kisruh, misalnya ada seekor cicak nyangkut di rambut seorang teman, dia berteriak dengan lantangnya "Tenang teman-temanku! Tenang. Di antara kita ada Saras 008 yang jago bela diri, dia akan menghabisi cicak bedebah itu!" Kan kalo udah begitu, kitanya jadi tengsin...

Kalo menurut kamu, apalagi sih tipe-tipe teman yang nggak enak diajak curhat?
*Pake pertanyaan di akhir biar kayak blogger*

18/11/14

Saya Butuh Angkot!



Hari ini hari pertama bbm naik, premium yang tadinya 6500/lt jadi 8500, dan solar yang tadinya 5500/lt jadi 7500/lt. Lumayan gede juga sih kalau diakumulasikan, apalagi buat mahasiswa tak berpenghasilan kayak sayah...
sumber gambar

Saya sih menaruh kepercayaan cukup tinggi kepada presiden dan jajarannya, keputusan ini tentunya udah melalui berbagai pertimbangan, and well, bbm akhirnya memang harus naik meskipun harga minyak dunia lagi turun. Mungkin si minyak terlalu sering ngikutin style Syahrini, jadinya dia ketularan naik-turun chanthiikkk...

Kemarin malam setelah pengumuman resmi dari presiden, saya buru-buru ke pom bensin. Saya kira cuma saya aja yang kepikiran memanfaatkan momen beberapa jam sebelum kenaikan harga bbm ini, eh ternyata rame juga orang-orang pelit di dunia ini. Oh bukan, saya sih ngantre bensin bukan karena pelit sama dua ribu rupiah sih, sebenarnya saya cuma pengen jadi bagian dari peristiwa bersejarah aja...

Dari sumber yang saya pernah baca, salah satu alasan kenaikan harga bbm itu untuk mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi, yang mana sekarang ini udah kayak ketombe, menyebar dengan brutal di tiap ruas jalan. Jadi orang mikir-mikir lagi deh kalo mau pake kendaraan pribadi, udah bbm mahal, macet pula. Mending naik kendaraan umum. Itu juga sebenarnya kalau kendaraan umumnya udah memadai..

Ngomong-ngomong soal angkot, nasib angkot di Kota Pontianak ini luar biasaaaa, menyedihkan. Angkot jadi barang langka disini. Sejauh mata memandang hanya ada motor, mobil, dan gerobak molen dan es tebu. Kemana angkot-angkot ini bersembunyi? Malahan saya lebih sering lihat angkutan antar kota dan antar negara. Beda banget dengan Bandung. Dulu selama 4 hari saya di Bandung, kemana-mana ya pake angkot. Rute-nya jelas dan gampang nemuinnya. Ketinggalan 1 angkot, datang 1000 angkot. Jalan kaki beberapa meter buat ke jalan raya/ ke tempat tujuan sih gak masalah... Biar sehat dan kurus juga gitu kan.

Angkot di Kota Pontianak itu kayaknya nggak pernah jadi hal yang dianggap masalah yang dipertimbangkan oleh Pemkot. Padahal nggak semua orang punya kendaraan pribadi. Atau justru orang jadi mau nggak mau beli kendaraan pribadi gara-gara nggak ada angkot. Mungkin Pemkot berpikir, Kota Pontianak masih aman dari kemacetan, jadi buat apa juga angkot. EMANGNYA MAU NUNGGU MACET DULU BARU DICARI SOLUSINYA?

Kebiasaan orang Indonesia emang gitu tuh, kalau udah ketiban sakit baru deh sibuk cari obatnya. Kalau udah terjadi kejahatan baru deh dibuat kebijakan dan hukumnya. Kalau udah paru-paru bolong karena rokok baru deh nyesel.. Bukannya mencegah dari awal agar itu tidak terjadi.

Angkot itu banyak gunanya. Kita bisa jadi lebih disiplin, berangkat lebih awal untuk bangsi waktu menunggu angkot. Kita jadi lebih sehat, olahraga rutin ngejar angkot dan jalan kaki ke jalan raya/tempat tujuan. Kita jadi lebih hemat, kalau dihitung-hitung emang naik angkot lebih murah sih. Kita jadi nggak capek, tinggal duduk aja berasa pake supir pribadi. Kita juga jadi nggak mubazir, nggak kayak mobil gede yang isinya cuma 1 orang. Terakhir, dengan naik angkot, kita juga turut membantu sang sopir angkot mempertahankan matapencahariannya.

Well, cuma bisa berharap sih suatu saat nanti Pemkot memperjelas nasib angkot-angkot disini. Bayangin angkot dengan kualitas yang baik, kuantitas yang banyak, dan rute yang jelas, yakin deh, nggak bakalan ada lagi pemandangan angkot kosong tak berpenumpang. Cukup hati ini aja yang kosong, Pak. Tolong, Pak, saya butuh angkot!!!

02/09/14

OSPEK yang Kehilangan Makna

OSPEK - Orientasi dan Pengenalan Kampus

Masih belum basi ngebahas OSPEK di tahun 2014 selama konsep OSPEK di Indonesia masih jadul, norak, kampungan, minim makna, dan sarat bullying kayak begitu...

Kita mulai dari OSPEK yang saya alami beberapa tahun yang lalu. Saya berkuliah di kampus yang terbilang baru untuk saat itu. Beruntung  OSPEK nya tidak sekejam kampus sebelah, entah karena masih muda jadi belum banyak referensi, atau memang mau dibuat beda. Tapi kata senior-senior dulu sih, OSPEK di kampus saya itu memang beda, karena lebih menekankan pada pengenalan kampus. Katanya lho ya...

Kenyataannya, tetap ada hal-hal kecil yang saya anggap sebetulnya tidak perlu. Seperti, pergi ke kampus pada masa OSPEK tidak boleh bawa kendaraan sendiri. WHY??? Saya masih belum tau tuh alasannya sampe sekarang. Ini menyulitkan bagi maba-maba yang hidup sebatang kara, mau ngerepotin siapa buat ngantar OSPEK di pagi buta kayak gitu? Terus yang ngantar cuma boleh sampai batas tertentu, entar mabanya diteriakin sama senior disuruh jalan jongkok dan lari ke kampus. Hadeh... Usul deh, gimana kalau senior-seniornya aja yang ngantar jemput maba... Kalau nggak mau, ya biarin dong maba bawa kendaraan sendiri. Rempong.

