A-Blog!

All about my special moments, stories, thoughts, or anything.

15/02/14

Hobi Lama yang Entah Kemana

Di masa kecil kita mampu menyerap banyak hal, mengamalkan banyak hal, mencari tau banyak hal, baik positif maupun negatif. Dengan sebegitu ngaruhnya banyak hal di masa kecil kita, orang tua pasti sebisa mungkin memastikan 'banyak hal' yang bersinggungan dengan kita adalah hal yang positif. Makanya beliau selalu mencontohkan dan menanamkan hal baik pada diri kita. Termasuk hobi.

Hobi yang ditanam orangtua ku jaman kecil dulu adalah membaca. DULU aku sukaaaaaa banget baca. Apapun aku baca. Majalah bobo, novel anak-anak, komik, cerita rakyat, pokoknya apapun yg disodorkan sama orangtua. Orang-orang di sekeliling sampe banyak yang nyumbangin komik dan buku buatku. Hehe. Posisi rumah yang jauh dari sumber buku (re: pasar), bikin aku sering kehabisan stok bacaan. Kalau udah gitu, ya ngulang baca aja sampe hapal. Tapi nggak masalah, aku tetap suka! TAPI ITU DULU.

Sekarang? Boro-boro.
Entah knapa itu hobi semakin kian memudar seiring pertambahan usia... Sayang banget ya. Padahal buku untuk seusia ku pasti banyak yang bagus-bagus. Tapi entah kenapa, malas gitu. Kalau dulu suka kehabisan stok, eh sekarang stok malah tumpeh tumpeh. Maksudnya, ya ada beberapa buku yang bahkan belum tersentuh. Pemandangan langka di masa kecil. Buku hadiah dari twitter @rumah_perubahan aja belum kebaca, aku yakin itu buku bagus. Judulnya Si Karnoe (mungkin akan ku review dalam waktu dekat). Dulu excited nungguinnya, sekarang setelah datang, kenapa nggak kebaca? Hmm. Nggak sempat? Halah alasan. Intinya sih tetap aja malas.

Orangtua ku yang udah menanam hobi baca dulu, mungkin kecewa ya karna tanamannya malah nggak aku rawat :( Kalau gitu aku harus tanam ulang nih. Tanam ulang hobi baca. Siapa tau buahnya (re: hasilnya) bisa bermanfaat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara *halah.

Dulu aja bisa ngabisin novel Harry Potter dalam beberapa hari, masa' ngabisin satu buku (yang tak setebal harpot) sekali seminggu aja nggak bisa? Hmm.

(Selain baca buku, baca Quran alias ngaji juga udah jarang, beda banget sama dulu)

Apaaa yang terjaadiiii?? Aaaaakkk.
Bye.

01/02/14

[Review]: COMIC 8 the Movie (sotoy)

Taa-daaaa~~~!

Tulisan kali ini adalah sebuah review untuk film yang lagi nge-HITS banget, lalu-lalang di twitter sampai acara lalala-yeyeye (ya…namanya juga promo), film itu tak lain tak bukan adalah…. COMIC 8!!!

Yup, the power of advertisement, berhubung promonya yang wara-wiri, terpanggillah hati ini untuk ikut menyaksikan film yang konon genre-nya nggak umum, yoi bro, genre-nya Action-Comedy! Kebayang kayak apa? Pukul-pukulan tapi sambil ketawa ketiwi gitu ya, kayak OVJ dong? Lah… itu mah bedaaa…

Jadi, film apa sih itu COMIC8?
COMIC8 adalah film ber-genre Action-Comedy. Berawal dari sebuah aksi perampokan Bank INI (Indonesia-Netherland Incorporation, kalau nggak salah) oleh tiga kelompok perampok dengan misi yang berbeda-beda namun visi tetap satu jua, yaitu untuk membongkar brangkas dan membawa lari uangnya (yaiyalah, apalagi coba). Tiga kelompok ini memiliki latar belakang dan karakter (yang aneh-aneh) yang berbeda juga. Jadi antara tiga kelompok ini juga terjadi persaingan sehingga terjadilah yang namanya adegan baku tembak yang gak main-main (maksudnya kayak film-film Hollywood gitu). Sampailah ketiganya bisa akur karena mereka harus sama-sama melawan polisi dengan menyandera beberapa orang (yang juga aneh-aneh). Perampok dan polisi ini melakukan tawar-menawar yang sangat alot, dengan permintaan dari perampok yang juga aneh-aneh (bisa dilihat cuplikannya di trailer, ya ini memang film yang aneh-aneh). Apakah sudah kebanyakan spoiler nih daritadi? Oh…jelas…, jelas tidak spoiler sedikitpun. Karena hal yang bikin geleng-geleng kepala belum saya ungkapkan sedikitpun. Jadi, siapa sih sebenarnya tiga kelompok perampok ini? Siapa sih dalang perampokannya? Apasih motifnya? Kenapa sih Om Indro botak (eh)? Silahkan nonton lebih lanjut aja deh, karena kekuatan film ini terletak pada bagian ending-nya… J

