A-Blog!

All about my special moments, stories, thoughts, or anything.
Tampilkan postingan dengan label Stand Up Comedy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stand Up Comedy. Tampilkan semua postingan

17/03/15

SUN 7 : WIN7ER (Abdur dan Bintang Timur)

Udah lama rasanya nggak ngomongin Stand Up Comedy, terakhir itu waktu nonton PARTY LAUGH. Iya, emang udah jarang nonton beginian. Rasanya event-nya juga semakin jarang. Sekalinya ada, guest star-nya nggak sesuai selera, jadinya kan MLZ...

Hingga akhirnya, tanggal 24 Januari kemarin, komunitas @StandUpPTK ngadain event rutin SUN (Stand Up Nite) yang ke -7 bertajuk “WIN7ER” (bacanya winter, bukan winjer), dengan guest star Abdur Arsyad dan Bintan Timur. Waini.... paporit semua.

Kebetulan tanggal segitu adalah hari dimana saya ujian PKL sekaligus penutupan rentetan ujian semester ini yang begitu melelahkan, jadi timing-nya passsss banget. Ujian PKL yang cukup bikin ketar-ketir karena sistem-nya yang seperti ujian skripsi, ujian lisan di hadapan dua dosen penguji.

Sisa-sisa semangat setelah ujian PKL

Sorenya langsung terbang ke venue untuk penukaran tiket, YANG KATANYA, siapa yang nukar tiket lebih cepat, bisa pilih tempat duduk kayak di bioskop. Jadi, walau badai menghadang saat itu, saya dan seorang teman rela basah-basahan demi kursi yang dijanjikan itu (udah kayak caleg). Yah, maklumlah saya sebagai pemegang tiket kelas 2 juga pengen punya view yang setidaknya mendekati kelas 1. Wow, kami ternyata adalah penukar tiket pertama. TAPI NYATANYA, admin yang kemarin bilang sistem bioskop itu ternyata salah info, nggak ada sistem kayak gitu. Tetap aja sistemnya sistem rebutan kayak yang udah-udah. Bang, kamu bikin adek kecewa, bang... Celupin aku ke sisa kuah soto lamongan, bang!

Sudahlah, tiada guna bermuram durja. Malam itu bertekad datang on time ke venue. Walaupun tekad sudah bulat, tetaaap aja ada hal yang menghambat. Di pertengahan jalan, saya balik lagi ke rumah gara-gara tiket teman sepertinya ketinggalan. Eh tapi ternyata di rumah nggak ada! Saya coba hubungi dua teman saya itu, nggak ada satupun yang respon. Mungkin lai di jalan. Yaudah saya nekad pergi. Sampai di venue, ternyataaa...saya emang nggak pernah dititipin tiket, jadi apa yang saya cari selama ini. Aduh, saya emang gitu, kadang suka kelewat cerdasnya.

Untungnya acara belum di mulai. Sebelum open gate, ada semacam surprise gitu dari anak-anak komunitas. Mereka tiba-tiba perform ala-ala boyband. Duh! Tapi saya lagi di toilet. Jadi cuma liat ujungnya aja. Hehehe.

Setelah kelar menukar kupon dengan popcorn dan minuman soda (padahal saya lagi diet), kita pun masuk dan dapat view yang nggak jelek-jelek amat lah. Wow, panggung-nya so winter sesuai dengan temanya. Ada salju dari gabus dan kapas yang di dekor sedemikian rupa jadi berasa di kutub utara. Padahal mah tetap gerah.

Penampakan stage dari kursi tiket kelas dua dan henpon 3 mp


Dan setelah mengamati pangung, saya baru ngeh kenapa tajuknya WIN7ER, tak lain tak bukan karena sponsor utama-nya WINMILX *sengaja typo*. Pantesan, kenapa maksa banget bikin kota khatulistiwa jadi ala ala winter.

Show dimulai dengan aksi anak-anak komunitas dalam parodi yang sangat kocak, pemanasan yang pecah dan mampu membawa suasana. Yang paling saya ingat sih parodi Coke Bottle Anezmo yang miriiiiip pake banget! Dilanjutkan dengan 5 line-up dan 4 battle dari komika lokal. Damn! Progress komika lokal-nya berasa banget! Dari SUN-2 yang merupakan event yang pertama saya tonton, dibandingkan dengan SUN-7 ini rasanya sudah banyak kemajuan. Masing-masing komika punya ciri-khas dan sedikittt sekali nge-bomb nya. Nggak kayak SUN-2 dulu yang kebanyakan bikin ngerasa “aduh ini kapan selesainyaaa, guest star mana guest starrr”. Kalau sekarang, they’re deserved the stage lah pokoknya. Nggak malu-maluin. Hanya saja, saya rasa terlalu banyak sih. Lebih baik kalau yang battle tidak perlu ada, kalaupun ada ya line-up nya cukup 2 atau 3 komika aja. Soalnya, sampai di line-up ke 5 itu udah klimaks banget ditutup sama Meme Daeng, satu-satunya komika srikandi yang gesrek abis-abisan. Penonton udah cukup ketawanya, dan ketika masuk battle jadi keburu cape ketawa dan ngerasa, yaelahhh jadi anti-klimaks iniiih.

Sekitar jam 10 malam lebih dikit, Bintang Timur alias Bintang BT muncul! Dari kursi penonton! Ya ampun Bintang, rambutnya gitu-gitu amat kalau diliat secara lansung. Bintang yang notabene jebolan juara 1 street comedy season 2 ini memulai perform dengan bit rokok dan ASI. Bit yang familiar ini langsung memecah tawa penonton. Dilanjutkan dengan bit-bit yang sangat khas Bintang BT, pendek-pendek dan punchline menumpuk dimana-mana, apalah itu istilahnya. Dan ternyata bit andalan sekaligus favorit saya tentang remote tv dibawain saat itu! Wahhh, saya kira itu bit udah kadaluwarsa. Senang sih bisa dengar secara langsung, dan pecah banget. Ternyata itu adalah bit penutup dari Bintang BT. Well done, mas Bintang, well done! Medium rare! *loh*

Lanjut, guest star kedua sekaligus penutup, Abdur mamasayangeee! Abdur luar biasa energik padahal udah masuk tengah malam. Nggak kebayang gimana bosannya dia nunggu selama itu. Tapi sepertinya dia juga menyimak jalannya acara. Dia memuji komik-komik lokal, terutama Meme Daeng, yang dia nggak ngerti ngomong apaan dari awal sampai akhir (karena bahasa upin-ipin full version), tapi katanya dia menilai dari pecahnya ketawa penonton. Dan juga dari persona Meme Daeng sebagai ibu-ibu rumpi tukan ngomel, begitu luwes dan penuh percaya diri. Jarang ada komika cewe’ yang se-luwes itu, kata Abdur. Lah, jadi bahas Meme Daeng.

Abdur jebolan juara 3 SUCI season 4, komika yang terkenal dengan materi satir bernuansa protes dengan bumbu politik, malam itu juga melemparkan bit-bit nuansa tersebut. Semua juga tau, Abdur pendukung nomer satu saat pilpres, dan saya salut dengan sikap sportifnya. Abdur sempat menyenggol masalah kebijakan kenaikan harga BBM. Menurutnya, tidak kenaikan harga BBM tidak perlu terjadi kalau alasannya karena subsidi BBM tidak tepat sasaran. Polisi di Indonesia ini banyak, tugaskan saja dua polisi di tiap SPBU untuk memantau dan memastikan bahwa yang membeli BBM subsidi adalah oran yang berhak. Hmm, bener juga ya. Padahal saya juga penguna BBM subsidi L Nggak tau deh termasuk golongan berhak atau bukan, tapi kan...saya anak kos L *curhat*

Selain membahas yang berat-berat seperti itu, Abdur juga melemparkan bit-bit ringan seperti berat badan saya (lah, berat dong). Diantaranya, bit bioskop di papua cuma ada 4 (kalau nggak salah ingat), bit konser Agnes Monica yang sahut-sahutan dengan suara adzan, sampai yang paling saya ingat, bit alasan masuk Universitas Muhammadyah Malang dan latihan lift. Ngakak sekaligus miris, karena katanya itu true story :p Salut deh sama kaka Abdur yang sekarang study-nya sudah sampe S2, mantep!! Saya juga setuju dengan stetmen Abdur yang bilang kalau saat ini kita hidup di jaman membingungkan, dimana benar/salah itu sudah tidak jelas lagi batasnya.  Kemudian dia melanjutkan dengan bit lampu merah, dimana orang yang taat lampu merah malah di klaksonin orang lain dan dianggap bersalah.