Ada lagi disuruh buat-buat name tag, meskipun di kampus saya itu name tag nya nggak ribet (cuma persegi panjang ditulis nama), tapi ukurannya kenapa harus segede itu dan dikalungin di leher, jadi berasa tahanan... Katanya biar senior kenal, tapi perlukah sebesar dan senorak itu? Apa nggak cukup pake name tag orang kantoran? Kalau urusan seragam OSPEK ya saya toleransi deh, toh dari TK-SMA kita terbiasa diseragamkan... Sekali lagi saya masih beruntung OSPEK di kampus ini, tugas yang diberikan nggak terlalu aneh-aneh, nggak disuruh bawa kacang ijo 1000butir, nggak juga disuruh kumpulin nyamuk jantan dan betina, seingat saya cuma bikin essay, ringkasan berita tengah malam, gitu-gitu aja. Tiap kesalahan pun dihargai PUSH UP atau punishment lainnya, lumayan deh yang jarang olahraga. Mereka tidak menyentuh fisik kami, tidak main fisik secara langsung, hanya verbal ataupun melalui punishment itu. Kalau tentang muatan sih, lumayan deh, maba dikasih materi-materi tentang kampus, cuma sayangnya itu hanya teori. Keluar dari ruangan udah lupa lagi :( Saya sungguh menyayangkan kenapa tidak ada tour kampus, namanya juga PENGENALAN KAMPUS. Kenalin dong, dimana ruangan ini dan itu, bagaimana sistem birokrasi kalau mau mengurus ini dan itu, bahkan kenalin juga satpam dan petugas kebersihan kampus kalau perlu. Saking butanya saya sama ruangan kampus, alhasil hari pertama kuliah saya muter-muter nanya sana-sini cari ruang kelas. Hadeh....

Kelar OSPEK fakultas, ada lagi yang namanya OSPEK jurusan, muatan kurang-lebih sama tapi lebih 'keras' dan intens. Kurang pinternya saya, tahun berikutnya malah mendaftar jadi panitia. Rencananya sih, bersama teman-teman lain, kita mau 'merubah sistem', ujung-ujungnya ya terikut arus sistem itu juga. Saya bukan senior sejati, ngeliat maba dimarah-marahin teman sendiri yang notabene 'panitia urusan marah-marah' malah jadi sedih bukannya senang.. *lol*

Intinya sih ya, menurut saya OSPEK yang ideal itu ya pengenalan segala aspek kampus kepada maba biar mereka nggak kagok pas udah masuk kuliah beneran. Dulu saya pernah baca artikel tentang OSPEK di negara mana gitu saya lupa, kegiatan OSPEK selama satu minggu namun bersifat pilihan bagi maba, resiko bagi yang nggak ikut ya mereka bisa ketinggalan. Isinya ya pengenalan kampus, tour kampus, seminar, terus acara keakraban gitu biar kompak dan saling kenal. Senior bertugas MENDAMPINGI. Junior justru akan respect dong dengan senior yang baik hati dan suka menolong?

Makanya, omong kosong lah kalau 'OSPEK' dianggap sebagai cara untuk membentuk karakter. Karakter apa? Karakter 'melakukan sesuatu karena paksaan dan takut dihukum senior'? Melatih kekompakan dan keakraban satu angkatan, karena kalau satu orang melakukan kesalahan, satu angkatan rata kena hukuman? Itu sih terjadi karena di bawah tekanan, bukan reaksi alam bawah sadar. Melatih respect ke yang lebih tua? Bukan respect, bukan segan, tapi takut... Plus KZL *lol*

Jangan main-main lho sama maba. Beberapa tahun lagi mereka yang naik dan megang Negara ini. Emang mau Indonesia Tercinta dipegang sama orang bermental kacung (tunduk, takut, patuh sama yang berkuasa)? Setdah kenapa jadi pake slogan Prabowo ini. Tapi ini bener lho..

OSPEK ala Indonesia ini nggak juga sepenuhnya salah, ada sih manfaatnya, tapi lebih banyak mudaratnya :( Maba keluaran OSPEK yang tahun depannya mendaftar jadi panitia, pasti punya benih-benih ingin balas dendam. Kalau saya nggak gitu lho ya , nggak ngaku.. Contohnya teman saya dari kampus sebelah, menjadi maba keluaran OSPEK yang sadis, kemudian tahun depannya OSPEK tidak sesadis di tahunnya dia. Bukannya bangga, dia justru kecewa, karena maba tidak merasa apa yang mereka rasakan dulu.. Tuh kan, jiwa kemanusiaan udah tertutupi dengan yang namanya dendam dan semangat ngerjain...

Jangan sok-sok militer deh,apa sih hubungan jurusan ekonomi, hukum, kesehatan, keguruan, dll dengan militer... Udah deh, untuk urusan yang satu ini bolehlah kita meniru negara lain, masih ada cara yang lebih smooth, ngena dan menyenangkan untuk mencapai goal yang sama...

Jadi malu saya dulu pernah ngepost yang isinya berbanding terbalik dengan ini... (--_--)v

02/05/14

Tentang KKN di Pelosok Negri

KKN (Kuliah Kerja Nyata) adalah sebuah program dari kampus dengan sasaran mahasiswa tingkat akhir, dimana nantinya mahasiswa dari berbagai jurusan ini disebar ke wilayah-wilayah pedalaman. Tujuannya adalah sebagai wujud pengaplikasian teori yang selama ini telah didapatkan di kelas terhadap lingkungan yang NYATA, dalam hal ini adalah masyarakat.

Esensi dari KKN ini sesungguhnya adalah sebuah pengabdian masyarakat, sebab kita bekerja tanpa imbalan, tanpa upah. Nyatanya, kesadaran akan pengabdian ini tidak tumbuh dengan sendirinya di jiwa mahasiswa kebanyakan, melainkan melalui bentuk KKN yang bersifat wajib, dengan hasil evaluasi berupa nilai. Ya, memang bukan upah berupa materi, namun nilai, maka belum bisa dikatakan ini murni pengabdian. KKN ini sedang hangat dibicarakan di kampus saya, ada yang pro dan ada yang kontra. Saya disini mencoba melihat dari sudut pandang "pro", diluar dari "kemalasan" saya untuk bersusah-payah mengikuti program ini.