Pemerannya siapa aja sih?
Judulnya COMIC8, jelas pemain utamanya ya 8 orang comic (Stand up comedian). Tapi sebenarnya bukan karena pemainnya 8 orang comic lantas dibuat judul demikian, tapi karena memang ada kaitannya dengan cerita (bakal ketahuan di ending). By the way, seingat saya sih pemainnya pake nama asli semua. 8 Comic ini ada Kemal Palevi, Ernest Prakasa, Fico, Babe, Arie Kriting, Mongol, Bintang Timur, Mudy Taylor. Karakternya unik-unik, aneh bin ajaib. Selain 8 pemain itu juga ada pemain lain tapi perannya penting, ada Nirina Zubir sebagai Kapten Polisi, Nikita Mirzani sebagai pegawai Bank, Pandji sebagai….ehm…dokter, Om Indro sebagai…..sandraan, ada juga Ge Pamungkas, Coboy Jr, Kiki Fatmala, Candil, yang turut meramaikan. Yang saya paling demen sih karakternya Ernest, wuidih…. Keren banget lah koh Ernest adegan tembak-tembakannya. Nirina juga pas banget meranin jadi Kapten yang serius dan tegas. Selain Ernest dan Nirina, saya pribadi juga suka karakter Pandji, meskipun scene-nya sedikit tapi ekspresinya itu bikin hacep.

Kelebihan film ini apasih?
Yang jelas sih, film ini beda, secara jalan cerita maupun pemain. Jalan ceritanya, mind-blowing gitu bro, beneran! Pemainnya, tentu saja ini film pertama yang melibatkan banyak comic. Dan juga genre film-nya yang berani nge-blend antara action dengan comedy. Film ini pun digarap dengan baik secara pengambilan gambar dan editing (hm…sotoy aja sih), iya soalnya salut buat backsound nya yang oke dan editan slomo-slomo tembak-menembaknya itu. Btw, film ini banyak slomonya, jadi bisa liat detil peluru-peluru yang keluar dari senapan secara dramatis, huehehe. Yah pokoknya film ini semacam gebrakan baru lah di industri perfilman Indonesia, berani lawan arus dan anti-mainstream gitu lah…

Kekurangannya, ada nggak?
Kalau dari pandangan sotoy saya sih, tentu ada kekurangan. Kita mah jujur aja ya. Dari awal ke tengah film, saya merasa sepertinya pemain kurang dapet acting-nya, ntah karena pengalaman pertama di film, atau memang naskah yang cenderung biasa aja, kalau bahasa gaulnya tuh kurang hacep lah. Dialog-dialog di awal terdengar cenderung dipaksakan untuk lucu, mungkin memang lucu untuk yang sudah tahu bagaimana karakter mereka kalau lagi Stand up, tapi buat yang barutau saat itu? Hmm.. I don’t think so. Awal-awal juga saya agak bingung, ini begimane sih alurnya dari sana kesono, sini kesitu, ehh…pas ke beberapa menit akhirnya ngerti juga (atau emang dasarnya aja yang rada telmi). Soalnya alurnya nggak kayak biasa sih… Keren. Dari tengah kebelakang, ini film baru keliatan kerennya…(lah ini kan lagi ngomongin kekurangan ya)

Ada pesan buat yang belum nonton?
Ohiya…. Bakso satu nggak pake tauge.
Eh, serius deh…  Jika anda pengen tau film Indonesia yang nggak biasa-biasa aja, silahkan nonton. Jika anda ingin memajukan industry perfilman Indonesia tanpa harus bikin film, silahkan dukung karya anak bangsa dengan tonton film ini secara legal, yaitu di bioskop ataupun lewat DVD ori (sok banget daaah, tapi ini serius lho). Satu lagi, jika anda menonton film, film apapun itu, berhentilah menebak-nebak jalan cerita, ikuti sajalah alurnya, biar seru… Gitu. (Trailer Comic8 klik disini)

Ada pesan terakhir?

Mukegile lu….

15/01/14

Pray For INDONESIA's TV Shows

Hello Indonesians! Saya tau akhir-akhir ini anda semua merasa diresahkan dengan TV Shows yang setiap hari wara-wiri di layar kaca, mencekoki adik-adik kita dengan suguhan yang kurang pantas untuk seusianya, dengan moral value yang sangat minim, dan lama-kelamaan bisa menimbulkan dampak negatif, seperti mual, muntah, hingga BAB di tengah jalan. Terinspirasi dari artikel keren (dengan komik) di sini, saya akan mecoba menelaah satu per satu.

