A-Blog!

All about my special moments, stories, thoughts, or anything.

10/01/15

Stand By Me Doraemon

Siapa tak kenal Doraemon, robot kucing berkantong ajaib yang datang dari masa depan. Dulu waktu jaman-jaman masih imut dan polos, tiap hari Minggu nggak pernah ketinggalan nonton serial Doraemon ini di RCTI jam 7.30 pagi. Semakin besar udah semakin jarang nonton, bukan karena nggak suka, tapi karena semakin.....sulit bangun pagi...emm.
Stand By Me Doraemon

Serial Doraemon yang setia selama puluhan tahun menceriakan Minggu pagi anak-anak ini pun akhirnya harus berakhir. Episode terakhir Doraemon difilmkan dengan judul "Stand By Me Doraemon (Tetaplah Bersamaku Doraemon)". Dari judulnya aja aku udah nangkep kalau film ini temanya perpisahan dan pastinya akan bersuasana sedih. Aku yang paling nggak tahan dengan tema perpisahan, sudah siap sedia dengan segumpal tissue sebelum nonton film ini.

Awal film menceritakan tentang pertemuan pertama kali antara Nobita dan Doraemon (yang selama ini kayaknya nggak pernah diceritain di serialnya). Nobita adalah anak yang pemalas, nilai-nilai ujian di sekolahnya selalu hancur, sering di-bully, dan terobsesi dengan Shizuka, teman ceweknya. Karena sifatnya ini, kehidupan Nobita di masa depan pun menyedihkan, dia terlibat hutang dan menyusahkan keluarga dan keturunannya. Maka dari itu, keturunan Nobita generasi keempat (namanya Soby) datang dari masa depan. Ia berniat mengubah nasib Nobita di masa kini agar dirinya tidak kesulitan di masa depan. Soby membawa serta Doraemon yang ditugaskan untuk membantu Nobita. Doraemon diprogram untuk tidak dapat kembali ke masa depan lagi sebelum berhasil membuat Nobita bahagia. Program diaktifkan dengan menekan hidung Doraemon (barutau, ternyata itu fungsi hidungnya). 

Meskipun awalnya ogah-ogahan, Doraemon menemani dan membantu hari-hari Nobita dengan alat-alat ajaib yang dikeluarkan dari kantong ajaibnya. Mulai dari urusan sekolah, urusan perkelahian dengan Giant dan Suneo, sampai urusan Shizuka. Tapi karena keseringan dibantu, Nobita jadi "ngelunjak" dan pengen segalanya serba instan. Peristiwa yang jadi titik baliknya yaitu saat Nobita memaksa Doraemon untuk mengeluarkan alat yang dapat membuat Shizuka menyukainya. Tapi karena ada kesalahan, Shizuka justru tergila-gila sama Dekhisugi. Saat Shizuka menyatakan perasaannya kepada Dekhisugi, dia menjawab kira-kira begini "Aku juga menyukaimu, tapi aku tak ingin bergantung pada alat". Boom! Nobita pun akhirnya sadar bahwa perasaan nggak bisa dipaksakan. Sejak saat itu ia berusaha untuk nggak bergantung pada alatnya Doraemon. Ia belajar mati-matian untuk ujian, demi membuat Shizuka kagum. Tapi ternyata ia masih juga gagal dan akhirnya hampir menyerah dan berhenti untuk memperjuangkan Shizuka. Doraemon pun berusaha untuk menyemangati Nobita, ia mengatakan Nobita masih bisa mengubah masa depannya jika mau berusaha. Hingga akhirnya Nobita berhasil, ia "mengintip" masa depannya (Nobita dan Shizuka menikah!) dan merasa amat sangat bahagia. Pada titik itu lah misi yang diprogramkan pada Doraemon selesai. Doraemon akan segera kembali ke masa depan dan meninggalkan Nobita untuk selama-lamanya.. 

fiuhh..