KKN dengan model seperti ini memang baru tahun ini diikuti oleh kampus saya, kami adalah angkatan percobaan. Sebelumnya, program mahasiswa tingkat akhir yang dilakukan yaitu PKL (Praktek Kerja Lapangan) dimana mahasiwa di tempatkan di apotek-apotek (saya mahasiswi farmasi, btw), lebih sering dikenal sebagai magang. Namun kini PKL ditiadakan dan KKL sebagai gantinya, dengan alasan yang masuk akal menurut saya, yaitu PKL diperuntukkan bagi mahasiswa profesi apoteker.

Kemudian banyak yang bertanya, apa korelasi farmasi dengan KKN di pelosok negri? Banyak yang beranggapan, ini tidak sesuai, tidak ada garis penghubung. Paradigma KKN yang biasa kami terima -saya dengar dari teman-teman- adalah membantu warga membuat gapura, membangun fasilitas warga, dsb, atau kasarnya disebut "nukang". Sungguh tidak nyambung dengan teori obat-obatan yang kami terima!

Tidak.... Saya pikir tidak demikian. Menurut saya, kita kuliah tidak melulu untuk mendapatkan ilmu ataupun teori sesuai bidang kita. Saya justru merasa yang paling penting dari bangku kuliah adalah pengembangan pola berpikir. Memahami suatu permasalahan. Mengenal karakter manusia. Memahami diri sendiri. Dan ini luas sekali jangkauannya.

KKN menuntut kita berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Maka kita pun harus memahami karakter umum dari masyarakat tersebut. Pemahaman ini akan menjadi jembatan bagi kita untuk masuk dengan mulus dalam lingkungan mereka. Masyarakat yang dikunjungi mahasiswa KKN tentu memiliki ekspektasi tersendiri, apa yang akan mahasiswa ini berikan terhadap lingkungan mereka. Justru jangan sampai mereka menganggap kita pengganggu. Mungkin tujuan kita datang kesana adalah untuk melaksanakan tugas. Namun ada baiknya kita memposisikan diri sebagai orang yang ingin belajar dengan mereka, kita butuh mereka. Maka nantinya proses ini dapat berjalan menyenangkan bukan? Simbiosis mutualisme.

Saya yakin KKN akan mengajarkan kita BANYAK hal yang tidak kita dapatkan di bangku kuliah. Bisa jadi memang tidak sejalan dengan bidang ilmu yang sedang kita tekuni. Namun saya yakin ada kaitannya meskipun tidak langsung. Kita bisa belajar bersimpati, berbagi, dan juga, mandiri. Untuk yang bukan anak rantau, KKN akan menjadi pengalaman berharga, bagaimana kita bisa menjalani hidup di lingkungan orang, jauh dari orang-tua, dan yang ada hanya teman seperjuangan serta masyarakat yang tidak kita kenal. Sikap kemandirian kita akan muncul dan diuji.

Saya memang belum memahami betul detail konsep dari KKN ini, namun inilah yang bisa saya tangkap cerita yang beredar. Jadi teman-teman seperjuangan, marilah kita turunkan sedikit ego untuk melaksanakan program ini Agustus mendatang dengan hati yang ikhlas. Tidak lagi dirundung rasa tertekan dan terpaksa. Percayalah, ini akan menjadi momen tak terlupakan, pelajaran berharga, dan yang pastinya worth it.  Ini sarana bagi kita untuk bisa mengabdi, memberikan apa yang kita bisa dan mampu, kapan lagi, iya kan? Bukankah "sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama"?. Mungkin kalian tau bagaimana rasanya ketika kita melakukan sesuatu dengan ikhlas, sesuatu yang ternyata begitu berarti bagi orang lain. Priceless, bukan?


Ini yang saya kutip dari website Bapak Thamrin Usman (Rektor UNTAN):
KKN Kebangsaan 2014 yang akan diadakan di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia ini ditujukan sebagai salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan jiwa nasionalisme serta agenda untuk belajar budaya dan melatih kepekaan sosial mahasiswa yang terlibat nantinya.


COMING SOON : KKN Kebangsaan 2014, 18 Agustus - 18 September.
Ganbatte! :)

18/02/14

Turun Tangan Pontianak in Action!

Beberapa bulan yang lalu, saya tergabung dalam sebuah gerakan yang skalanya se Indonesia, yang seluruh anggotanya bergerak atas dasar percaya dan optimisme terhadap seorang tokoh, Anies Baswedan. Ya, saya adalah salah satu relawan Turun Tangan, khususnya  region Pontianak (@TurunTanganPTK). Siapa Anies Baswedan? Apa itu Turun Tangan? Come on, ini 2014, jangan malas buat cari info. Cek aniesbaswedan.com dan turuntangan.org serta relawan.turuntangan.org untuk melihat tulisan-tulisan relawan, saya pikir disana sudah sangat bisa menjawab pertanyaan itu.

Tidak hanya urun angan, tapi Turun Tangan!
Bagaimana awalnya saya bisa 'tercebur' dalam gerakan ini? Takdir, saya rasa. Karena ceritanya seperti kebetulan. Saya memang seperti terarahkan untuk sampai disini. Tapi keputusan bergabung sesungguhnya itu butuh pemikiran juga. Gerakan berbau politik yang notabene mendukung seorang tokoh menjadi presiden, dan itu bukan main-main. Saya dulu buta sama sekali tentang politik, sekarang pun masih dalam proses belajar. Yang saya tau, politik itu licik. Makanya saya takut diperalat. Tapi, ketika saya menggali lebih banyak tentang siapa Anies Baswedan, mengapa ia ingin menjadi presiden, apa visi misinya, dan apa itu Turun Tangan, maka saya menyimpulkan, ini gerakan yang luar biasa!