Tiba di penghujung acara, ntah sudah jam berapa saat itu, tapi saya pulang dengan perasaan puas. Apalagi bisa took selfies with the guest starsss!
Bingung.. enyang mane enyang guest star??

bukan mbah dukun, abaikan jari bintang
Dan bonus foto sama kamil onte yang sekarang sudah tenar. Kasusnya sama seperti dulu di tahun 2013, doi yang minta foto.
Dapat popcorn berlebih karena pulang saat panitia mulai berkemas, iya, paling akhir.
P.S.
Ini seharusnya di post di bulan Januari. Semoga belum basi. #latepost.
Dan,....maaf.
Kali ini agak narsis.

01/02/14

[Review]: COMIC 8 the Movie (sotoy)

Taa-daaaa~~~!

Tulisan kali ini adalah sebuah review untuk film yang lagi nge-HITS banget, lalu-lalang di twitter sampai acara lalala-yeyeye (ya…namanya juga promo), film itu tak lain tak bukan adalah…. COMIC 8!!!

Yup, the power of advertisement, berhubung promonya yang wara-wiri, terpanggillah hati ini untuk ikut menyaksikan film yang konon genre-nya nggak umum, yoi bro, genre-nya Action-Comedy! Kebayang kayak apa? Pukul-pukulan tapi sambil ketawa ketiwi gitu ya, kayak OVJ dong? Lah… itu mah bedaaa…

Jadi, film apa sih itu COMIC8?
COMIC8 adalah film ber-genre Action-Comedy. Berawal dari sebuah aksi perampokan Bank INI (Indonesia-Netherland Incorporation, kalau nggak salah) oleh tiga kelompok perampok dengan misi yang berbeda-beda namun visi tetap satu jua, yaitu untuk membongkar brangkas dan membawa lari uangnya (yaiyalah, apalagi coba). Tiga kelompok ini memiliki latar belakang dan karakter (yang aneh-aneh) yang berbeda juga. Jadi antara tiga kelompok ini juga terjadi persaingan sehingga terjadilah yang namanya adegan baku tembak yang gak main-main (maksudnya kayak film-film Hollywood gitu). Sampailah ketiganya bisa akur karena mereka harus sama-sama melawan polisi dengan menyandera beberapa orang (yang juga aneh-aneh). Perampok dan polisi ini melakukan tawar-menawar yang sangat alot, dengan permintaan dari perampok yang juga aneh-aneh (bisa dilihat cuplikannya di trailer, ya ini memang film yang aneh-aneh). Apakah sudah kebanyakan spoiler nih daritadi? Oh…jelas…, jelas tidak spoiler sedikitpun. Karena hal yang bikin geleng-geleng kepala belum saya ungkapkan sedikitpun. Jadi, siapa sih sebenarnya tiga kelompok perampok ini? Siapa sih dalang perampokannya? Apasih motifnya? Kenapa sih Om Indro botak (eh)? Silahkan nonton lebih lanjut aja deh, karena kekuatan film ini terletak pada bagian ending-nya… J

Pemerannya siapa aja sih?
Judulnya COMIC8, jelas pemain utamanya ya 8 orang comic (Stand up comedian). Tapi sebenarnya bukan karena pemainnya 8 orang comic lantas dibuat judul demikian, tapi karena memang ada kaitannya dengan cerita (bakal ketahuan di ending). By the way, seingat saya sih pemainnya pake nama asli semua. 8 Comic ini ada Kemal Palevi, Ernest Prakasa, Fico, Babe, Arie Kriting, Mongol, Bintang Timur, Mudy Taylor. Karakternya unik-unik, aneh bin ajaib. Selain 8 pemain itu juga ada pemain lain tapi perannya penting, ada Nirina Zubir sebagai Kapten Polisi, Nikita Mirzani sebagai pegawai Bank, Pandji sebagai….ehm…dokter, Om Indro sebagai…..sandraan, ada juga Ge Pamungkas, Coboy Jr, Kiki Fatmala, Candil, yang turut meramaikan. Yang saya paling demen sih karakternya Ernest, wuidih…. Keren banget lah koh Ernest adegan tembak-tembakannya. Nirina juga pas banget meranin jadi Kapten yang serius dan tegas. Selain Ernest dan Nirina, saya pribadi juga suka karakter Pandji, meskipun scene-nya sedikit tapi ekspresinya itu bikin hacep.

Kelebihan film ini apasih?
Yang jelas sih, film ini beda, secara jalan cerita maupun pemain. Jalan ceritanya, mind-blowing gitu bro, beneran! Pemainnya, tentu saja ini film pertama yang melibatkan banyak comic. Dan juga genre film-nya yang berani nge-blend antara action dengan comedy. Film ini pun digarap dengan baik secara pengambilan gambar dan editing (hm…sotoy aja sih), iya soalnya salut buat backsound nya yang oke dan editan slomo-slomo tembak-menembaknya itu. Btw, film ini banyak slomonya, jadi bisa liat detil peluru-peluru yang keluar dari senapan secara dramatis, huehehe. Yah pokoknya film ini semacam gebrakan baru lah di industri perfilman Indonesia, berani lawan arus dan anti-mainstream gitu lah…

Kekurangannya, ada nggak?
Kalau dari pandangan sotoy saya sih, tentu ada kekurangan. Kita mah jujur aja ya. Dari awal ke tengah film, saya merasa sepertinya pemain kurang dapet acting-nya, ntah karena pengalaman pertama di film, atau memang naskah yang cenderung biasa aja, kalau bahasa gaulnya tuh kurang hacep lah. Dialog-dialog di awal terdengar cenderung dipaksakan untuk lucu, mungkin memang lucu untuk yang sudah tahu bagaimana karakter mereka kalau lagi Stand up, tapi buat yang barutau saat itu? Hmm.. I don’t think so. Awal-awal juga saya agak bingung, ini begimane sih alurnya dari sana kesono, sini kesitu, ehh…pas ke beberapa menit akhirnya ngerti juga (atau emang dasarnya aja yang rada telmi). Soalnya alurnya nggak kayak biasa sih… Keren. Dari tengah kebelakang, ini film baru keliatan kerennya…(lah ini kan lagi ngomongin kekurangan ya)

Ada pesan buat yang belum nonton?
Ohiya…. Bakso satu nggak pake tauge.
Eh, serius deh…  Jika anda pengen tau film Indonesia yang nggak biasa-biasa aja, silahkan nonton. Jika anda ingin memajukan industry perfilman Indonesia tanpa harus bikin film, silahkan dukung karya anak bangsa dengan tonton film ini secara legal, yaitu di bioskop ataupun lewat DVD ori (sok banget daaah, tapi ini serius lho). Satu lagi, jika anda menonton film, film apapun itu, berhentilah menebak-nebak jalan cerita, ikuti sajalah alurnya, biar seru… Gitu. (Trailer Comic8 klik disini)

Ada pesan terakhir?

Mukegile lu….

19/12/13

PARTY LAUGH (2nd Anniv) : Ge & Ernest

Hi readers (kalau ada) !

Semoga belum bosan, karena kali ini (lagi-lagi) saya akan mereview sebuah show Stand Up Comedy yang seminggu lalu saya saksikan.

13 DESEMBER 2013…
Untuk merayakan hari jadi komunitas Stand Up Comedy Pontianak (@StandUpPTK) yang ke-2 tahun, diadakanlah sebuah stand up show dengan tajuk “Party Laugh” yang sekaligus juga jadi Stand Up Nite 4. Acara ini menampilkan 6 local comics dan 2 guest stars yaitu @GePamungkas dan @ernestprakasa. Sebagai penikmat genre komedi ini, saya tentu tidak akan melewatkan acara ini.

Sebelum jam 7 malam, saya sudah menjejak di venue. Sedikit tidak menyangka dengan pemandangan yang saya dapati, yang menurut saya tidak biasa. Cukup berjubel, tidak seperti #MesakkeBangsaku Pandji Pragiwaksono (tentu saja, exclusive :p). Tapi masih lebih berjubel ketika Kemal Palevi jadi guest star (hehe). Kalau boleh saya gambarkan, banyak abege-abege (dan juga yang belum abege) yang lalu lalang. Dalam hati saya, ini pasti gara-gara Ge! Padahal ini acara 18+. Bukan karena materi-nya saja yang 18+, tapi juga karena sponsor utama acara ini adalah rokok.