Kalau yang ku dengar dari teman-teman dan juga beberapa review di internet, rata-rata dari mereka mengatakan film ini mengecewakan. Entah mengecewakan dari segi mana, tapi untuk sisi sedihnya sih menurutku dapet banget. Aku pribadi ngerasa sedih sesedih-sedihnya sepanjang nonton film ini. Taraf sedihnya tuh hampir setara dengan film Hachiko, yang juga tentang perpisahan (yang ku nobatkan sebagai the saddest movie ever disini). Berawal dari perjuangan Nobita membuat Shizuka kagum aja udah bikin sedih, mungkin ini faktor terbawa perasaan. Perasaan menyukai seseorang dalam diam dan tak tergapai, halah. Ditambah lagi keputusasaan Nobita. Lalu peristiwa perpisahan Nobita dengan Doraemon. Ah, air mata ini tak dapat terbendung lagi.

Kalau dari segi cerita, kayaknya ini film bukan ditujukan buat anak-anak. Soalnya Nobita disini amat-sangat terobsesi dengan Shizuka sampe udah mikirin tentang pernikahan. Mungkin sasaran film ini adalah anak-anak jaman dulu, yang mana sekarang udah pada berumur. Ada juga review yang bilang ceritanya nggak masuk akal, Doraemon diprogram untuk nggak bisa kembali ke masa depan sebelum Nobita bahagia, tapi kok mereka bisa jalan-jalan ke masa depan? Ah, yaudah sihhh... 

Intinya, film ini pas banget kalau dimaksudkan sebagai episode terakhir. Episode perpisahan, ya jelas harus sedih lah. Tapi tenang, nggak melulu sedih sih, banyak humornya juga. Ditunjang dengan animasinya yang udah 3D, ekspresi-ekspresi yang lucu, suara, bahasa, serta intonasi bikin makin terasa humornya. Pesan terbesar dalam film ini yang kutangkap adalah : apapun yang kita lakukan saat ini, akan sangat menentukan masa depan kita. Buat yang masa kecilnya dibahagiakan oleh Doraemon tiap Minggu, this movie is worth to watch!

Sudahkah anda nonton Stand By Me Doraemon? :D

(P.S. : Maafkan aku karena nonton ini secara ilegal, salah sendiri nggak ada di XXI, cuma ada di blitzmegaplex. Udah tau disini cuma ada XXI, satu-satunya lagi, mahal lagi. lah jadi curhat)

(Spoiler : Happy ending, Alhamdulillah)

08/01/15

Relatif Tidak Disukai

Aku baru-baru ini menyadari sesuatu yang sesaat lagi akan kuceritakan kepadamu. Sesuatu ini terkadang amat mengganggu pikiran. Mulut ini diam, namun hati berteriak ingin berontak. Apa sih ah.

bisik bisik tetangga (sumber)
Jadi begini. Kita semua pasti sepakat bahwa setiap manusia diciptakan berbeda satu dengan yang lainnya. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Tentu teman-temanmu pun karakternya berbeda-beda. Ada yang kalem ada juga ada-ada aja kelakuannya. Sayangnya, namanya juga hidup, kita nggak bisa maksain orang lain untuk suka sama kita. Pasti ada aja yang nggak suka. Hal yang bikin nggak suka bisa dari hal-hal remeh kayak cara bicara, cara jalan, sikap sampe hal-hal langka kayak kebiasaan nelan permen karet yang terbuat dari ban dalam bulldozer. Hehe. Macem-macem deh.