Jadi, ada seorang tokoh yang diminta untuk mencalonkan diri menjadi presiden,kemudian beliau menyanggupi. Namun beliau tidak 'nampang' di media ataupun baliho. Bagaimana mungkin masyarakat tau bahwa ia layak jadi presiden? Kemudian terbentuk lah suatu gerakan dukungan, yang isinya adalah orang-orang tulus dan ikhlas mendukung tanpa dibayar, karena mereka tau, yang didukung adalah orang yang tepat (dengan track record bisa dibilang tanpa cacat). Mereka mendukung dengan cara yang berbeda, mereka turun tangan langsung membantu permasalahan yang terjadi di negeri ini, bencana, pendidikan, kebersihan, maupun aksi-aksi lain,tidak sekedar bicara, tidak sekedar urun angan, tapi turun tangan. Ini yang menggugah hati saya. Seorang tokoh bisa menggerakkan 10.000 lebih orang dan sebegitu banyak orang bisa menaruh rasa kepercayaan tinggi kepadanya, rela turun tangan untuk melakukan aksi nyata. Betapa sistem yang mengagumkan, saya merinding tiap melihat aksi relawan Turun Tangan yang begitu semangat dan ikhlas...

Disinilah saya, aksi kami di Turun Tangan Pontianak memang tidaklah besar, belum cukup untuk mengubah Pontianak semaju kota-kota di Pulau Jawa, belum cukup untuk mengembalikan hutan yang telah hilang, belum cukup untuk menyelesaikan kasus human trafficking. Tapi saya percaya, perubahan besar selalu bermula dari hal yang kecil. Maka kami lakukan apa yang kami bisa dan mampu. Inilah aksi kami : City Clean Up di Taman Alun Alun Kapuas Pontianak.

Ini adalah kali kedua kami melakukan city clean up (bagi saya yang pertama). Memang benar,sudah ada petugas kebersihan. Memang benar, tempat sampah sudah disediakan. Tapi, yang terlihat di lapangan adalah, begitu rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, bahkan tempat sampah tidak sampai 3 meter didepan mereka. Maka, inilah sesungguhnya visi kami, bukan hanya membersihkan kota dari sampah, tapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat atas kebersihan kotanya sendiri.

Inilah yang terjadi. Kami berseragam merah, memang tidak dengan kuantitas yang banyak, tapi semangat kami menggebu-gebu. Beraneka ragam tanggapan orang, ada yang bingung, bertanya-tanya, mengapresiasi (bahkan mendoakan agar kami dapat pahala), dan ada yang ikut turun tangan membantu memungut sampah. Ini yang membuat saya pribadi tersentuh. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, turut bergerak memungut sampah disekitar mereka. Saya tersentuh karena ternyata aksi ini menular. Kami semua berharap agar sejak hari itu, siapapun disana yang ikut dan melihat aksi ini, ketika akan membuang sampah sembarangan mereka akan ingat ini, dan kemudian mengurungkan niatnya.

Secara kebetulan (atau telah digariskan), saat kami melakukan aksi, sedang ada orasi dari sebuah ormas. Orasi itu benar-benar semacam soundtrack bagi kami, entah apa yang diteriakkan, tapi orasi itu mengiringi dari awal hingga akhir aksi kami. Orasi ormas bubar, meninggalkan jejak berupa sampah yang terhampar. Mereka seperti memberi kami pekerjaan lembur. Kami bergerak maju ke depan pentas bekas orasi, memunguti 'peninggalan' mereka yang ironisnya baru saja berbicara tentang INDONESIA dengan lantangnya, kemudian kami biarkan orang-orang berspekulasi. Ini seperti setali tiga uang...

Turun Tangan Pontianak in Action!
Begitulah aksi kami, kecil namun semoga bermakna. Indonesia butuh lebih banyak orang yang mau beraksi nyata untuk membawa perubahan bagi Indonesia yang lebih baik. Mari kita sama-sama turun tangan, bahu membahu,bergotong royong untuk mewujudkannya :)

Mission completed. Sampai jumpa di aksi berikutnya. Salam pejuang!

Last but not least...
http://aniesbaswedan.com/inspirasihttp://aniesbaswedan.com/inspirasi

http://aniesbaswedan.com/inspirasi


15/01/14

Pray For INDONESIA's TV Shows

Hello Indonesians! Saya tau akhir-akhir ini anda semua merasa diresahkan dengan TV Shows yang setiap hari wara-wiri di layar kaca, mencekoki adik-adik kita dengan suguhan yang kurang pantas untuk seusianya, dengan moral value yang sangat minim, dan lama-kelamaan bisa menimbulkan dampak negatif, seperti mual, muntah, hingga BAB di tengah jalan. Terinspirasi dari artikel keren (dengan komik) di sini, saya akan mecoba menelaah satu per satu.

1.   Penontoooon, kepsmaaal!

Acara ini merupakan perpanjangan dari acara khusus bulan Ramadhan yang dulu tayangnya pas sahur. Saya nggak tau apakah dari jaman pertama kali tayang konsep nya udah begitu (joget-joget à kuis à joget-joget à sketsa pendek à joget-joget à drama cinta segitiga hostnya à joget-joget à gombal papa kamu à joget-joget à crew ngeksis à joget-joget), soalnya Alhamdulillah jaman sahur dulu saya nontonnya bukan itu.

Jadi acara ini konon tayangnya 4 jam setiap hari!!! Saya nggak tau, soalnya nggak pernah ngitung. Sialnya, gara-gara ni acara, film yang biasa ditayangin station tv tersebut jadi mundur dan terlalu larut untuk disimak. Untung di laptop banyak film (oops, something illegal detected).

Jadi ngapain aja itu 4 jam? Ya gitu, berjalan dengan siklus konsep diatas terus-menerus. Bayangkan 4 jam, seharusnya bisa diisi acara yang lebih berfaedah, betul Ibu-Ibu? Apalagi tayangnya pas prime time dimana kebanyakan keluarga lagi nyantai sambil nonton tv. Betapa sia-sia nya… Kalaupun emang harus tetap ada ni acara, mbok ya dikurangi durasi nya ngono lhooo, 1 jam kek,… 5 menit kek… kayak Kuis Kebangsatan

2.       REALity show(?)Apa-apaan ini!!!

Nah, ini dulu sempat menjamur dimana-mana. Sekarang udah lumayan berkurang sih reality show yang berkonsep drama, tapiiiii, muncul lagi konsep yang baru : hipnosis-orang-jadi-tidur-terus-cerita-aib-nya-secara-jelas-dan-lancar-terus-bangun-pura-pura-nggak-ingat dan hypnosis-orang-jadi-tidur-dan-mau-melakukan-apapun-ciumin-sepatu-lari-larian-ngejar-penonton. Padahal setau saya sih, yang namanya orang terhipnosis itu akan menjadi sangat malas dan lemah, boro-boro gnomon(dengan jelas dan lancer), gerakin badan aja mager dia. Lagian, saya juga pernah baca bahwa orang yang dihipnosis cenderung berkata yang tidak jujur, makanya tidak diterapkan dalam introgasi tersangka/terduka beersalah di dunia Hukum.