Sebelum masuk ruangan, penonton dibagikan light stick (yang saya kira sedotan, dan sempat ngedumel dalam hati, ngapain sedotan dikasih didepan pintu gini). Saya pikir, saya lagi di antrian masuk Theater JKT48, taunya bukan! (haha)
penampakan opening kece
Ternyata ruangannya gelap dan remang-remang, light stick penonton jadi ‘glowing in the dark’ gimana gitu. Saya dan teman-teman sepakat mentransformasikan light stick jadi gelang (agak-agak norak di awal). Dan saya amazed banget, amazed sama opening-nya yang, gila, keren dan niat abis! Untungnya, posisi saya yang cukup wuenak memungkinkan untuk melihat keseluruhan acara dengan POV yang oke. Opening kali ini, tidak biasa. Pada acara-acara terdahulu, opening diisi band dan parodi-parodi dari komunitas. Sedangkan di “Party Laugh” ini, dibuka oleh kolaborasi apik antara DJ – percussion – drum. Dentuman musik yang ajeb-ajeb memancing kepala buat head bang kecil-kecilan (heh? maksudnya angguk angguk gitu) Sungguh tak mampu dibendung :P

Selesai dengan opening.
6 local comics yang menjajal panggung silih berganti. Menurut saya, secara materi maupun delivery, beberapa comic mampu tampil lebih baik dari yang saya ekspektasikan. Tampaknya ke-6 comic sudah menentukan dan menemukan apa yang menjadi ciri khas-nya masing-masing. Ada yang menonjol act-out nya, ada juga yang pake call back berkali-kali, bahkan ada beberapa tag line dari comic pertama yang dipakai oleh penampil-penampil selanjutnya hingga Ernest dan Ge! Namun kalau boleh saya menilai, ada juga beberapa comic yang bit-bitnya miss/gagal disampaikan dengan baik, entah karena materinya kurang digali, atau penyampaiannya yang kurang dilatih. Sehingga saya cukup berusaha memukan titik kelucuannya. Sangat disayangkan memang. Sebaiknya comic-comic yang akan tampil itu dibiarkan untuk konsentrasi dengan performa-nya, dengan kata lain, tidak terlalu dilibatkan dalam hal-hal teknis semacam penjualan tiket, dan lain-lain. Saya pikir masih banyak anggota komunitas lain yang bisa mengurus itu. Dear, comic-comic lokal, semoga bisa lebih rajin nulis dan menggali materi, agar materi tahun lalu (literally) tidak perlu dibawakan lagi J J Penonton yang datang tentunya mengharapkan penampilan yang terbaik, bukan hanya untuk menyaksikan guest star, tapi juga local comics J Tidak semua penonton adalah teman yang sudah mengenal anda dan keseharian anda, teman yang memberikan tawa karena anda adalah temannya J
Selesai dengan local comics-nya.

Koh Ernest on the stage!
Ernest Prakasa! Bapak Illucinati Indonesia, yang mewakili gagasan para illucinati di seluruh Indonesia J Ernest adalah juara 3 Stand Up Comedy Indonesia season 1. Saya cukup mengikuti perjalanan karir comedy Ernest sejak lulus dari SUCI1 ini. Ernest adalah COMIC PERTAMA di Indonesia yang melakukan tour keliling Indonesia! KEREN. Tour pertama-nya yang bertajuk “Merem-Melek Tour” tentunya akan tercatat dalam sejarah stand up comedy di Indonesia dan membuka jalan bagi SUC tour comic lain. Dengan pengalaman SUC-nya yang sudah sebegitu banyak, tidak ada alasan bagi saya untuk ragu dengan performa bapak satu anak ini. Saya pikir Pontianak adalah tepat yang tepat bagi Ernest untuk menjajal materi tentang ke-Cina-an, pasti bakal kelahap habis. Pontianak merupakan salah satu markas besar Illucinati (kata Ernest). Saya selalu kagum dengan cara Ernest menyampaikan aspirasinya sebagai minoritas yang pernah tertindas. Ernest juga dengan santainya mengajak kita menertawakan ras-nya.  Begitu pula yang terjadi di malam “Party Laugh”. Namun diluar dari materi tentang ras, ernest juga menyampaikan materi yang santai, seperti cerita masa kecilnya. Beberapa materi yang dibawa Ernest memang sudah pernah saya lihat/baca di bukunya. Tapi tentu beda sensasinya jika disaksikan secara live. Di tengah-tengah performanya, Ernest menggiring penonton ke pembahasan yang agak serius : Pemilu. Sedikit membuka isu maupun fakta (yang mencengangkan), serta track record beberapa calon. Ini penting banget buat membuka pikiran dan wawasan penonton. Ernest selalu bermain dengan analogi untuk menyederhanakan hal rumit. Analogi Ernest inilah yang sering nggak kepikiran dan mengundang tawa penonton. Saya pribadi, terpuaskan dengan performa Ernest. Tawa dapet, edukasi dapet J
Selesai dengan Ernest.

Bang Ge on the stage!
Ge Pamungkas! Pememang Stand Up Comedy Indonesia season 2. Sebelumnya saya sudah bersiap-siap kebal untuk menyaksikan performa Ge yang live dan tanpa sensor ini. Buat yang sering nonton Ge di tv, pasti bakal kurang terpuaskan karena banyaknya sensor. Padahal perasaan saya sih, waktu jaman masih di SUC2, materi Ge aman-aman saja, tidak terlalu frontal seperti akhir-akhir ini :P yah begitulah Ge Pamungkas, mungkin wajahnya yang oke dan badannya yang proporsional itulah yang menarik abege-abage dan belum abege tadi untuk datang. Jaman SUC2 dulu, saya tidak begitu suka dengan Ge karena menurut saya Ge terlalu over, ngomongnya cepet banget dan belibet. Saya sampai susah nangkap. Saya juga kecewa ketika Ge keluar sebagai pemenang, mengalahkan jagoan saya, Gilang Bhaskara. Tapi dari situ saya jadi paham, kenapa juri memilih Ge sebagai pemenang? Act out. Ge kerap melakukan act out yang total di setiap bit-nya. Inilah bakat luar biasa. Act out seperti itu pasti butuh energy lebih dan stamina yang konstan saat perform. Dan di malam “Party Laugh”, Ge mampu menjaga semangatnya dari awal-akhir performa. KEREN. Ge dengan mulutnya yang frontal. Baru beberapa menit menjajal panggung, sudah berani meriffing penonton dengan….ah, koplak :D Entahlah, kalau saya yang kena riffing mungkin langsung ngambek karena malu. Bit-bit Ge dekat dengan keseharian, dikemas lewat act out yang outstanding, langsung ngena (jleb) di hati penonton. Ge kentara banget sering ber-observasi di kesehariannya. Bit tentang solat Jumat saja bisa dibahas cukup lama dan sangat detil. Ge dengan segala materi ‘kasar’ nan frontalnya, mampu menutup Party Laugh malam itu dengan apik! Saya dan beberapa penonton berdiri dari dari kursi untuk memberikan standing ovation J

Akhirnya, terobati sudah kekecewaan terdahulu karena 3GP Tour dan Illucinati tidak mampir ke Pontianak J

Tidak seperti biasa, kali ini tidak ada sesi foto bareng. Entahlah, mungkin karena terlalu ramai, mungkin panitia yang tidak mau, atau Ge dan Ernest yang tidak mau. Penonton selain pemegang tiket Platinum pun harus pulang dengan kekecewaan.
Selesai dengan Party Laugh.