Nah, sesuatu yang baru kusadari adalah  ternyata sejak dulu aku berteman baik dengan orang-orang yang 'relatif tidak disukai' oleh orang kebanyakan. Kok bisa tau? Iya, jadi saat aku berteman dengan orang lain, mereka ini membicarakan betapa mereka tidak menyukai temanku yang 'relatif tidak disukai' ini dengan berbagai alasan. Mereka mungkin lupa kalau aku berteman baik dengannya, makanya woles aja pas cerita. Ataupun kalau ingat dan sengaja pengen tetap cerita, biasanya dibarengi dengan kalimat semacam, "eh iya lupa ada temennya disini". Saat itu aku cuma bisa diam, terus pergi. Rasanya campur aduk. Orang yang nggak punya masalah apa-apa dengan kita harus ngalamin omongan belakang punggung yang menyakitkan kayak gini. Suka nggak ngerti kenapa mereka segitu bencinya, apa sih salahnya? Sedih juga kalau dipikir-pikir, mungkin aku cocok berteman dengan orang yang 'relatif tidak disukai' karena aku termasuk dalam golongan itu. Siapa yang tau kan? :)

People always have something to say
Apapun yang kita lakukan, sebaik apapun bersikap, selalu ada celah buat jadi bahan komentar orang lain. Jadi ya siapin mental baja aja untuk bertahan hidup. Dunia ini keras bung! Kalo lembek mah onde onde! Tul nggak?!

Realistis

This gonna be the first post ever at tu tauzen en fiftiiiin *goyang bang jali*
sumber

Awal tahun gini sih mainstream-nya ngomongin resolusi. Apa itu resolusi? Re = pengulangan. Solusi = ya...solusi. Jadi resolusi adalah solusi yang diulang-ulang. #gagalpaham

Makin nambah umur, makin nggak berani mengharapkan yang tinggi-tinggi. Rasanya cukup yang realistis-realistis aja dan memungkinkan untuk digapai. Gak masalah kalau kamu punya harapan tinggi, asalkan kamu tau apa yang harus kamu lakukan untuk menuju kesana. Intinya sih, kalau aku sekarang udah nggak bisa lagi deh ngarep buat jadi the next asia's top model...hiks #muntahberjamaah

Jadi apa dong harapan realistis buat Tahun 2015 ini? Simpel aja sih, cuma pengen lulus kuliah, kerja dan berpenghasilan sendiri... Hidupku mainstream banget ya. Ntar kalau udah duitnya buat traveling ke seluruh pelosok tanah air (efek iri liat foto-foto traveling punya teman-teman). Tapi kalau traveling mungkin tidak di tahun ini. Mungkin tahun depan. Atau tahun depannya lagi. Bareng kamu~ Iya... Kamoeh. #wuek

Kalau kamu punya harapan yang lebih membahana dari punyaku? Atau sama seperti ku? Hmm.. mungkin kita jodoh.



26/12/14

Tipe Teman (yang nggak enak diajak) Curhat

Mamah Dedeh... curhat dooongg ah cyin.. yuk.. capcus

Di dunia ini, mau cewek atau cowok atau bahkan yang setengah-setengah pun, pasti demen sama yang namanya curhat. Cuma caranya aja yang beda. Kalau cewek cenderung detail, panjang dan tumpe kemane-mane, sedangkan cowok (setau sayah) sekedar garis besar aje..

Tujuan curhat sebenarnya nggak selalu butuh saran sih, kadang hanya ingin didengarkan. Tsaelah... Paling asik tuh curhat sama temen yang bersungguh-sungguh dengarin curhatan kita, antusias, dan nanggepinnya nggak males-malesan.. (setidaknya nggak usah ditunjukin keleus kalo males, kan jahat itu namanya) :|

Nah, tapi ada juga tipe teman yang nggak enak diajak curhat. Berdasarkan pengalaman nih (menurut hemat sayah), secara garis besar tipe-tipe-nya tuh kayak gini..

1. Suka Numpang Curcol
Ini yang paling menyebalkan nih. Pasti pernah dong, niat curhat ke temen tapi ditengah-tengah cerita tiba-tiba dia memotong gitu aja, kemudian lampu sorot pun mengarah ke dia. Suka nggak suka kita pun kembali duduk di baris penonton. Misalnya kita lagi curhat galau. "Aduh gimana yah.. Udah seminggu, tapi aku belum BAB juga deh. Padahal tuh.." terus langsung direspons "oh...kayak aku dulu tuh. Kalo aku sih.....trus...eh udah gitu....Jadi gitu." Lahhh, jadi kita yang dengarin. Kalo gitu sih kitanya cuma bisa nyengir kuda sambil nyikat wc saking keselnya (biar produktif bro).