1.   Penontoooon, kepsmaaal!

Acara ini merupakan perpanjangan dari acara khusus bulan Ramadhan yang dulu tayangnya pas sahur. Saya nggak tau apakah dari jaman pertama kali tayang konsep nya udah begitu (joget-joget à kuis à joget-joget à sketsa pendek à joget-joget à drama cinta segitiga hostnya à joget-joget à gombal papa kamu à joget-joget à crew ngeksis à joget-joget), soalnya Alhamdulillah jaman sahur dulu saya nontonnya bukan itu.

Jadi acara ini konon tayangnya 4 jam setiap hari!!! Saya nggak tau, soalnya nggak pernah ngitung. Sialnya, gara-gara ni acara, film yang biasa ditayangin station tv tersebut jadi mundur dan terlalu larut untuk disimak. Untung di laptop banyak film (oops, something illegal detected).

Jadi ngapain aja itu 4 jam? Ya gitu, berjalan dengan siklus konsep diatas terus-menerus. Bayangkan 4 jam, seharusnya bisa diisi acara yang lebih berfaedah, betul Ibu-Ibu? Apalagi tayangnya pas prime time dimana kebanyakan keluarga lagi nyantai sambil nonton tv. Betapa sia-sia nya… Kalaupun emang harus tetap ada ni acara, mbok ya dikurangi durasi nya ngono lhooo, 1 jam kek,… 5 menit kek… kayak Kuis Kebangsatan

2.       REALity show(?)Apa-apaan ini!!!

Nah, ini dulu sempat menjamur dimana-mana. Sekarang udah lumayan berkurang sih reality show yang berkonsep drama, tapiiiii, muncul lagi konsep yang baru : hipnosis-orang-jadi-tidur-terus-cerita-aib-nya-secara-jelas-dan-lancar-terus-bangun-pura-pura-nggak-ingat dan hypnosis-orang-jadi-tidur-dan-mau-melakukan-apapun-ciumin-sepatu-lari-larian-ngejar-penonton. Padahal setau saya sih, yang namanya orang terhipnosis itu akan menjadi sangat malas dan lemah, boro-boro gnomon(dengan jelas dan lancer), gerakin badan aja mager dia. Lagian, saya juga pernah baca bahwa orang yang dihipnosis cenderung berkata yang tidak jujur, makanya tidak diterapkan dalam introgasi tersangka/terduka beersalah di dunia Hukum.

3.       Sinetron. Appaaahh! Dasar anak pembawa sial!! (must be censored)
Yaahhh ini mah udah tontonan wajib orang Indonesia, dari dulu udah ada, seperti sudah mendarah daging, mengakar, dan membudaya. Cuma yang sekarang-sekarang ini jadi semakin lebay. Sinetron baru bermunculan dengan premis yang sama:

(a)  si miskin dan si kaya à jatuh cinta à ditentang keluarga à si kaya dijodohkan dengan orang lain à orang tersebut adalah penjilat dan mengincar hartanya à 18.987 episode kemudian (sampai beranak cucu)…. à semuanya baikan à happily ever after.

(b) secara konsep sama dengan (a), tapi dengan nuansa yang lebih anak muda banget, latarnya selalu di sekolah tapi nggak pernah belajar. Isinya pembullyan si miskin oleh si kaya.

(c) Yang paling absurd…. Judul sama isi nggak ada hubungan, tokoh utama udah nggak ada, tapi sinetron tetap berjalan, dengan muka-muka baru bermunculan… Ajaib memang, hanya Indonesia yang bisa.

Mari ingat-ingat sinetron jaman baheula… Semacam ‘Keluarga Cemara’ dan ‘Si Doel Anak Sekolahan’, meskipun pemainnya tidak se-goodlooking yang sekarang, dan wardrobe yang seadanya (mengingat perbedaan jaman), pokoknya dengan segala keterbatasan yang ada, toh sinetron itu secara nggak langsung mampu memberikan pendidikan moral bagi penontonya. Penonton aja masih ingat gimana susahnya si Euis jualan opak buat bantu orangtua dan adik-adiknya (Keluarga Cemara), dan gimana perjuangan si Doel mengubah stigma orang-orang yang beranggapan orang Betawi itu ‘tertinggal’ sampe akhirnya Doel jadi orang sukses (Si Doel Anak Sekolahan).

Mari kita doakan agar sinema elektronik di Indonesia ke depannya bisa lebih kreatif dengan mengangkat tema yang tetap up-to-date tapi dengan dialog yang baik dan jalan cerita yang ‘masuk akal’.

4.       Gosip. Digosok makin siiipph!
Wah ini sih demenan para wanita. Yah tapi males juga sih kalau liputannya cuma hal-hal ter-nggak penting di dunia semacam ini:
· liputan tentang skuter (selebriti kurang terkenal) yang mejeng-mejeng muka dompreng kasus yang tengah mengudara.
·  Topiknya diulang-ulang 3x setiap hari selama 3 bulan.
· Wartawan yang terlalu kepo ngurusin urusan orang sampai isi liputannya cuma pengejaran mobil, rekaman rumah yang kosong, wawancara pembantu dan pak RT (padahal ngomongin kasus perceraian)
· Ngikutin skuter belanja (sok nyebut harga, ngambil banyak banget sambil cengar-cengir, padahal dalem ati meringis
· Dan yang nggak penting lainnya…(kok saya kayak paham bener yak).