Catatan Tambahan buat SUC Pontianak.
Happy 2nd Anniversary komunitas @StandUpPTK semoga semakin eksis dan bisa membanggakan kota Pontianak. Semoga semakin solid dan kompak. Semoga kualitas dan kuantitasnya makin nambah. Tidak kalah penting, semoga, suatu hari nanti, bisa bersikap lebih ramah dengan penonton J J J #IfYouKnowWhatIMean

Saya pribadi sangat mengapresiasi komunitas ini. Mengapresiasi dari kursi penonton J

BONUS :P

25/11/13

SMART REVIEW Mesakke Bangsaku PTK : Edukasi Berbalut Komedi

Ini adalah kali keempat saya meyaksikan event Stand Up Comedy (SUC) komik profesional secara live. Pertama kali yaitu saat komunitas @StandUpPTK mengadakan Stand Up Nite (SUN) 3 dengan guest stars @KemalPalevi dan @c_lontong (review disini); SUN 4 dengan guest stars @Adriandhy dan @adjisdoaibu (review disini); HUT Smanda 48 Edition dengan guest star @KemalPalevi (review disini); daaaan…. Stand Up Special #MESAKKEBANGSAKU Tour milik master @pandji dengan opener @davidnurbianto!!
Mesakke Bangsaku - Pontianak
191 hari yang lalu (sebelum hari H), saya lagi isengan baca TL twitter, Pandji mengumumkan Stand Up Special-nya yang ketiga (setelah Bhinneka Tunggal Tawa dan Merdeka Dalam Bercanda) dengan tajuk Mesakke Bangsaku (Kasihan Bangsaku) ini lewat twitternya. Saya ingat betul, sesaat setelah tweet itu muncul, saya langsung mention @StandUpPTK bertanya apakah Pontianak “kesinggahan” tur-nya Pandji. Padahal beberapa menit setelah itu Pandji lanjut mengumumkan kota-kota yang akan jadi sasaran tur-nya, daaaan….. pertanyaan saya terjawab sudah J
H-191

Saya sungguh excited menunggu event ini. Ini adalah Stand Up Special pertama yang diadakan di Pontianak! Terlebih lagi ini adalah tur komik favorit saya, seorang Pandji Pragiwaksono (gitu loh!)

23 November 2013. Saya tau ini hari bakalan spesial. Saya tidak mau melewatkan acara ini walau se-milisekon pun! (oke, lebay, stop it). Apalagi Pandji selalu mengingatkan kepada penontonnya di setiap kota bahwa acara akan dimulai on time, nggak pake nunggu! “Bukannya nggak mau nunggu yang telat, tapi mau menghargai yang tepat”, begitu kira-kira tweet Pandji. Salut! Sesuai dengan tag line @smartfrenworld sebagai sponsor utama Mesakke Bangsaku "We Live Smart and We Hate Slow". Yeah Pandji memang smart comic, dan Pandji hate slow, so please on time guys!  Selama ini kalau saya menghadiri suatu event (apapun itu) mesti nunggu massa dulu baru bisa mulai. Udah kayak angkot yang lagi ngetem, tunggu udah penuh baru berangkat! Nggak peduli meskipun ada penumpang yang lagi buru-buru, mau melahirkan, misalnya.

Saya pergi berlima dengan teman-teman saya, dan kami beruntung dapat tempat duduk di barisan kedua setelah undangan. Karena undangan kosong, alhasil kita jadi semakin terdepan dan terpampang nyata (kombinasi Syahrini naik motor). Dan sejujurnya, posisi ini bikin saya takut, takut kena riffing, sumpah. (Saya tau kebiasaan Anda, bung Pandji!).

Tepat pukul 19.00 WIB, acara dimulai dengan duo host kocak yang  sudah tidak asing bagi penikmat SUC Pontianak… Dialah……. @ipunkwahaha dan @jokodin (itu tuuuh, yang di ANTV, tokoh utama di serial RT Sukowi *lah jadi promo) Mereka membuka acara dengan meriah dan cukup membawa suasana malam itu. Kemudian dipanggilah (bukan oleh yang maha kuasa, tapi oleh host) komik local yang jadi opener Mesakke Bangsaku….dialah….@yeda_edtrias!!!
duo host


Sejujurnya, saya baru pertama kali menyaksikan komik yang namanya Yeda ini. Perawakannya seperti kombinasi antara Mo Sidik, Fico, dan Lolox (nah loh gimana tuh). Saya bisa merasakan saat bit-bit awal Yeda, masih kurang ngena, mungkin masih rada nervous (so pasti, secara ini Mesakke Bangsaku, gitu!). Tapi tengah kebelakang, Yeda sanggup menguasai panggung! Dan saya…..saya jadi korban riffing! Untungnya, saya dibilang “muka surga”, apesnya, cowok di kanan saya dibilang “muka neraka” (muahahaha).
Yeda, komik lokal opener Mesakke Bangsaku :O
Selanjutnya, duo host muncul lagi, kali ini mereka memanggil opener yang khusus diajak oleh Pandji, dia adalah komik bernama british berwajah Chinese berbahasa betawis, dialah….. David Nurbianto!!! Saya yakin Pandji tidak akan sembarang memilih dan mengajak komik untuk menjadi opener-nya. Jadi, pastinya David (atau dapit) ini adalah komik yang berkualitas. Sekitar 6 bulan yang lalu sejak Pandji mengumumkan opener-opener nya saat tur, saya langsung mencari tahu, siapakah gerangan sosok David ini. Dan saya sampai pada suatu kesimpulan bahwa, David adalah komik berciri khas yang mampu men-delivery materinya secara lugas, ditambah logat betawi kental dan ekspresinya yang mantep, tidak berlebihan tapi kompor gasss! 
Sorry bang dapit, gelap nih
Baru bit-bit awal, David sudah bisa menghasilkan gelegar tawa penonton. Saya sendiri ngakak pada bit pembuka-nya tentang kombinasi takbiran ala Chinese. Di sela-sela penampilannya malam itu, David banyak menyelipkan nasihat-nasihat buat penonton, namun dikemas secara jenaka. Seperti bit jangan melawan ibu. David bilang, “Lu jangan lawan ibu lu. Enyak gue udah nggak ada, gue nyesel. Gue kan juga pengen ngelawan kayak elu” Lahh JJ

Setelah David menutup penampilannya, saya makin tidak sabar menyaksikan sang empunya tur naik panggung. Selagi duo host memberikan beberapa info, seorang kru sibuk menaikkan kursi dan meja lengkap dengan air mineral dan cangkir kecil (sepertinya isinya kopi, atau sekoteng? Hehe). Dalam hati saya bilang, “wah bakalan seru nih, pasti lama nih sten ap nya, pake tempat duduk segala. Bisa jadi sit down comedy nih” (woy garing woy).

Dengan kaos putih berlogo Mesakke Bangsaku dan jas hitam, diiringi musik rap dan tepuk tangan penonton, Pandji bersemangat naik panggung, siap menjejalkan materi kepada penonton. Pandji membuka penampilannya malam itu dengan penjelasan bahwa dalam tur Mesakke Bangsaku ini, Pandji akan banyak berbicara mengenai persatuan. Saya pernah membaca salah satu postingan dalam blognya, bagaimana Pandji mempersiapkan materi Mesakke Bangsaku ini begitu serius dan matang, mengatur urutan-urutan tiap bit,  bahkan latihan berkali-kali agar pesan yang ingin ia sampaikan dapat diterima oleh penonton. Makanya nggak heran kalau materi Pandji terlihat siap dengan data-data statistik yang menyertai. Pandji banyak berbicara mengenai sulitnya persatuan diwujudkan di Indonesia karena seringnya terjadi penindasan kaum minoritas oleh kaum mayoritas. Saat membahas kaum gay sebagai minoritas di Indonesia, Pandji pun menunjuk korban riffing yang pertama, yang dari awal sampai akhir acara akan selalu kena singgung dan diberi nama baru : TUJUH! J (yang nonton akan tau mengapa). Korban itu tak lain dan tak bukan adalah, TEMAN SEKELAS SAYA. Bayangin gimana saya dan 4 orang teman saya begitu terpingkal-pingkal saat Pandji me-riffing nya. Terimakasih Pandji, kita sekarang punya panggilan baru buat teman kita itu J))
Berasa di teras rumah ya om Pandji! :))

Korban riffing kedua juga nggak kalah parah! Pandji membawa tas ransel seorang cowok ke atas panggung dan mengeluarkan isinya satu persatu! Paling pecah ketika Pandji menemukan hard disk 500GB, dan bilang “ntar yang mau minta bokep sama die nih!” x))
Barang-barang na'as milik korban :(