2. Suka Bikin Down
Pasti juga pernah nih curhat ke orang yang salah kayak begini.. Niatnya pengen dapat semangat malah dijatuhin. Misalnya, "eh kira-kira kenapa ya akhir-akhir ini si X  tuh baikk banget sama aku, masa' aku ngutang gak pernah ditagih.. Ada apa ya, jangan-jangan..." terus direspon sama temen curhat "Oh dia kan emang baik ke semua orang." Hmm, ogitu, okay :|

3. Bocor
Yang ini nggak kalah ngeselin... Kadang dia itu nggak tau kalo hal itu nggak perlu dibilang ke orang-orang, atau dia tau tapi anaknya memang ceplas ceplos bin keceplosan.. Misalnya dulu kita pernah cerita kalo kita sebenarnya adalah Saras 008. Terus tiba-tiba saat ada sedikit kisruh, misalnya ada seekor cicak nyangkut di rambut seorang teman, dia berteriak dengan lantangnya "Tenang teman-temanku! Tenang. Di antara kita ada Saras 008 yang jago bela diri, dia akan menghabisi cicak bedebah itu!" Kan kalo udah begitu, kitanya jadi tengsin...

Kalo menurut kamu, apalagi sih tipe-tipe teman yang nggak enak diajak curhat?
*Pake pertanyaan di akhir biar kayak blogger*

18/11/14

Saya Butuh Angkot!



Hari ini hari pertama bbm naik, premium yang tadinya 6500/lt jadi 8500, dan solar yang tadinya 5500/lt jadi 7500/lt. Lumayan gede juga sih kalau diakumulasikan, apalagi buat mahasiswa tak berpenghasilan kayak sayah...
sumber gambar

Saya sih menaruh kepercayaan cukup tinggi kepada presiden dan jajarannya, keputusan ini tentunya udah melalui berbagai pertimbangan, and well, bbm akhirnya memang harus naik meskipun harga minyak dunia lagi turun. Mungkin si minyak terlalu sering ngikutin style Syahrini, jadinya dia ketularan naik-turun chanthiikkk...

Kemarin malam setelah pengumuman resmi dari presiden, saya buru-buru ke pom bensin. Saya kira cuma saya aja yang kepikiran memanfaatkan momen beberapa jam sebelum kenaikan harga bbm ini, eh ternyata rame juga orang-orang pelit di dunia ini. Oh bukan, saya sih ngantre bensin bukan karena pelit sama dua ribu rupiah sih, sebenarnya saya cuma pengen jadi bagian dari peristiwa bersejarah aja...

Dari sumber yang saya pernah baca, salah satu alasan kenaikan harga bbm itu untuk mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi, yang mana sekarang ini udah kayak ketombe, menyebar dengan brutal di tiap ruas jalan. Jadi orang mikir-mikir lagi deh kalo mau pake kendaraan pribadi, udah bbm mahal, macet pula. Mending naik kendaraan umum. Itu juga sebenarnya kalau kendaraan umumnya udah memadai..

Ngomong-ngomong soal angkot, nasib angkot di Kota Pontianak ini luar biasaaaa, menyedihkan. Angkot jadi barang langka disini. Sejauh mata memandang hanya ada motor, mobil, dan gerobak molen dan es tebu. Kemana angkot-angkot ini bersembunyi? Malahan saya lebih sering lihat angkutan antar kota dan antar negara. Beda banget dengan Bandung. Dulu selama 4 hari saya di Bandung, kemana-mana ya pake angkot. Rute-nya jelas dan gampang nemuinnya. Ketinggalan 1 angkot, datang 1000 angkot. Jalan kaki beberapa meter buat ke jalan raya/ ke tempat tujuan sih gak masalah... Biar sehat dan kurus juga gitu kan.