3.       Sinetron. Appaaahh! Dasar anak pembawa sial!! (must be censored)
Yaahhh ini mah udah tontonan wajib orang Indonesia, dari dulu udah ada, seperti sudah mendarah daging, mengakar, dan membudaya. Cuma yang sekarang-sekarang ini jadi semakin lebay. Sinetron baru bermunculan dengan premis yang sama:

(a)  si miskin dan si kaya à jatuh cinta à ditentang keluarga à si kaya dijodohkan dengan orang lain à orang tersebut adalah penjilat dan mengincar hartanya à 18.987 episode kemudian (sampai beranak cucu)…. à semuanya baikan à happily ever after.

(b) secara konsep sama dengan (a), tapi dengan nuansa yang lebih anak muda banget, latarnya selalu di sekolah tapi nggak pernah belajar. Isinya pembullyan si miskin oleh si kaya.

(c) Yang paling absurd…. Judul sama isi nggak ada hubungan, tokoh utama udah nggak ada, tapi sinetron tetap berjalan, dengan muka-muka baru bermunculan… Ajaib memang, hanya Indonesia yang bisa.

Mari ingat-ingat sinetron jaman baheula… Semacam ‘Keluarga Cemara’ dan ‘Si Doel Anak Sekolahan’, meskipun pemainnya tidak se-goodlooking yang sekarang, dan wardrobe yang seadanya (mengingat perbedaan jaman), pokoknya dengan segala keterbatasan yang ada, toh sinetron itu secara nggak langsung mampu memberikan pendidikan moral bagi penontonya. Penonton aja masih ingat gimana susahnya si Euis jualan opak buat bantu orangtua dan adik-adiknya (Keluarga Cemara), dan gimana perjuangan si Doel mengubah stigma orang-orang yang beranggapan orang Betawi itu ‘tertinggal’ sampe akhirnya Doel jadi orang sukses (Si Doel Anak Sekolahan).

Mari kita doakan agar sinema elektronik di Indonesia ke depannya bisa lebih kreatif dengan mengangkat tema yang tetap up-to-date tapi dengan dialog yang baik dan jalan cerita yang ‘masuk akal’.

4.       Gosip. Digosok makin siiipph!
Wah ini sih demenan para wanita. Yah tapi males juga sih kalau liputannya cuma hal-hal ter-nggak penting di dunia semacam ini:
· liputan tentang skuter (selebriti kurang terkenal) yang mejeng-mejeng muka dompreng kasus yang tengah mengudara.
·  Topiknya diulang-ulang 3x setiap hari selama 3 bulan.
· Wartawan yang terlalu kepo ngurusin urusan orang sampai isi liputannya cuma pengejaran mobil, rekaman rumah yang kosong, wawancara pembantu dan pak RT (padahal ngomongin kasus perceraian)
· Ngikutin skuter belanja (sok nyebut harga, ngambil banyak banget sambil cengar-cengir, padahal dalem ati meringis
· Dan yang nggak penting lainnya…(kok saya kayak paham bener yak).

5.       Eaaa Eaaa Eaaa!
Kebeneran saya nonton pas episode terakhir sebelum akhirnya di stop oleh KPI, gara-gara nampilin orang makan kodok hidup secara LIVE! Tapi kemudian muncul kembali dengan konsep yang sama, host yang sama, judul yang sama hanya saja dengan tambahan “BUKAN” di depannya. Eww… show must go on, begitu?

Sorry to say but, saya kurang respect sama host-nya yang suka asal ngomong, suka motong, ngelempar pertanyaan yang bukan inisiatif sendiri (jadi terkadang kurang mengupas tuntas), dan kurang bisa bawa suasana. Orang lagi ngomong serius, dianya becanda… Hal yang jadi poin penting, malah nggak sempat tersampaikan gara-gara ketutupan sama potongan dan candaan si host. Mending candaannya lucu, lah ini, ngatain orang, ngelempar bibir ke penonton, atau jatuh dari kursi. Mana penonton tumpeh-tumpeh sampai ke set panggung…

6.   Disana gunung disini gunung, wah kita tersesat!

Kalau yang ini nih, padahal dulu suka sih sama TV Show yang satu ini karena temanya yang tradisional dan pemainnya yang kocak-kocak. Kalau sekarang, entah mungkin bosan karena terlalu sering dan lama, ditambah lagi slaptic-nya yang makin kental, dan candaan yang gitu-gitu aja, jadinya… gitu deh…

7.   Masak Aeerrrr biar mateng

Sejujurnya saya cukup salut sih sama pria berkumis di atas itu, soalnya dia kreatif, cepet mikir, dan perbendaharaan kata-nya terkadang kita nggak kepikiran. Jadi suka 'emejing' sendiri dengernya. Pasti nggak gampang tuh kayak begitu, butuh jam terbang yang tinggi (ahelah). Tapi mungkin yang dimaksud gambar di atas itu tentang kata-kata yang kelewat kasar, ngejelekin orang yang nggak kira-kira, takutnya malah ngajarin nggak bener sama anak-anak yang nonton. Semoga om Kumis bisa semakin bijak deh.

8.     Acara-aneh-yang-nggak-tau-apa-namanya
     Kalau ini gambarnya dari saya. Yang ini nggak sengaja nonton dan bertahan di channel itu karena melihat sesuatu yang, err…. nggak pernah lihat sebelumnya di TV Shows manapun. Saya nggak tau ini acara apaan, lihat aja :

Entah mereka lagi ngapain saya juga nggak tau, tapi mereka ditimpa-timpa gitu terus ntar ada yang ngitung berapa hitungan gitu semacam smackdown... Yang cowok badan kekar mah gak masalah, lah kalau yang cewek kan berabe tuh...