Pandji juga menyinggung masalah sistem pendidikan di Indonesia. Bagaimana terbaliknya sistem di Finlandia dan Indonesia (begitu pulang, saya langsung mencari tau hal ini). Pandji juga berbicara mengenai politik, mengapa kita harus melek politik, bagaimana peran dan pengaruh kita sebagai pemilih di pemilu 2014, dan apa yang harus kita lakukan agar tidak salah pilih? Jujur saja, berperan sebagai pemilih dalam pemilu 2014 adalah pengalaman pertama saya. Saya jadi banyak mendapat pencerahan tentang apa yang saya harus lakukan. Untuk memilih, kita harus kenal siapa yang dipilih. Lebih baik tidak memilih tapi mengerti daripada memilih hanya ikut-ikutan, itu kata Pandji. Bagaimana kita bisa kenal? Gunakan internet, cari tau track record mereka, main ke web www.ayovote.com J

Materi Pandji terdengar berat ya? Ah tenang aja. Pandji cakap dalam memgemas materi berat menjadi sesuatu yang mudah diterima dan dicerna. Toh, itu kan fungsi stand up comedy? J Setelah 1 jam lebih, Pandji akhirnya menutup penampilannya malam itu diiringi standing ovation dari penonton yang hadir. Seketika saya jadi merinding (loh kenapa jadi saya yang merinding? J. Itu saking kagumnya saya. Pandji memberikan hormat kepada penonton. Kemudian memberikan kesempatan 3 orang untuk bertanya mengenai materinya. Setelah sesi Tanya-jawab ini selesai, masuk ke sesi foto bareng. Saya sekalian minta tanda tangan di buku Berani Mengubah (sudah pernah saya review disini) dan Merdeka Dalam Bercanda (belum di review karena baru beli di venue, soalnya pesan di toko buku hampir 2 bulan gak dateng2 *lah jadi curhat). Pandji menuliskan nama saya di buku itu, “ini kalau ada K nya ditengah jadi AFRIKA dong”, katanya. Hahaha.
Acara selesai, saya pun pulang. Sepanjang perjalanan pulang saya jadi banyak mikirin materi-materi Pandji tadi (sumpah!). Betapa Mesakke Bangsaku ini, Bangsa Indonesia. Kita sebagai generasi muda, beberapa tahun lagi akan memimpin negeri ini dan mudah-mudahan bisa membawa bahtera bangsa ini ke arah yang lebih baik! (amiiin)
Well done, bro Pandji, well done!

Pose alay yang kurang all out bersama David Nurbianto ;)

Saya bangga, saya pulang tidak hanya dapat tawa, foto, dan tanda tangan saja, tapi juga dapat pandangan dan pengetahuan baru! Terimakasih Pandji, David, terimakasih komunitas Stand Up Comedy Pontianak, terimakasih Mesakke Bangsaku dan pihak yang mendukung, terimakasih @smartfrenworld J Semoga sukses buat Mesakke Bangsaku Makassar dan Jakarta! :)

Congratulations!
We live smart and we hate slow!

P.S: Sorry kalau kepanjangan, ini bukti bahwa saya nyimak acara dari awal sampai akhir :p

12/11/13

Jumpa Lagi si Kampret Kemal Palevi

yo watsap brader?!
yo line, kakaotalk, my people, yo yo yo brader?!

Okeh, jadi ini adalah kali kedua aku menyaksikan stand up comedy Kemal Palevi secara live (idup-idup). Masih ingat yang pertama? Yang pertama tuh, bisa dibaca disini nih.. ehehe xD

Ini adalah kedua kalinya Kemal Palevi mengisi acara sebagai stand up comedian di Pontianak Kota Bersinar (#sedhap). Spesialnya, yang ngundang dia ini bukan komunitas SUC Pontianak, tapi anak-anak SMA (meskipun dengan bantuan SUC Pontianak, sepertinya). Jarang-jarang ada SMA sederajat di Pontianak ini yang berani bikin event besar kayak gini. Patut banget di apresiasi nih usahanya *prok prok* Lah kita yang anak kuliahan juga nggak mau kalah dong, dulu juga pernah kok, bikin rencana event ngundang artis. RENCANA. Bahkan rencana aja gagal, gimana realisasinya xD

Ini posternya
Jadi, dalam rangka ulang tahun SMAN 2 Pontianak yang ke-48, dibuatlah serangkaian event besar-besaran dengan berbagai rangkaian acara (maap aku kurang tau), dengan malam puncak dimeriahkan oleh seseorang yang pastinya udah familiar (terutama di kalangan abegeh kayak akoh), Kemal Palevi. Yah, doi bakal meramaikan acara puncak Jumat Malam (8/11). Meskipun aku ini udah seniornya SMA, dan aku bukanlah alumni SMA yang bersangkutan (dasar nggak tau diri), aku kan nggak bakal melewatkan event yang kayanya bakalan seru ini dong ya, jadinya sempet2in datang jam 8 malam, padahal acara mulai jam 7 malam, maklum ya, orang sibuk. Mana nggak pake mandi lagi dari sore. lalala.

Akibat keterlambatan ini, aku pun harus puas dengan menempati posisi yang kurang wueanak ini. *emang dapat posisi dimana mbabro? | di hatimu masbro. | lah hatiku bukan posisi yg wuenak dong mbabro? | iya, abis hati masbro udah diisi sama orang lain sih * ehmm... -_-

Meskipun cuma bisa nonton dari lantai 2, tapi kemeriahan acara tetap terasa. Acaranya banyak band, dance, sampe goyang caesar. Sayang seribu sayang, hampir lupa yang hadir disini sebagian besar adalah abege secara harfiah, jadi sempat ngedumel sendiri liat ini orang-orang yang pada datang kenapa kayak heboh sendiri, kesana kemari ngalungin kamera DSLR, tereak-tereak kalo ada anak band yang cakep, histeris kayak penonton Dahsyat. Sampe curiga, jangan-jangan ini pada penonton bayaran, dari awal sampe akhir kagak ilang-ilang itu semangatnya =) Ya maklum aja saya mah. Kita mah kalem aja.

Jam 10.30 pm si Kemal Palevi-nya baru muncul. Baru beberapa menit, eh cewek-cewek barisan depan malah pulang gara-gara ditelponin orangtuanya. Oiya lupa, becok cekolah pagiii. Mihihi. Maju dah selangkah xD

Apakah yang berbeda antara Kemal Palevi yang sekarang dengan yang saya saksikan Desember 2012 silam??? Materinya bro, lebih, lebih..lebih apaya....lebih VULGAR! (-.-") yang cowo-cowo pasti seneng banget nih dengar materi doi. Bisa sampe ngakak guling-gulingan ditepung roti jadi lumpia. Dan yang cewe-nya cuma bisa nyebut+nyengir+manggut manggut dapat pengetahuan baru. ehehe. Jadi selama ini....begitu kah yang ada dipikiran para pria? Jadi...Jadi.... Ah sudahlah...

Sepertinya Kemal ini adalah Bapak vvota se-Indonesia, dan sudah dianggap keluarga sendiri oleh wota-wota di seluruh pelosok negeri ini (._.") Iya, soalnya kemarin yang datang banyak juga cowonya, bawa-bawa light stick segala. Sampe saya kira saya salah masuk ke Theater JKT48. Mereka ini pastinya nungguin materi tentang JKT48, itu udah mutlak, tidak dapat diganggu gugat pastinya. Dan bisa ditebak juga, materi tentang JKT48 ini nyerempet-nyerempetnya kemana... Kemana-mana hatimu senang deh! =) Barangkali sekitar 80% materi yang dibawain Kemal malam itu ya tentang JKT48. Bisa dipastikan wota pun pulang dengan hati puas riang gembira karena apa yang mereka rasakan selama ini telah diwakili oleh Kemal. Saya pun paham lah xD Kemal selesai, acara pun berakhir, aku pun pulang. Di parkiran aku terheran-heran, kenapa ini ada wota yang masih semangat banget nyala-nyalain light stick. Loh, tapi kok dia ngarah-ngarahin motor gitu? Yaelah....tukang parkir ternyata (._.")
Foto ini diambil oleh seorang panitia. Lihatlah, betapa dekatnya mereka dengan stage. 