Angkot di Kota Pontianak itu kayaknya nggak pernah jadi hal yang dianggap masalah yang dipertimbangkan oleh Pemkot. Padahal nggak semua orang punya kendaraan pribadi. Atau justru orang jadi mau nggak mau beli kendaraan pribadi gara-gara nggak ada angkot. Mungkin Pemkot berpikir, Kota Pontianak masih aman dari kemacetan, jadi buat apa juga angkot. EMANGNYA MAU NUNGGU MACET DULU BARU DICARI SOLUSINYA?

Kebiasaan orang Indonesia emang gitu tuh, kalau udah ketiban sakit baru deh sibuk cari obatnya. Kalau udah terjadi kejahatan baru deh dibuat kebijakan dan hukumnya. Kalau udah paru-paru bolong karena rokok baru deh nyesel.. Bukannya mencegah dari awal agar itu tidak terjadi.

Angkot itu banyak gunanya. Kita bisa jadi lebih disiplin, berangkat lebih awal untuk bangsi waktu menunggu angkot. Kita jadi lebih sehat, olahraga rutin ngejar angkot dan jalan kaki ke jalan raya/tempat tujuan. Kita jadi lebih hemat, kalau dihitung-hitung emang naik angkot lebih murah sih. Kita jadi nggak capek, tinggal duduk aja berasa pake supir pribadi. Kita juga jadi nggak mubazir, nggak kayak mobil gede yang isinya cuma 1 orang. Terakhir, dengan naik angkot, kita juga turut membantu sang sopir angkot mempertahankan matapencahariannya.

Well, cuma bisa berharap sih suatu saat nanti Pemkot memperjelas nasib angkot-angkot disini. Bayangin angkot dengan kualitas yang baik, kuantitas yang banyak, dan rute yang jelas, yakin deh, nggak bakalan ada lagi pemandangan angkot kosong tak berpenumpang. Cukup hati ini aja yang kosong, Pak. Tolong, Pak, saya butuh angkot!!!

11/11/14

Ritual Pembuka

Asal tau saja, laptop ini sudah nyala dari setelah Isya tadi sampai sekarang jam 01.00. Ekspektasi : benerin beberapa tugas dan mengkaji literatur buat skripsi. Realita : laptopnya dianggurin. Karena tangan ini automatically ambil henpon lalu scroll naik turun cantik sampe batre habis. Kalo udah gitu, saatnya ngapelin laptop.

Sekarang giliran jari jemari yang automatically ngetik-ngetik cantik dan klik-klik cantik ke berbagai web address, sampailah jam segini hingga saya menyesal karena tidak melakukan apapun...

Bukan kali pertama hal kayak gini terjadi. Susah banget sinkronnya antara otak dan jari-jemari ini. Semua jadi terbengkalai. Sedih :(

Saya juga sih yang salah, sering memberi excuse ke diri sendiri. Macem-macem excuse, dari 'ntar deh belum mood', 'kan deadline masih jauh', 'besok aja kan besok libur', sampai 'ntar aja mblo kalo udah nggak jomblo'. Yah, lama dong :(

Pokoknya gitu deh, banyak waktu yang akhirnya terbuang sia-sia udah kayak rasa ini ke kamu, percuma. Kerjaan pun jadi nggak kelar-kelar, bahkan dimulai aja belum. 