Begitulah segelintir TV Show yang sedang marak di Indonesia… Yang tersebut di atas memang yang negative, tapi masih banyak kok TV Show yang layak ditonton dan keren. Pandai-pandai aja kita sebagai penonton buat memilah dan memilih. Pengawasan orangtua juga penting nih. Jangan malah ngajak anak dibawah umur buat ikutan nonton gosip mentang-mentang emaknya demen...

Kalau kata @amrazing nih :

Sumber komik yang ajegile keren itu dimari ya >>> sumber air sudeka <<<

21/12/13

Inovasi Konsep E-Learning Untuk Tingkatkan Minat Siswa


Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin canggih dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Salah satunya ialah melalui metode berbasis media elektronik, yaitu metode E-Learning (Electronic Learning). Dengan metode E-Learning, guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam penyampaian materi ajar, sedangkan siswa diharapkan dapat lebih aktif dan kritis dalam menanggapi suatu materi pembelajaran. Suatu penelitian membuktikan bahwa metode pembelajaran dengan E-Learning dapat meningkatkan daya serap siswa sekitar 70-80%, sedangkan dengan metode pembelajaran biasa / konvensional hanya sebesar 30%. Perbedaan yang signifikan ini semestinya dapat menjadi pemicu untuk pengembangan, penyempurnaan, serta pengaplikasian metode E-Learning dalam sistem pendidikan di sekolah. Selain fasilitas yang memadai, konsep yang matang dan jelas juga menjadi salah satu penentu keberhasilan penerapan metode ini. Konsep tersebut harus dikemas secara menarik untuk meningkatkan minat belajar siswa, sehingga nantinya tujuan yang diharapkan pun dapat tercapai.

Adapun konsep pembelajaran dengan media elektronik yang mungkin dapat diterapkan bagi pengajar di sekolah adalah sebagai berikut.

1. Penyampaian materi ajar di kelas
Guru menyampaikan materi ajar di kelas menggunakan alat peraga atau slide Power Point yang ditayangkan menggunakan proyektor. Alat peraga dan slide memungkinkan siswa untuk lebih memahami materi yang disampaikan. Guru juga dapat menyambungkan koneksi internet saat kegiatan pembelajaran berlangsung untuk memperoleh informasi tambahan yang berkaitan dengan materi. Jika terdapat fasilitas komputer dan internet untuk masing-masing siswa dikelas, guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa, kemudian siswa dipersilahkan untuk menemukan jawabannya di internet. Hal ini tentunya dapat meningkatkan jiwa kompetisi dan memperluas wawasan siswa.

2. Kuis melalui media jejaring sosial
Pada malam hari, guru mengadakan kuis yang berkaitan dengan materi ajar yang sebelumnya telah disampaikan pada pagi/siang harinya. Kuis dapat dilakukan melalui media jejaring sosial seperti facebook atau twitter. Kuis terdiri dari beberapa pertanyaan yang diberikan guru lewat tweet pada twitter, atau status pada grup facebook. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan cepat dan tepat, diberikan reward yang diserahkan pada pertemuan selanjutnya. Reward dapat berupa nilai tambah ataupun barang, sesuai kesepakatan guru dan siswa. Kuis ini diadakan setiap minggunya. Sehingga, dengan cara ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa, dan secara tidak langsung, siswa mengulang materi yang telah diajarkan.

3. Pemberian materi melalui email
Sebelum masuk ke pertemuan selanjutnya, guru memberikan materi ajar melalui email kepada seluruh siswa. Pada awal pertemuan, guru melakukan pre-test untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan siswa mengenai materi yang akan disampaikan. Dengan konsep ini, diharapkan siswa telah mengetahui dasar-dasar materi, sehingga untuk pendalaman materi selanjutnya akan lebih mudah dimengerti. Email juga dapat digunakan untuk pengumpulan tugas-tugas seperti makalah, sehingga tidak lagi memerlukan hardcopy. Dengan demikian, konsep ini merupakan konsep yang ramah lingkungan karena meminimalisir penggunaan kertas (paperless).

4. Rangkuman materi ajar menggunakan Blog
Setiap bulannya, siswa diwajibkan untuk merangkum materi ajar yang telah diberikan selama satu bulan, dan mempostingnya melalui blog pribadi. Rangkuman materi yang terbaik berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh guru, berhak memperoleh reward berupa nilai tambah ataupun barang. Dengan konsep ini, siswa diharapkan mampu merangkum materi ajar dengan pemahaman siswa masing-masing, kemudian sesama siswa dapat saling berbagi dan berdiskusi mengenai pemahaman mereka.


Konsep-konsep diatas ditujukan kepada siswa SMP ataupun SMA dan kurang tepat jika diterapkan pada siswa SD. Konsep ini memerlukan media jejaring sosial, dimana terdapat batasan umur untuk penggunaannya. Pengawasan terhadap siswa juga penting dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan. Beberapa hal yang dapat menunjang konsep tersebut antara lain pengetahuan guru maupun siswa mengenai internet dan fasilitas di sekolah serta rumah siswa yang memadai. Oleh karena itu, sebelum penerapannya, diperlukan sosialisasi metode E-Learning kepada guru maupun siswa dan pengadaan fasilitas yang mendukung metode tersebut. Konsep diatas dapat dikembangkan menjadi lebih baik dan menarik sesuai dengan kreativitas guru sebagai pengajar. 

#Memperingati Hari Guru 25 November. Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa :)

20/12/13

Tingkatkan Mutu Pendidikan, E-Learning Jadi Jawaban


Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mampu mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia di era modern seperti sekarang ini. Berbagai dampak positif maupun negatif bermunculan seiring dengan tingginya penggunaan TIK. Pengguna yang bijak tentu mampu mengekplorasi dan memanfaatkan TIK untuk hal-hal yang positif, serta mampu menghindari terjadinya penyalahgunaan. Salah satu contoh pemanfaatan kecanggihan TIK, sedang digalakan saat ini dalam dunia pendidikan, yaitu metode pembelajaran E-Learning.

Metode E-Learning (Electronic Learning) merupakan suatu angin segar dalam dunia pendidikan. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan dan minat belajar siswa. Metode E-Learning adalah konsep belajar-mengajar dimana dalam penyampaiannya memanfaatkan kecanggihan TIK yaitu media elektronik seperti internet, audio/video tape, dan lain-lain. Metode ini memungkinkan guru untuk lebih variatif dan kreatif dalam menyampaikan materi ajar sehingga murid mampu menyerap pembelajaran dengan lebih baik. Metode E-Learning sangat fleksibel karena tidak terikat waktu maupun jarak.