Dan...yak begitulah akhirnya aku pun bisa jumpa lagi dengan Meisi, eh Kemal Palevi =) Mengobati kerinduan karna udah lama juga nggak nge-live SUC. Meskipun kurang puas dengan segalanya (waktu, tempat, sampe sound), maklum aja, ini bukan acara khusus SUC. Tapi tenaaang, don't cry don't be shy, karena eh karena, 23 November 2013 ini bakalan ada Stand Up Special Show pertama di Pontianak, miliknya salah satu comic favorite-ku dan penuh inspirasi, yang mana bukunya udah ku review DISINI, dengan tajuk #MesakkeBangsaku by Pandji Pragiwaksono!! :D nggak sabar banget, tiket udah ditangan bro!!

14/05/13

STAND UP NITE 4 with Ryan Adriandhy & Adjis Doa Ibu

Selamat malam jiwa-jiwa sepi yang berterbangan...
Aku tuh seneng nonton stand up comedy, sebenarnya belum lama, bahkan waktu kemunculan video stand up Raditya Dika yang booming itu aku belum gitu suka. Soalnya aku nontonnya ga ketawa :| Mulai tau dan ngikutin itu pas ajang pencarian comic-comic baru di KompasTV (Stand Up Comedy Indonesia season 1), itu juga pas akhir-akhir. Bener-bener banyak tau itu pas season 2-nya. Season 3 nya gak terlalu ngikutin lagi. Soalnya lebih suka sama yang dulu-dulu, Ernest, Gilang, Kemal, bahkan yang diluar itu, Pandji, etc. Yah pokoknya gitu deh, jadi curhat...

Bukannya sok-sokan biar dibilang cerdas ya nonton gituan, sumpe gak pernah ada pikiran gitu (lah, emang nulis ini ga ada pikiran ke situ?). Cuma bosen aja tiap hari nonton lawakan yang ejek-ejekan dan jatoh-jatohan -_- Ini kan alternatif komedi, sekalian buat mikir dan ketawain diri sendiri. Jujur aja, kebanyakan nonton SUC tu bikin pikiran terbuka dan bisa introspeksi atas HINA-nya diri ini dulu :p GePamungkas pernah bilang,kira-kira gini: "SUC itu bukan komedi untuk orang cerdas, tapi untuk orang yang berpikiran terbuka. Jadi bagi yang gak berpikiran terbuka gak usah nonton aja mendingan." Karena, seringkali SUC itu menyinggung soal ras maupun agama, jadi bagi siapa yang tidak bisa berpikiran terbuka melihat inti yang dibicarakan (hanya melihat dari sisi ras, agama, dsb) bisa jadi langsung tersinggung. Makanya gak usah nonton aja sekalian... Gitu. Jadi curhat terus.

Jadi malam minggu kemarin (11/5), komunitas SUC di kota ini ngadain SUC Show yang ke-empat dengan bintang tamu komika nasional : Ryan Adriandhy (Juara 1 SUCI1) dan Adjis 'Doa Ibu' (yang aku tau do'i sering ngisi di SUC MetroTV). Sebelumnya, SUC Show ke-3 datengin Kemal Palevi (Juara 3 SUC2) dan cak Lontong (gak salah sih alumni SUCI1), yang entu udah diceritain di SINI.

Lumayan kan, malam minggu ada kerjaan. Aku pergi bareng orang-orang yang sama dengan pada saat nonton SUC Show ke-3. Bedanya... kali ini kami masuk dengan tiket VIP!! *angin pun berhembus* Ya, belajar dari pengalaman kemaren pake tiket reguler, mau masuk ruangan aja desak-desakannya ibarat kate mau masuk Open House-nya Presiden. Dengan VIP, bisa dipastikan kemungkinan terburuk hanyalah duduk di barisan tiga...

Dan sialnya, malam itu kemungkinan terburuk emang terjadi. Telat gara-gara makan dulu, akhirnya dapet kursi barisan tiga, dan itu terpisah dengan rombongan. Berempat, jadinya dua-dua, dua di barisan 2 pojok, 2 dibarisan 3 tengah. Beruntung banget yah, yakaaan!

It's ok, mau apalagi, the show must go on (eh, Ryan sama Adjis mah gak ada urusan situ mau duduk mana). Nikmati saja malam ini. Dengan opener 'boyband' dari member komunitas lokal, yah lumayan menghidupkan suasana. Lanjut 5 komika lokal yang juga membahana. Tapi... komika terakhir pake properti meja&kursi, penonton pun bingung, nih orang mau ngapain? Ternyata dia meniru parodi Arya Wiguna yang versi Lipsync itu, yang Demi Tuhan-nya diganti "Kamis dong aaaaahhhh!" -_- Untuk part ini, aku gak terlalu ketawa (sorry ye) karna udah tau dengan versi itu jauh sebelumnya (salam damai)

Lanzoouuuuutttt.

Adjis 'Doa Ibu' muncul sekitar jam 10-an, eh gak tau juga ding, gak liat jam. Adjis -yang ngakunya Iqbal Coboy Jr- membuka penampilannya dengan sapaan berlogat Melayu Pontianak dan jokes "Gue suka cewe berjilbab, tapi dulu waktu pacar gue memutuskan buat berjilbab, gue langsung putus. Soalnya dia itu cowo." Malam itu Adjis dengan segala tutur kata sopan nan alim (uhuk) dan mudah dicerna itu, semakin berkesan karena dia nyontek catatan materi. Asli curang abis -___- Ngelesnya sih mau bacain iklan. Tapi sampe 4x! Komika-komika lokal termasuk juga penonton ngakak-ngakak ngeliat aksi nekat dan curangnya -_- Sebenarnya ini bisa menurunkan respect penonton terhadapnya. Tapi respect kembali naik, ketika pada sesi foto bareng, Adjis orangnya bersahabat dan ramah. Good.

Next, Ryan Adriandhy dengan mimik muka yang mengagumkan, bisa banget bikin kita mikir, "ya ampun itu gue banget, iya ya, gue gitu jugaaaa" hahaha. Pemeran Rian Martino dalam Malam Minggu Miko ini bikin salut banget materi-materinya. Masih ingat banget gimana dia ngasih pandangan tentang "Kita sedang dipermainkan Tuhan ketika kita cegukan, kita gak pernah tau kapan cegukan ini muncul lagi atau berhenti" dan tentang "Muka paling jelek kita itu ketika bersin. Bersin itu ada 2 part, Hatttss dan Syuuuuu, yang terjelek adalah setelah Hattttsss dan sebelum Syuuuuu", dan juga tentang gimana Emak-emak itu bisa panik banget kalo ada barang pecah dirumah, seolah-olah kita penjahat, ga boleh bergerak sedikit pun sampe nyokap selesai bersihin pecahan kaca, padahal jarak kita dengan TKP itu jauh juga. -_- Semua itu Ryan sampein dengan mimik-mimik keren, (mungkin istilahnya Act Out, kalo ga salah, iya nggak?). Masih banyak banget sih beat-beat lain yang keren. Pokoknya adalah the right decision kalo Ryan jadi Juara SUC1.

Belajar dari pengalaman nonton SUC Show 3, malam itu kita gak pulang dulu pas acara kelar, karena pastinya ada sesi foto bareng. Huehe. Tapi sekali foto harus berlima gitu, gak sempat foto berdua(an).
Aku foto disebelah Adjis, dirangkul biar gak jatuh katanya. (yaelah, dikata kita poto ditepi jurang). Adjis orangnya welcome dan asik sih, aku juga sempat ucapin selamat ulang tahun, soalnya ga lama ini doi ulangtahun. Kalo Ryan kurang tau sih, gak sempat ngapa-ngapain selain foto dan salaman doang. Setelah sesi foto-foto, kita juga gak langsung pulang, nunggu diusir aja. Eh ternyata beneran diusir sama crew. Huahahahah.

Pulangnya, diluar kita foto-foto lagi (doyan amat), tadinya mau foto sendiri, tapi ada satu komika lokal disitu (@kamilonte), akhirnya sekalian deh foto bareng (padahal gak pengen, eh, becanda bang!)

Stand Up Show 4 malam itu benar-benar jadi Obat Hati di Malam Minggu. Thank you @Adriandhy @adjisdoaibu @StandUpPTK dan seluruh crew yang bertugas ;)
Ih siapa tuh tepat di tengah :''

Crew dan Guest Star, eh Ryan mana Ryan?