5.       Eaaa Eaaa Eaaa!
Kebeneran saya nonton pas episode terakhir sebelum akhirnya di stop oleh KPI, gara-gara nampilin orang makan kodok hidup secara LIVE! Tapi kemudian muncul kembali dengan konsep yang sama, host yang sama, judul yang sama hanya saja dengan tambahan “BUKAN” di depannya. Eww… show must go on, begitu?

Sorry to say but, saya kurang respect sama host-nya yang suka asal ngomong, suka motong, ngelempar pertanyaan yang bukan inisiatif sendiri (jadi terkadang kurang mengupas tuntas), dan kurang bisa bawa suasana. Orang lagi ngomong serius, dianya becanda… Hal yang jadi poin penting, malah nggak sempat tersampaikan gara-gara ketutupan sama potongan dan candaan si host. Mending candaannya lucu, lah ini, ngatain orang, ngelempar bibir ke penonton, atau jatuh dari kursi. Mana penonton tumpeh-tumpeh sampai ke set panggung…

6.   Disana gunung disini gunung, wah kita tersesat!

Kalau yang ini nih, padahal dulu suka sih sama TV Show yang satu ini karena temanya yang tradisional dan pemainnya yang kocak-kocak. Kalau sekarang, entah mungkin bosan karena terlalu sering dan lama, ditambah lagi slaptic-nya yang makin kental, dan candaan yang gitu-gitu aja, jadinya… gitu deh…

7.   Masak Aeerrrr biar mateng

Sejujurnya saya cukup salut sih sama pria berkumis di atas itu, soalnya dia kreatif, cepet mikir, dan perbendaharaan kata-nya terkadang kita nggak kepikiran. Jadi suka 'emejing' sendiri dengernya. Pasti nggak gampang tuh kayak begitu, butuh jam terbang yang tinggi (ahelah). Tapi mungkin yang dimaksud gambar di atas itu tentang kata-kata yang kelewat kasar, ngejelekin orang yang nggak kira-kira, takutnya malah ngajarin nggak bener sama anak-anak yang nonton. Semoga om Kumis bisa semakin bijak deh.

8.     Acara-aneh-yang-nggak-tau-apa-namanya
     Kalau ini gambarnya dari saya. Yang ini nggak sengaja nonton dan bertahan di channel itu karena melihat sesuatu yang, err…. nggak pernah lihat sebelumnya di TV Shows manapun. Saya nggak tau ini acara apaan, lihat aja :

Entah mereka lagi ngapain saya juga nggak tau, tapi mereka ditimpa-timpa gitu terus ntar ada yang ngitung berapa hitungan gitu semacam smackdown... Yang cowok badan kekar mah gak masalah, lah kalau yang cewek kan berabe tuh...

Begitulah segelintir TV Show yang sedang marak di Indonesia… Yang tersebut di atas memang yang negative, tapi masih banyak kok TV Show yang layak ditonton dan keren. Pandai-pandai aja kita sebagai penonton buat memilah dan memilih. Pengawasan orangtua juga penting nih. Jangan malah ngajak anak dibawah umur buat ikutan nonton gosip mentang-mentang emaknya demen...

Kalau kata @amrazing nih :

Sumber komik yang ajegile keren itu dimari ya >>> sumber air sudeka <<<

01/01/14

Menunggu Hujan...

Happy New Year 2014! (standar beut)

 sumber

Hari pertama di tahun 2014, ah nggak ada yang spesial. Kecuali sarapan jam 11 pagi gara-gara semalam 'sengaja' tidur telat. Tadi malam ngapain? Keluar sih... tapi tanpa tujuan. Bahkan keluar duit sepeser pun nggak! Beli terompet pun nggak! Bayar parkir pun nggak! Kita emang nggak parkir sih.. Cuma lalu lalang ngeliat spot-spot tahun baruan dan menerka kira-kira bagaimana segmentasinya. Sepanjang jalan (tiap 20 meter, mungkin) ada panggung dangdut yang hampir sejajar tanah, dibangun seadanya dengan terpal dan spanduk "pilih nomor sekian" alias spanduk kampanye. Kalau kaum borju kira-kira tahun baruan kemana ya? Mungkin merayakan di ballroom-ballroom hotel, party gitu. Atau malah nggak di Pontianak kale! Yaiyalah! -_-