Dengan metode E-Learning, aktivitas belajar-mengajar antara siswa dan guru akan dapat tetap berjalan walaupun tanpa tatap muka langsung. Guru yang berhalangan hadir di kelas, tidak lagi menjadi suatu hambatan, sebab guru dapat mengajar dan berinteraksi dengan siswa dari jarak jauh melalui media internet. Penggunaan media internet ini juga memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran secara paralel (lebih dari satu kelas secara bersamaan), sehingga akan menjadi lebih efisien.

Selain itu, dengan media internet, diharapkan siswa dapat dengan mudah mengakses informasi tambahan yang berkaitan dengan materi ajar saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Hal ini dapat melatih siswa untuk tanggap dan kritis terhadap informasi yang baru diperoleh. Guru juga dapat menstimulasi siswa untuk memperluas wawasan dan melatih kreativitas mereka melalui tugas-tugas yang memerlukan media internet.

Selain media online seperti internet, metode E-Learning juga dapat menggunakan media offline seperti audio/video tape. Perekaman suara maupun video saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung dikelas, akan sangat bermanfaat bagi siswa ketika akan mempelajari kembali bahan ajar tersebut. Hal ini dapat meningkatkan daya ingat dan pemahaman siswa. Selain itu, siswa yang berhalangan hadir saat kelas berlangsung pun dapat memperoleh pembelajaran yang sama melalui rekaman suara maupun video tersebut.

Metode E-Learning ini tidak hanya dapat diterapkan intra-sekolah, namun juga inter-sekolah, sehingga dapat menjalin hubungan baik dan memudahkan dalam pertukaran informasi antar sekolah. Sekolah-sekolah tersebut nantinya diharapkan dapat saling bekerjasama dalam peningkatan mutu pendidikan.


Keberhasilan metode E-Learning sangat bergantung pada fasilitas pendukung yang ada disekolah, seperti jaringan internet dan media-media elektronik. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama yang selaras dan sejalan antara pihak sekolah dengan pihak terkait untuk pengadaan fasilitas tersebut. Selain itu, pemahaman guru dan siswa tentang metode E-Learning juga penting untuk diperhatikan agar visi yang dituju dapat tercapai. Hal yang tidak kalah penting dalam pengoperasian metode E-Learning ini adalah pengawasan yang ketat terhadap guru dan siswa agar tidak terjadi penyalahgunaan. Metode E-Learning yang diterapkan secara baik dan benar dalam sistem pendidikan di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan Indonesia secara umum, dan mutu pelajar secara khusus, yang pada akhirnya akan mampu bersaing secara global.

19/12/13

PARTY LAUGH (2nd Anniv) : Ge & Ernest

Hi readers (kalau ada) !

Semoga belum bosan, karena kali ini (lagi-lagi) saya akan mereview sebuah show Stand Up Comedy yang seminggu lalu saya saksikan.

13 DESEMBER 2013…
Untuk merayakan hari jadi komunitas Stand Up Comedy Pontianak (@StandUpPTK) yang ke-2 tahun, diadakanlah sebuah stand up show dengan tajuk “Party Laugh” yang sekaligus juga jadi Stand Up Nite 4. Acara ini menampilkan 6 local comics dan 2 guest stars yaitu @GePamungkas dan @ernestprakasa. Sebagai penikmat genre komedi ini, saya tentu tidak akan melewatkan acara ini.

Sebelum jam 7 malam, saya sudah menjejak di venue. Sedikit tidak menyangka dengan pemandangan yang saya dapati, yang menurut saya tidak biasa. Cukup berjubel, tidak seperti #MesakkeBangsaku Pandji Pragiwaksono (tentu saja, exclusive :p). Tapi masih lebih berjubel ketika Kemal Palevi jadi guest star (hehe). Kalau boleh saya gambarkan, banyak abege-abege (dan juga yang belum abege) yang lalu lalang. Dalam hati saya, ini pasti gara-gara Ge! Padahal ini acara 18+. Bukan karena materi-nya saja yang 18+, tapi juga karena sponsor utama acara ini adalah rokok.

Sebelum masuk ruangan, penonton dibagikan light stick (yang saya kira sedotan, dan sempat ngedumel dalam hati, ngapain sedotan dikasih didepan pintu gini). Saya pikir, saya lagi di antrian masuk Theater JKT48, taunya bukan! (haha)
penampakan opening kece
Ternyata ruangannya gelap dan remang-remang, light stick penonton jadi ‘glowing in the dark’ gimana gitu. Saya dan teman-teman sepakat mentransformasikan light stick jadi gelang (agak-agak norak di awal). Dan saya amazed banget, amazed sama opening-nya yang, gila, keren dan niat abis! Untungnya, posisi saya yang cukup wuenak memungkinkan untuk melihat keseluruhan acara dengan POV yang oke. Opening kali ini, tidak biasa. Pada acara-acara terdahulu, opening diisi band dan parodi-parodi dari komunitas. Sedangkan di “Party Laugh” ini, dibuka oleh kolaborasi apik antara DJ – percussion – drum. Dentuman musik yang ajeb-ajeb memancing kepala buat head bang kecil-kecilan (heh? maksudnya angguk angguk gitu) Sungguh tak mampu dibendung :P

Selesai dengan opening.
6 local comics yang menjajal panggung silih berganti. Menurut saya, secara materi maupun delivery, beberapa comic mampu tampil lebih baik dari yang saya ekspektasikan. Tampaknya ke-6 comic sudah menentukan dan menemukan apa yang menjadi ciri khas-nya masing-masing. Ada yang menonjol act-out nya, ada juga yang pake call back berkali-kali, bahkan ada beberapa tag line dari comic pertama yang dipakai oleh penampil-penampil selanjutnya hingga Ernest dan Ge! Namun kalau boleh saya menilai, ada juga beberapa comic yang bit-bitnya miss/gagal disampaikan dengan baik, entah karena materinya kurang digali, atau penyampaiannya yang kurang dilatih. Sehingga saya cukup berusaha memukan titik kelucuannya. Sangat disayangkan memang. Sebaiknya comic-comic yang akan tampil itu dibiarkan untuk konsentrasi dengan performa-nya, dengan kata lain, tidak terlalu dilibatkan dalam hal-hal teknis semacam penjualan tiket, dan lain-lain. Saya pikir masih banyak anggota komunitas lain yang bisa mengurus itu. Dear, comic-comic lokal, semoga bisa lebih rajin nulis dan menggali materi, agar materi tahun lalu (literally) tidak perlu dibawakan lagi J J Penonton yang datang tentunya mengharapkan penampilan yang terbaik, bukan hanya untuk menyaksikan guest star, tapi juga local comics J Tidak semua penonton adalah teman yang sudah mengenal anda dan keseharian anda, teman yang memberikan tawa karena anda adalah temannya J
Selesai dengan local comics-nya.