19/12/12

Absurd Day, saat nge-live Kemal Palevi

Post ini saye buat disela-sela wawancara same tim buletin kampus (eaakkk berase penting dah). Ndak si, orang-orang kampus sini emang suke nak cari kepentingan yang sebetolnye tak penting bah :|

oiye mohon maap ni kalo bahase posting ini agak-agak ke-melayu-an soalnye saye kan tinggal di pontianak ni wajar la. kalo saye tinggal di ambon tapi pake bahase melayu baru la kitak bole protes. tapi ngape gak kitak nak protes, blog juga blog saye, suke-suke saye lah... kitak nak ngape hah. kau lah.

jadi sebenarnye saye nak cerite ni, malam minggu kemaren pertame kali nye saye nonton Stand Up Comedy berbayar. Biase kan cari gratisan yak tu, kayak acara kampus, acara tipi, acara sunatan massal... Nah tapi kalo gratisan tu suke nak garing emang.. make saye pengen rase nonton Comic profesional kalo nyetand up (apeke nyetand up) tu gimane...

pada dasarnye sih saye emang pecinte stand up comedy sih, suke nonton yak. dan kayaknye di blog ini kebanyakan isinye adalah tentang Stand Up ye. Dan saye senang sangat la pas dapat inpo kalo @StandUpPtk ni nak buat acare Stand Up Show "Born to Laugh" (kalo tak salah) , mereke datangkan comic paporit sayeeee : @KemalPalevi (sudah dibahas juga ni di post INI). Jadi segera lah saye pun beli tiket, untungla ade 4 kawan yang suke juge nonton stand up kan. Tapi sedih juga tadak dapat VIP, udah kehabisan bee. Dalah ndak pape, yang penting nge-live Kemal.

Saye ni agak-agak kemalicious. Tapi kalo  tentang saye pesan baju kemalicious dan ikut meet & greet supaye bise poto tuh, ndak usah diceritekan lah. nanti kitak bilang norak pulak. Saye juga ndak mau cerite kalo saye tadak dapat ape-ape dari 2 perjuangan saye itu. Tak dapat poto, tak dapat salaman, tak dapat nomor hape, nomor sepatu, nomor rumah,... Iye soalnye yang lain pada anarkis, berebutan gitu poto-potonye, jadi kemal ngambek dan langsung meninggalkan venue Meet and Greet begitu sajahh -___- ndak pape sih, saye cuma kebagian gandeng-gandengin lengan nye jak, ndak bise poto soapnye kemal tak ngadap ke kamera saye. Setelah die pergi dari venue, saye langsung ngadu dong, mention gitu ke Kemal. ehhhh di retweet :p



Dan kenape pula saye jadi cerite begini panjang.

Malamnye, saye hanya ingin menikmati show dengan tenang bebas hambatan. Saye pingin dudok paling depan, meskipun tiket saye REGULER, bodo amat! saye mau di depan pokoknyee!!! Tapi tak jadi saye lakukan, karne nampaknye beri malu la ;|

Admin @StandUpPtk pernah ngetweet yang intinya meskipun tiket reguler, tetap bise dapat tempat strategis kalo datang awal. Lalu lah saye dkk datang awal, dari H-seminggu udah tecogok depan pintu. Tadak la. Saye datang sekitar 2 jam lebih awal. dan ternyate sudah rameee cem anak ayam minta makan depan pintu tu. Ternyate pintu belom dibuka! Kire lah, datang langsung dudok. Hm... Pintu dibuka pas acara udah mau mulai, dan itu namenye manusie....bedorong-dorong masok nye... macam pembagian zakat fitrah lah, benar! Ini poto yang di post @KemalPalevi


Ade saye. dikiiiit yak cuman nampak kepala :|

Acara mulai sekita jam setengah 8 malam, dibuka buanyakkk comic lokal yang degel-degel. Di pertengahan juga ade comic tamu, si Cak Lontong. Degel sih, tapi nampaknye durasi terlalu lama jadi saye agak-agak boring gitu. Pintarnye panitia, narok Kemal di terakhir. Gile! jam 10 malam baru muncol! Dan itu mate saye lalu kembali merekah. pipi merona bagai ondel-ondel. asek. 

Kemal nyetand up sekitar 40 menit barang kali, dan saye belum mau selesaaaai. saye mau lagi, lagi dan lagi. Saje lah kemal, ngocok perut. Tau yak die tu kate -kate macam merampot, anak Korem, anak MT, wuakakakak. Pokok istilah2 melayu sini die tau. oiye, sebelum Kemal, ade comic local yang bilang kalo Kemalicious yang bikin2 baju pas kemal mau datang tu NORAK! njlebbb. Abes saye dikate2kan norak same kawan saye :| bodo amat ye bang ye.

Yah...tapi saye ingat, ini bukan lah #AbsurdTour yang sampe sejam. Saye heran kenape Pontianak tadak kebagian Tour nye kemal. Mungkin terlalu terpencil (._.")

Selama 2 hari itu, saye selalu ngepo tweet Kemal, siape tau ade kesan-kesan die tentang Pontianak kan. Ternyate banyak sekali die ngetweet tentang hari itu. Rata-rata sih kesialan yang didapatnye dipontianak :| seperti, Baju hampir koyak kenak tarek-tarek lah, pesawat dari pontianak ke jakarta delay parah lah :| Tapi semoge saja die tadak kapok maen kesini, soalnye katenye pisang goreng srikaya enaknya kampreeeet (padahal menurut saye biase jak, makanan sehari-hari ba -_-) sampe mie tiaw pontianak yang sabi!

oiye, tadi malam saye mimpi, bapak saye ngajak ke rumah kawan lamanya, ternyata anak dari kawan lama bapak saye tu, Kemal Palevi! mimpi Absurd -__- *asal tau jak si kitak*

Dah, sekian lok, hari lain kite sambong agik.
Salam esceteveee *ala Jeremy tetti*



11/06/12

SUCI 2

apakah itu SUCI 2? gile, namanya berat ye?
SUCI 2 itu, seperti yang udah aku bahas di postingan sebelumnya (ya kalo ada yang baca :[ ), singkatan dari Stand Up Comedy Indonesia 2. Meskipun singkatan nya jadi SUCI, jangan berekspektasi kalo kontestan nya pada suci ya. -_- mereka telah ternoda.*krik krik krik*.

Nah, sekarang SUCI 2 ini udah 4 besar, yang lain nya udah pada insap dan kembali ke jalan yang benar. 4 comic yang aduhai ini macem-macem karakter dan wujudnya. ayo kita bahas per ekor.

1. TOPENG (@topenk_enk)

Comic jawa ini sering menghadirkan materi tentang kelebihan dirinya. Apa kelebihannya? Dagu. liat aja sendiri -_-' Jadi dia suka menertawakan diri nya sendiri dan mengajak orang lain ikut tertawa. menuru aku itu gentle sekali, ketimbang menertawakan 'kelebihan' orang lain kan ? :D


2. GE PAMUNGKAS (@Ge_Pamungkas)
Comic ini nih, suka nge-blank kalo dipanggil "ge ganteng ge ganteng" yah mungkin saking senangnya, atau saking fitnah nya? :P jadi comic lain doyan banget ngegoda Ge dan manggil ganteng biar konsen nya buyar. Tapi sih makin kesini kayaknya makin biasa aja dia. Menerima kenyataan bahwa dia emang ganteng, atau dia pengen menghuni surga sendirian dan membiarkan comic lain ditendang dari surga karna fitnah keterlaluan *eh
Ge emang punya muka yang ganteng, tapi aku suka serem liat dia stand up, abis dia marah-marah mulu. Karakter Ge kuat dan konsisten banget, arogan. yup, setiap mau mulai stand up dia pasti bilang "selamat datang di acara gue!" dengan mata melotot dan tangan terangkat kearah audience. Terus Ge juga hebat banget kalo niruin suara-suara apalah gitu sebutannya. Ge juga suka semangat dan menggebu-gebu, sampe-sampe episode minggu kemaren tuh jidatnya kejedot mic. Bisa gitu ya -...-