Hari pertama di tahun 2014..
Yah, kirain bangun-bangun langsung ketemu jodoh.
Kirain bangun-bangun langsung wisuda.
Kirain bangun-bangun udah jadi pengusaha sukses.
Taunya sama aja.
Justru, sekarang lagi di kampus (WHATT??!)
Terjebak hujan yang deras banget bersama 4 orang rajin lainnya.
Yoi broo, kerja kelompok kitaaah.
Gile, kampus sepi bingit. Internet cepet bingit! ;D

2014, kata Ki Kusumo, adalah tahun Kuda. Tahun pengembara. Jadi janganlah kalian melangsungkan pernikahan, niscaya akan cerai. Janganlah kalian membuka usaha, niscaya akan bangkrut. Jangan lakukan apapun! Niscaya tidak akan berhasil! Andai seluruh dunia percaya kata ki Kusumo.... Nggak ada pernikahan sepanjang tahun. Lalu usaha Wedding EO bangkrut. (oh iya ya, make sense juga sih). hahahaha..

*Catatan absurd menunggu hujan berhenti...*

21/12/13

Inovasi Konsep E-Learning Untuk Tingkatkan Minat Siswa


Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin canggih dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Salah satunya ialah melalui metode berbasis media elektronik, yaitu metode E-Learning (Electronic Learning). Dengan metode E-Learning, guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam penyampaian materi ajar, sedangkan siswa diharapkan dapat lebih aktif dan kritis dalam menanggapi suatu materi pembelajaran. Suatu penelitian membuktikan bahwa metode pembelajaran dengan E-Learning dapat meningkatkan daya serap siswa sekitar 70-80%, sedangkan dengan metode pembelajaran biasa / konvensional hanya sebesar 30%. Perbedaan yang signifikan ini semestinya dapat menjadi pemicu untuk pengembangan, penyempurnaan, serta pengaplikasian metode E-Learning dalam sistem pendidikan di sekolah. Selain fasilitas yang memadai, konsep yang matang dan jelas juga menjadi salah satu penentu keberhasilan penerapan metode ini. Konsep tersebut harus dikemas secara menarik untuk meningkatkan minat belajar siswa, sehingga nantinya tujuan yang diharapkan pun dapat tercapai.

Adapun konsep pembelajaran dengan media elektronik yang mungkin dapat diterapkan bagi pengajar di sekolah adalah sebagai berikut.

1. Penyampaian materi ajar di kelas
Guru menyampaikan materi ajar di kelas menggunakan alat peraga atau slide Power Point yang ditayangkan menggunakan proyektor. Alat peraga dan slide memungkinkan siswa untuk lebih memahami materi yang disampaikan. Guru juga dapat menyambungkan koneksi internet saat kegiatan pembelajaran berlangsung untuk memperoleh informasi tambahan yang berkaitan dengan materi. Jika terdapat fasilitas komputer dan internet untuk masing-masing siswa dikelas, guru dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa, kemudian siswa dipersilahkan untuk menemukan jawabannya di internet. Hal ini tentunya dapat meningkatkan jiwa kompetisi dan memperluas wawasan siswa.

2. Kuis melalui media jejaring sosial
Pada malam hari, guru mengadakan kuis yang berkaitan dengan materi ajar yang sebelumnya telah disampaikan pada pagi/siang harinya. Kuis dapat dilakukan melalui media jejaring sosial seperti facebook atau twitter. Kuis terdiri dari beberapa pertanyaan yang diberikan guru lewat tweet pada twitter, atau status pada grup facebook. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan cepat dan tepat, diberikan reward yang diserahkan pada pertemuan selanjutnya. Reward dapat berupa nilai tambah ataupun barang, sesuai kesepakatan guru dan siswa. Kuis ini diadakan setiap minggunya. Sehingga, dengan cara ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa, dan secara tidak langsung, siswa mengulang materi yang telah diajarkan.

3. Pemberian materi melalui email
Sebelum masuk ke pertemuan selanjutnya, guru memberikan materi ajar melalui email kepada seluruh siswa. Pada awal pertemuan, guru melakukan pre-test untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan siswa mengenai materi yang akan disampaikan. Dengan konsep ini, diharapkan siswa telah mengetahui dasar-dasar materi, sehingga untuk pendalaman materi selanjutnya akan lebih mudah dimengerti. Email juga dapat digunakan untuk pengumpulan tugas-tugas seperti makalah, sehingga tidak lagi memerlukan hardcopy. Dengan demikian, konsep ini merupakan konsep yang ramah lingkungan karena meminimalisir penggunaan kertas (paperless).

4. Rangkuman materi ajar menggunakan Blog
Setiap bulannya, siswa diwajibkan untuk merangkum materi ajar yang telah diberikan selama satu bulan, dan mempostingnya melalui blog pribadi. Rangkuman materi yang terbaik berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh guru, berhak memperoleh reward berupa nilai tambah ataupun barang. Dengan konsep ini, siswa diharapkan mampu merangkum materi ajar dengan pemahaman siswa masing-masing, kemudian sesama siswa dapat saling berbagi dan berdiskusi mengenai pemahaman mereka.