Kalau bisa saya jabarkan, sebenarnya kejadian diatas itu adalah sebuah proses. Setelah saya menyepi dan bertapa ke Gua Elo-End selama 3 menit, saya pun akhirnya dapat menyimpulkan proses apa yang terjadi selama ini. Ini adalah sebuah pola proses pengerjaan tugas yang ternyata telah saya anut berabad-abad tanpa saya sadari. Tenang, jangan sedih, saya akan bagikan langkah-langkah proses ini kepada anda semua

Pertama, kita harus ngumpulin niat dulu. Ini yang paling penting. Niat itu harus kuat dan tak tergoyahkan ya, pokoknya nancep di pikiran dan hati. Waktu yang dibutuhkan untuk membangun niat ini mulai dari hitungan menit, jam bahkan hari. Misalnya, hari ini kita berniat, besok harus ngerjain tugas. Nah itu udah good start, bro and sis! Selain apa yang akan dikerjakan, dalam pembangunan niat kita juga harus mematok target kapan selesainya. Niat ini harus selalu diingat di step-step berikutnya. Kedua, setelah niat yang kuat, kumpulkan peralatan yang mendukung seperti laptop, atau daun pisang (just in case tugas kamu adalah membuat lemper). Kalau niat sudah kuat sih, step kedua ini tidak memakan waktu lama. Hanya sekitar 15 menit. Nyalakan laptopmu, dan buka gulungan daun pisang mu. Ketiga, biasanya dibutuhkan appetizer sebelum masuk ke main course. Jadi sebelum bergelut dengan tugasmu, adakanlah ritual pembuka terlebih dahulu, agar pikiran fresh. Sehingga nantinya dalam pengerjaan tugas akan terasa lebih ringan dan lancar. Tetap ingat langkah pertama ya! Jangan sampai kebablasan. Ritual pembuka ini bisa macem-macem, kalau saya sih dengarin lagu favorit sambil karaoke beberapa album musik lalu nonton film. Cek media sosial. Main game. Keempat, sampai deh di main course. Wah....ternyata sudah terlalu larut malam untuk ngerjain tugas. Begadang itu nggak baik bro buat kesehatan. Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya bro. Begadang boleh saja, asal ada temennya. Pokonya. tugas yang dikerjakan dengan keadaan tubuh yang lelah pun hasilnya tidak akan maksimal. Lebih baik istirahat saja dan lanjutkan besok bro.

Dan itulah siklus nasib tugas saya, every single day.
Sekarang saya lagi menikmati ritual pembuka. Sebentar lagi memasuki main course. Nggak ngerti saya daritadi ngetik apaan ini.

08/10/14

A Movie Review : ANNABELLE

Jika Anda pernah menonton film The Conjuring kemungkinan Anda akan penasaran untuk menyaksikan film ini. The Conjuring bercerita mengenai pasangan suami istri yang berprofesi sebagai ghost-hunter atau semacam cenayang yang telah menangani berbagai macam kasus hantu. The Conjuring diawali dengan kasus Annabelle yang telah terselesaikan dan mereka menyimpan boneka misterius itu di ruangan khusus barang-barang mistis yang mereka peroleh dari kasus yang mereka tangani. Annabelle dalam The Conjuring hanya sebatas itu. Maka pada film ini, awal mula Annabelle dikisahkan secara spesifik. 

http://www.beyondhollywood.com/uploads/2014/07/Annabelle-2014-Movie-Poster-750x1111.jpg



Mia dan John adalah sepasang suami istri yang baru saja pindah rumah. Mia sedang dalam keadaan hamil tua. Mereka rutin beribadah di gereja bersama tetangga sebelah rumah mereka, Mr dan Mrs Higgins. Mrs Higgins begitu antusias dengan kehamilan Mia karena mengingatkannya pada anaknya, Annabelle Higgins, yang pergi meninggalkan mereka tanpa alasan jelas sejak dua tahun lalu.

Mia memiliki hobi menjahit dan mengoleksi berbagai boneka. Suatu hari, John menghadiahi Mia sebuah boneka wanita berbusana pengantin dan berkepang dua. Mia sangat menyukai boneka tersebut dan meletakkannya diantara koleksi bonekanya yang lain. 