Koh Ernest on the stage!
Ernest Prakasa! Bapak Illucinati Indonesia, yang mewakili gagasan para illucinati di seluruh Indonesia J Ernest adalah juara 3 Stand Up Comedy Indonesia season 1. Saya cukup mengikuti perjalanan karir comedy Ernest sejak lulus dari SUCI1 ini. Ernest adalah COMIC PERTAMA di Indonesia yang melakukan tour keliling Indonesia! KEREN. Tour pertama-nya yang bertajuk “Merem-Melek Tour” tentunya akan tercatat dalam sejarah stand up comedy di Indonesia dan membuka jalan bagi SUC tour comic lain. Dengan pengalaman SUC-nya yang sudah sebegitu banyak, tidak ada alasan bagi saya untuk ragu dengan performa bapak satu anak ini. Saya pikir Pontianak adalah tepat yang tepat bagi Ernest untuk menjajal materi tentang ke-Cina-an, pasti bakal kelahap habis. Pontianak merupakan salah satu markas besar Illucinati (kata Ernest). Saya selalu kagum dengan cara Ernest menyampaikan aspirasinya sebagai minoritas yang pernah tertindas. Ernest juga dengan santainya mengajak kita menertawakan ras-nya.  Begitu pula yang terjadi di malam “Party Laugh”. Namun diluar dari materi tentang ras, ernest juga menyampaikan materi yang santai, seperti cerita masa kecilnya. Beberapa materi yang dibawa Ernest memang sudah pernah saya lihat/baca di bukunya. Tapi tentu beda sensasinya jika disaksikan secara live. Di tengah-tengah performanya, Ernest menggiring penonton ke pembahasan yang agak serius : Pemilu. Sedikit membuka isu maupun fakta (yang mencengangkan), serta track record beberapa calon. Ini penting banget buat membuka pikiran dan wawasan penonton. Ernest selalu bermain dengan analogi untuk menyederhanakan hal rumit. Analogi Ernest inilah yang sering nggak kepikiran dan mengundang tawa penonton. Saya pribadi, terpuaskan dengan performa Ernest. Tawa dapet, edukasi dapet J
Selesai dengan Ernest.

Bang Ge on the stage!
Ge Pamungkas! Pememang Stand Up Comedy Indonesia season 2. Sebelumnya saya sudah bersiap-siap kebal untuk menyaksikan performa Ge yang live dan tanpa sensor ini. Buat yang sering nonton Ge di tv, pasti bakal kurang terpuaskan karena banyaknya sensor. Padahal perasaan saya sih, waktu jaman masih di SUC2, materi Ge aman-aman saja, tidak terlalu frontal seperti akhir-akhir ini :P yah begitulah Ge Pamungkas, mungkin wajahnya yang oke dan badannya yang proporsional itulah yang menarik abege-abage dan belum abege tadi untuk datang. Jaman SUC2 dulu, saya tidak begitu suka dengan Ge karena menurut saya Ge terlalu over, ngomongnya cepet banget dan belibet. Saya sampai susah nangkap. Saya juga kecewa ketika Ge keluar sebagai pemenang, mengalahkan jagoan saya, Gilang Bhaskara. Tapi dari situ saya jadi paham, kenapa juri memilih Ge sebagai pemenang? Act out. Ge kerap melakukan act out yang total di setiap bit-nya. Inilah bakat luar biasa. Act out seperti itu pasti butuh energy lebih dan stamina yang konstan saat perform. Dan di malam “Party Laugh”, Ge mampu menjaga semangatnya dari awal-akhir performa. KEREN. Ge dengan mulutnya yang frontal. Baru beberapa menit menjajal panggung, sudah berani meriffing penonton dengan….ah, koplak :D Entahlah, kalau saya yang kena riffing mungkin langsung ngambek karena malu. Bit-bit Ge dekat dengan keseharian, dikemas lewat act out yang outstanding, langsung ngena (jleb) di hati penonton. Ge kentara banget sering ber-observasi di kesehariannya. Bit tentang solat Jumat saja bisa dibahas cukup lama dan sangat detil. Ge dengan segala materi ‘kasar’ nan frontalnya, mampu menutup Party Laugh malam itu dengan apik! Saya dan beberapa penonton berdiri dari dari kursi untuk memberikan standing ovation J

Akhirnya, terobati sudah kekecewaan terdahulu karena 3GP Tour dan Illucinati tidak mampir ke Pontianak J

Tidak seperti biasa, kali ini tidak ada sesi foto bareng. Entahlah, mungkin karena terlalu ramai, mungkin panitia yang tidak mau, atau Ge dan Ernest yang tidak mau. Penonton selain pemegang tiket Platinum pun harus pulang dengan kekecewaan.
Selesai dengan Party Laugh.

Catatan Tambahan buat SUC Pontianak.
Happy 2nd Anniversary komunitas @StandUpPTK semoga semakin eksis dan bisa membanggakan kota Pontianak. Semoga semakin solid dan kompak. Semoga kualitas dan kuantitasnya makin nambah. Tidak kalah penting, semoga, suatu hari nanti, bisa bersikap lebih ramah dengan penonton J J J #IfYouKnowWhatIMean

Saya pribadi sangat mengapresiasi komunitas ini. Mengapresiasi dari kursi penonton J

BONUS :P

All about my special moments, stories, thoughts, or anything.

Your Number!

Categories

Who is "A"?

Foto saya
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Hello, there! I'm a medical practitioner, hmm but not really... hahaha. It's a pleasure for me to get you here, visitors!

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *

To get the latest update of me and my works

>> <<