Konsep-konsep diatas ditujukan kepada siswa SMP ataupun SMA dan kurang tepat jika diterapkan pada siswa SD. Konsep ini memerlukan media jejaring sosial, dimana terdapat batasan umur untuk penggunaannya. Pengawasan terhadap siswa juga penting dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan. Beberapa hal yang dapat menunjang konsep tersebut antara lain pengetahuan guru maupun siswa mengenai internet dan fasilitas di sekolah serta rumah siswa yang memadai. Oleh karena itu, sebelum penerapannya, diperlukan sosialisasi metode E-Learning kepada guru maupun siswa dan pengadaan fasilitas yang mendukung metode tersebut. Konsep diatas dapat dikembangkan menjadi lebih baik dan menarik sesuai dengan kreativitas guru sebagai pengajar. 

#Memperingati Hari Guru 25 November. Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa :)

20/12/13

Tingkatkan Mutu Pendidikan, E-Learning Jadi Jawaban


Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mampu mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia di era modern seperti sekarang ini. Berbagai dampak positif maupun negatif bermunculan seiring dengan tingginya penggunaan TIK. Pengguna yang bijak tentu mampu mengekplorasi dan memanfaatkan TIK untuk hal-hal yang positif, serta mampu menghindari terjadinya penyalahgunaan. Salah satu contoh pemanfaatan kecanggihan TIK, sedang digalakan saat ini dalam dunia pendidikan, yaitu metode pembelajaran E-Learning.

Metode E-Learning (Electronic Learning) merupakan suatu angin segar dalam dunia pendidikan. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan dan minat belajar siswa. Metode E-Learning adalah konsep belajar-mengajar dimana dalam penyampaiannya memanfaatkan kecanggihan TIK yaitu media elektronik seperti internet, audio/video tape, dan lain-lain. Metode ini memungkinkan guru untuk lebih variatif dan kreatif dalam menyampaikan materi ajar sehingga murid mampu menyerap pembelajaran dengan lebih baik. Metode E-Learning sangat fleksibel karena tidak terikat waktu maupun jarak.

Dengan metode E-Learning, aktivitas belajar-mengajar antara siswa dan guru akan dapat tetap berjalan walaupun tanpa tatap muka langsung. Guru yang berhalangan hadir di kelas, tidak lagi menjadi suatu hambatan, sebab guru dapat mengajar dan berinteraksi dengan siswa dari jarak jauh melalui media internet. Penggunaan media internet ini juga memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran secara paralel (lebih dari satu kelas secara bersamaan), sehingga akan menjadi lebih efisien.

Selain itu, dengan media internet, diharapkan siswa dapat dengan mudah mengakses informasi tambahan yang berkaitan dengan materi ajar saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Hal ini dapat melatih siswa untuk tanggap dan kritis terhadap informasi yang baru diperoleh. Guru juga dapat menstimulasi siswa untuk memperluas wawasan dan melatih kreativitas mereka melalui tugas-tugas yang memerlukan media internet.

Selain media online seperti internet, metode E-Learning juga dapat menggunakan media offline seperti audio/video tape. Perekaman suara maupun video saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung dikelas, akan sangat bermanfaat bagi siswa ketika akan mempelajari kembali bahan ajar tersebut. Hal ini dapat meningkatkan daya ingat dan pemahaman siswa. Selain itu, siswa yang berhalangan hadir saat kelas berlangsung pun dapat memperoleh pembelajaran yang sama melalui rekaman suara maupun video tersebut.

Metode E-Learning ini tidak hanya dapat diterapkan intra-sekolah, namun juga inter-sekolah, sehingga dapat menjalin hubungan baik dan memudahkan dalam pertukaran informasi antar sekolah. Sekolah-sekolah tersebut nantinya diharapkan dapat saling bekerjasama dalam peningkatan mutu pendidikan.


Keberhasilan metode E-Learning sangat bergantung pada fasilitas pendukung yang ada disekolah, seperti jaringan internet dan media-media elektronik. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama yang selaras dan sejalan antara pihak sekolah dengan pihak terkait untuk pengadaan fasilitas tersebut. Selain itu, pemahaman guru dan siswa tentang metode E-Learning juga penting untuk diperhatikan agar visi yang dituju dapat tercapai. Hal yang tidak kalah penting dalam pengoperasian metode E-Learning ini adalah pengawasan yang ketat terhadap guru dan siswa agar tidak terjadi penyalahgunaan. Metode E-Learning yang diterapkan secara baik dan benar dalam sistem pendidikan di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan Indonesia secara umum, dan mutu pelajar secara khusus, yang pada akhirnya akan mampu bersaing secara global.

19/12/13

PARTY LAUGH (2nd Anniv) : Ge & Ernest

Hi readers (kalau ada) !