Suatu malam, Mia mendengar jeritan dari kediaman Higgins. John pergi memeriksanya dan ia mendapati Mr dan Mrs Higgins yang telah berlumuran darah ditangan anaknya sendiri, Annabelle dan kekasihnya. Mia segera menghubungi 911. Sesaat setelah itu, kekasih Annabelle tiba-tiba muncul dan menusuk perut bagian samping dari Mia. Beruntung polisi segera datang dan menembaknya sedangkan Annabelle bunuh diri. Annabelle meninggal sambil memeluk boneka hadiah dari John untuk Mia itu (mulai saat ini, sebut saja boneka Annabelle).

Semenjak itu,banyak kejadian tidak biasa yang menghampiri kehidupan Mia dan John. Puncaknya ketika terjadi kebakaran tidak wajar di rumah mereka, kemudian mulai saat itu Mia memutuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah mereka. Mia dan John beserta anak mereka yang baru lahir, Leah, pindah ke sebuah apartemen. Mereka membawa serta seluruh koleksi boneka Mia, kecuali boneka Annabelle, John telah membuangnya sebelum pindah. Namun, boneka itu secara misterius kembali muncul ketika Mia sedang menyusun koleksi boneka nya di rak yang baru. Mia berpikir, kemungkinan boneka itu ikut terbawa saat mereka mengumpulkan barang-barang pasca kebakaran. Mia kemudian memutuskan untuk tetap menyimpannya karena boneka itu tetaplah merupakan hadiah dari John. 

Setelah pindah rumah, ternyata tetap saja ada kejadian aneh yang mereka alami. Hingga pada akhirnya mereka melibatkan Romo Perrez, seorang pastur di gereja tempat mereka beribadah, untuk turut mengatasi kasus yang menimpa mereka. Namun, justru sesuatu yang buruk terjadi pada Romo saat ia membawa boneka Annabelle untuk mengamankannya. Lalu sebenarnya ada apa dengan boneka tersebut? Apa hubungannya dengan Annabelle Higgins? Dan apa yang dia inginkan? Untuk bagian ini sebaiknya anda menyaksikan sendiri.

Secara keseluruhan, saya menilai film ini seperti tipikal film ber-genre horror pada umumnya. Suasana gelap dan sound mengejutkan menjadi andalan di film ini. Tidak terlalu spesial sebetulnya. Saya lebih menyukai Insidious dari segi jalan cerita, dan The Conjuring dari segi kaget-mengagetkan. Tapi film ini lumayan saya rekomendasikan untuk Anda yang sekedar mencari sensasi kaget dan memicu adrenalin sesaat. Saya cukup sering kaget saat menonton film ini, namun setelah itu tidak ada rasa ketakutan yang membekas. Adapun pesan yang terdapat dalam film ini : rajin-rajinlah beribadah, setidaknya itu yang saya tangkap.

Review ini bersifat sangat subjektif, saya pun menyadari itu. Saya tidak begitu menyukai genre horror, sekali lagi saya hanya mencari sensasinya. Saya lebih menyukai genre thriller, yang menurut saya, lebih masuk akal. Pada film thriller, segala sesuatu yang terjadi terdapat penjelasan yang masuk akal. Tidak seperti horror, tidak dapat dimengerti bagaimana mungkin mesin jahit dapat hidup sendiri, kompor dapat menyala sendiri, dan berbagai kejadian aneh lainnya. Dan biasanya thriller memiliki ending yang twist, berbeda dengan horror yang seringkali mudah ditebak. Ah, saya berharap dalam waktu dekat ada film sejenis Orphan.

Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam nama dan detail pada review ini, saya memang bukan reviewer dan pengingat yang baik. Silahkan menonton dan selamat terkejut! :)

All about my special moments, stories, thoughts, or anything.

Your Number!

Categories

Who is "A"?

Foto saya
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Hello, there! I'm a medical practitioner, hmm but not really... hahaha. It's a pleasure for me to get you here, visitors!

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *

To get the latest update of me and my works

>> <<