Semoga belum bosan, karena kali ini (lagi-lagi) saya akan mereview sebuah show Stand Up Comedy yang seminggu lalu saya saksikan.

13 DESEMBER 2013…
Untuk merayakan hari jadi komunitas Stand Up Comedy Pontianak (@StandUpPTK) yang ke-2 tahun, diadakanlah sebuah stand up show dengan tajuk “Party Laugh” yang sekaligus juga jadi Stand Up Nite 4. Acara ini menampilkan 6 local comics dan 2 guest stars yaitu @GePamungkas dan @ernestprakasa. Sebagai penikmat genre komedi ini, saya tentu tidak akan melewatkan acara ini.

Sebelum jam 7 malam, saya sudah menjejak di venue. Sedikit tidak menyangka dengan pemandangan yang saya dapati, yang menurut saya tidak biasa. Cukup berjubel, tidak seperti #MesakkeBangsaku Pandji Pragiwaksono (tentu saja, exclusive :p). Tapi masih lebih berjubel ketika Kemal Palevi jadi guest star (hehe). Kalau boleh saya gambarkan, banyak abege-abege (dan juga yang belum abege) yang lalu lalang. Dalam hati saya, ini pasti gara-gara Ge! Padahal ini acara 18+. Bukan karena materi-nya saja yang 18+, tapi juga karena sponsor utama acara ini adalah rokok.

Sebelum masuk ruangan, penonton dibagikan light stick (yang saya kira sedotan, dan sempat ngedumel dalam hati, ngapain sedotan dikasih didepan pintu gini). Saya pikir, saya lagi di antrian masuk Theater JKT48, taunya bukan! (haha)
penampakan opening kece
Ternyata ruangannya gelap dan remang-remang, light stick penonton jadi ‘glowing in the dark’ gimana gitu. Saya dan teman-teman sepakat mentransformasikan light stick jadi gelang (agak-agak norak di awal). Dan saya amazed banget, amazed sama opening-nya yang, gila, keren dan niat abis! Untungnya, posisi saya yang cukup wuenak memungkinkan untuk melihat keseluruhan acara dengan POV yang oke. Opening kali ini, tidak biasa. Pada acara-acara terdahulu, opening diisi band dan parodi-parodi dari komunitas. Sedangkan di “Party Laugh” ini, dibuka oleh kolaborasi apik antara DJ – percussion – drum. Dentuman musik yang ajeb-ajeb memancing kepala buat head bang kecil-kecilan (heh? maksudnya angguk angguk gitu) Sungguh tak mampu dibendung :P

Selesai dengan opening.
6 local comics yang menjajal panggung silih berganti. Menurut saya, secara materi maupun delivery, beberapa comic mampu tampil lebih baik dari yang saya ekspektasikan. Tampaknya ke-6 comic sudah menentukan dan menemukan apa yang menjadi ciri khas-nya masing-masing. Ada yang menonjol act-out nya, ada juga yang pake call back berkali-kali, bahkan ada beberapa tag line dari comic pertama yang dipakai oleh penampil-penampil selanjutnya hingga Ernest dan Ge! Namun kalau boleh saya menilai, ada juga beberapa comic yang bit-bitnya miss/gagal disampaikan dengan baik, entah karena materinya kurang digali, atau penyampaiannya yang kurang dilatih. Sehingga saya cukup berusaha memukan titik kelucuannya. Sangat disayangkan memang. Sebaiknya comic-comic yang akan tampil itu dibiarkan untuk konsentrasi dengan performa-nya, dengan kata lain, tidak terlalu dilibatkan dalam hal-hal teknis semacam penjualan tiket, dan lain-lain. Saya pikir masih banyak anggota komunitas lain yang bisa mengurus itu. Dear, comic-comic lokal, semoga bisa lebih rajin nulis dan menggali materi, agar materi tahun lalu (literally) tidak perlu dibawakan lagi J J Penonton yang datang tentunya mengharapkan penampilan yang terbaik, bukan hanya untuk menyaksikan guest star, tapi juga local comics J Tidak semua penonton adalah teman yang sudah mengenal anda dan keseharian anda, teman yang memberikan tawa karena anda adalah temannya J
Selesai dengan local comics-nya.

Koh Ernest on the stage!
Ernest Prakasa! Bapak Illucinati Indonesia, yang mewakili gagasan para illucinati di seluruh Indonesia J Ernest adalah juara 3 Stand Up Comedy Indonesia season 1. Saya cukup mengikuti perjalanan karir comedy Ernest sejak lulus dari SUCI1 ini. Ernest adalah COMIC PERTAMA di Indonesia yang melakukan tour keliling Indonesia! KEREN. Tour pertama-nya yang bertajuk “Merem-Melek Tour” tentunya akan tercatat dalam sejarah stand up comedy di Indonesia dan membuka jalan bagi SUC tour comic lain. Dengan pengalaman SUC-nya yang sudah sebegitu banyak, tidak ada alasan bagi saya untuk ragu dengan performa bapak satu anak ini. Saya pikir Pontianak adalah tepat yang tepat bagi Ernest untuk menjajal materi tentang ke-Cina-an, pasti bakal kelahap habis. Pontianak merupakan salah satu markas besar Illucinati (kata Ernest). Saya selalu kagum dengan cara Ernest menyampaikan aspirasinya sebagai minoritas yang pernah tertindas. Ernest juga dengan santainya mengajak kita menertawakan ras-nya.  Begitu pula yang terjadi di malam “Party Laugh”. Namun diluar dari materi tentang ras, ernest juga menyampaikan materi yang santai, seperti cerita masa kecilnya. Beberapa materi yang dibawa Ernest memang sudah pernah saya lihat/baca di bukunya. Tapi tentu beda sensasinya jika disaksikan secara live. Di tengah-tengah performanya, Ernest menggiring penonton ke pembahasan yang agak serius : Pemilu. Sedikit membuka isu maupun fakta (yang mencengangkan), serta track record beberapa calon. Ini penting banget buat membuka pikiran dan wawasan penonton. Ernest selalu bermain dengan analogi untuk menyederhanakan hal rumit. Analogi Ernest inilah yang sering nggak kepikiran dan mengundang tawa penonton. Saya pribadi, terpuaskan dengan performa Ernest. Tawa dapet, edukasi dapet J
Selesai dengan Ernest.

Bang Ge on the stage!
Ge Pamungkas! Pememang Stand Up Comedy Indonesia season 2. Sebelumnya saya sudah bersiap-siap kebal untuk menyaksikan performa Ge yang live dan tanpa sensor ini. Buat yang sering nonton Ge di tv, pasti bakal kurang terpuaskan karena banyaknya sensor. Padahal perasaan saya sih, waktu jaman masih di SUC2, materi Ge aman-aman saja, tidak terlalu frontal seperti akhir-akhir ini :P yah begitulah Ge Pamungkas, mungkin wajahnya yang oke dan badannya yang proporsional itulah yang menarik abege-abage dan belum abege tadi untuk datang. Jaman SUC2 dulu, saya tidak begitu suka dengan Ge karena menurut saya Ge terlalu over, ngomongnya cepet banget dan belibet. Saya sampai susah nangkap. Saya juga kecewa ketika Ge keluar sebagai pemenang, mengalahkan jagoan saya, Gilang Bhaskara. Tapi dari situ saya jadi paham, kenapa juri memilih Ge sebagai pemenang? Act out. Ge kerap melakukan act out yang total di setiap bit-nya. Inilah bakat luar biasa. Act out seperti itu pasti butuh energy lebih dan stamina yang konstan saat perform. Dan di malam “Party Laugh”, Ge mampu menjaga semangatnya dari awal-akhir performa. KEREN. Ge dengan mulutnya yang frontal. Baru beberapa menit menjajal panggung, sudah berani meriffing penonton dengan….ah, koplak :D Entahlah, kalau saya yang kena riffing mungkin langsung ngambek karena malu. Bit-bit Ge dekat dengan keseharian, dikemas lewat act out yang outstanding, langsung ngena (jleb) di hati penonton. Ge kentara banget sering ber-observasi di kesehariannya. Bit tentang solat Jumat saja bisa dibahas cukup lama dan sangat detil. Ge dengan segala materi ‘kasar’ nan frontalnya, mampu menutup Party Laugh malam itu dengan apik! Saya dan beberapa penonton berdiri dari dari kursi untuk memberikan standing ovation J

Akhirnya, terobati sudah kekecewaan terdahulu karena 3GP Tour dan Illucinati tidak mampir ke Pontianak J

Tidak seperti biasa, kali ini tidak ada sesi foto bareng. Entahlah, mungkin karena terlalu ramai, mungkin panitia yang tidak mau, atau Ge dan Ernest yang tidak mau. Penonton selain pemegang tiket Platinum pun harus pulang dengan kekecewaan.
Selesai dengan Party Laugh.

Catatan Tambahan buat SUC Pontianak.
Happy 2nd Anniversary komunitas @StandUpPTK semoga semakin eksis dan bisa membanggakan kota Pontianak. Semoga semakin solid dan kompak. Semoga kualitas dan kuantitasnya makin nambah. Tidak kalah penting, semoga, suatu hari nanti, bisa bersikap lebih ramah dengan penonton J J J #IfYouKnowWhatIMean

Saya pribadi sangat mengapresiasi komunitas ini. Mengapresiasi dari kursi penonton J

BONUS :P

All about my special moments, stories, thoughts, or anything.

Your Number!

Categories

Who is "A"?

Foto saya
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Hello, there! I'm a medical practitioner, hmm but not really... hahaha. It's a pleasure for me to get you here, visitors!

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *

To get the latest update of me and my works

>> <<