3. GILANG (@gilbhas)
Comic ini nih salah 1 yang paling aku tunggu di SUCI 2. Gilang ini cerdas banget memang, kalo kata radith sih, gaya komedi gilang itu observative dan lebih ke analisis. liat aja tampangnya emang tampang-tampang pemikir nih gilang. Ya mikirin kosan 3bulan belom dibayar, mikirin cicilan kredit panci, mikirin malam ini makan apa. -_- gak deng, comedyyyy broooo
Komedi si gilang ini sering kali men-jlebjleb-kan hatiku. Pernah dia bahas tentang orang yg bilang mau naik BUSWAY. Terus dengan intonasi ngomongnya yg kesal-kesal gitu dia bilang, "Busway itu jalur nya! nama bus nya ya bus trans jakarta. kalo lo bilang mau naek busway, bayangan gue lo jalan kaki aja sepanjang jalur busway" . Terus pernah juga bahas orang jaman sekarang yg kalo lapar bukannya makan, tapi update di twitter. Gilang bilang "Lo laper ya lo makan. ngapain di twit. twitter gak bikin lo kenyang!" jleb jleb. aku kan suka gitu -.- terus yang nemplok juga dijidat itu pas episode kemaren dia ngomongin betapa bego-nya kita nonton kartun. Itu benar-benar bikin aku berpikir jauh lebih dalam jauh lebih lelap dari sebelum nya *ngelantur. Iya bener2 menertawakan kebegoan aku sendiri yang gak nyadar selama ini.
Mungkin kalian kudu nonton sendiri deh, aku gak pinter nyeritain, ntar jatohnya garing *krik krik*. Pokoknya Bravo Gilang ! :D


4. KEMAL PALEVI (@kemalpalevi)
Taraaaaa!!! sampe juga kan di jagoan aku niihhh, si onta arab yang absurd!  Absurd? ya, comic 1 ini emang lebih dikenal sama ke-absrud-an nya daripada isi materinya. Kalo kalian baru nonton, kesannya dia ini gak mempersiapkan materi dengan baik. Padahal, lewat blog nya, kemal bilang kalo materi semua dia tulis dengan baik dan original. ceilah. Ntah lah, pembawaan Kemal yang pecicilan dan cengengesan plus gak mau diam, mondar-mandir, dan banyak gerak ini menimbulkan kelucuan tersendiri gitu, fren *aksen Kemal*. Dia ini juga comic yang jujur banget, gak bisa nutupin kesalahan. Kalo dia salah ngomong dia bilang ke audience sambil cengar-cengir. Pernah waktu itu dia ber-statement tapi kebalik. Terus dia ngajak ulang buat benerin statement nya itu. Disitu tuh ngakak + nangis liat  keajaiban ni anak. Raditya Dika aja gak kuat dan ampe nangis juga liat tingkah dia -__- Justru itu kelebihan kemal, bisa mengatasi kesalahan dengan 'baik'. Kebayang kalo comic lain, mungkin udah mati kutu didepan situ.
Pokoknya susah banget mendeskripsikan Onta Absurd ini lewat kata-kata. mungkin anda bisa menilai sendiri ttingkat ke-absurd-an nya lewat quotes yang pernah Kemal sampein
"jaman sekarang itu galau jadi alasan. Enak banget! Ntar kalo Tuhan manggil gue, 'Kemal, anda saya panggil'; 'janganlah ya Tuhan.. lagi galau lagi gak mood' ; 'tidak bisa! pokoknya kamu saya panggil!' : 'nggak! saya mau bunuh diri aja!' -_-"
quote yang ini udah aku sebarkan ke teman-teman ;D jangan laaah, lagi galau lagi gak mood
"bang bokiiiiir...... bakpao nya 10 buat anak saya...; 'wah, bakpaonya tinggal 9 neng' "
pertanyaan nya, sejak kapan kah bang bokir jual bakpao?
"gue kalo mau nyontek itu bawa garam, fren. ini apa hubungannya ya, hehe. karena ternyata, selain bisa mengusir ular kalo lagi berkemah, garam bisa melindungi lo dari pengawas! kalo gak percaya lo coba aja sendiri. tapi kalo ketauan jangan bilang gue. siapa suruh dibohongin lo mau aja. sekian saya kemal palevi selamat malam!"
 ternyata itu closing. apaaaan coba Mal? mungkin pesan yang pengen disampaikan adalah, gak usah deh lo pake nyontek-nyontek sgala.  ceilah :D
"bunuh diri itu lagi gak musim di indonesia. Yang lagi musim itu pilkada. Makanya sebagai anak muda, kita jangan Golput!"
ceilaaaa, gayanya ngomongin golput. eh gak tau nya ada lanjutannya :
"keren ya keren ya materi gue? weeitss keren loh materi gue ada pesan morilnya! *cengar-cengir*"
haduuuuhaduh itu apaan, pake dibilang-bilang segala ada pesan moril nya -...- 
Pokoknya masih banyak dan baaaanyak lagi quotes aneh dari Kemal. Nonton sendiri dong :) aku lagi ngumpulin video nya dari youtube tapi masih sedikit banget :O

Bagaimanakah dengan sebutan kemalicious? fansclub yang berisi orang (yang mungkin juga absurd, hehe)  yang mendukung sepenuh hati jiwa dan raga mereka buat sang kemal :o oh my fren, mungkin aku gak sebegitunya. Ntah lah, sebaeknya kalo comic itu gak perlu fansclub lah, toh comic kan gak keluarin album :P #justsaying. Liat deh Raditya Dika, apa ada fansclub nya sampe sekarang? enggak kan, tapi tetep cucok kan tetep ngeksis :D iya karna kalo menurut aku, sebagai penikmat Stand Up Comedy itu gak peduli orangnya sob, yang penting ketawa aja udah.
Gaya banget ya aku, gak nyadar apa jd follower Kemalicious wkakakaakka. Habis kena tabok nih kalo ada kemalicious yang baca :p Abis gimana dong, aku suka jadi resah dan gelisah gitu kalo liat ABG ngefans sama orang tapi sampe sebegitunya. Yah sebegitubegitubegitu nya deh. -_- Kita mah sante aja fren, mengagumi orang boleh, tapi jangan berlebayan. Ok fren? *sebenarnya sih ini buat kasih tau diri sendiri aja =,= *

Tapi... untuk SUCI 2 ini, tetep ya aku pegang KEMAL PALEVI, biar gak jatoh. gak nyambung? Bodo amaaat!

 sumber foto : http://www.kompas.tv/standupcomedy/contestant.php

05/06/12

Stand Up! For Loveeeee

Salah judul. maksudnya Stand Up Comedy :D
beberapa bulan belakangan ini, aku lagi suka2nya nonton stand up comedy. Menurut aku ini hiburan alternatif banget kalo kalian bosan atau males liat komedi indonesia yang ngandalin penghinaan terhadap fisik orang lain yang sebenarnya gak pantes buat diketawain secara massal oleh seluruh indonesia *ngelantur.

Stand up comedy itu -menurut aku- merupakan konsep komedi yang cerdas, berbobot, kreatif, penuh kritik sosial, berpesan, beramanah, berfatonah,.. *mulai ngaco. iya karna kalo kita nonton stand up comedy, kita pasti berpikir dulu baru bisa benar2 mencerna kata-kata sang comic, lalu menemukan sisi komedi nya. aku emang gak ikutin sih stand up comedy di dunia, ya karna emang gak ngerti mereka ngomong apaan juga -__-

jadi pertama kali tuh aku nonton stand up comedy nya Raditya Dika, Pandji, dan kawan-kawan, yg kayaknya mereka berjasa banget dalam membooming kan konsep ini di indonesia. Dan itu keren. Mulai dari itu, bermunculan lah acara-acara stand up comedy, mulai dari cafe, sampe lah ke TV. Dulu aku nonton di metro TV, terus sekarang di kompas TV juga ada program SUCI, pencarian bakat comic stand up comedy. Nah...SUCI alias Stand Up Comedy Indonesia ini juga banyak melahirkan *ceilah melahirkan* comic-comic baru yang makin memberikan variasi dengan karakter mereka yang unik-unik. Bahkah sang jawara, Ryan juga punya program sendiri di Kompas TV, namanya Ala Ryan. Akbar yang runner up juga punya, namanya Kelakar. Sang master raditya dika juga gak mau kalah dengan comic action nya. Semua program itu aku nonton semua, duh cintanya sama Kompas TV wkwk.






Ngomong2 soal SUCI, sekarang udah season yg kedua nya. tapi ada 1 favorit aku: Ernest Prakasa si cina luntur :D khas dari si ernest ini, dia selalu nyinggung2 soal keturunan cina nya dari berbagai aspek, misalnya kayak ke-sipit-an matanya dan keresahan nya ketika dipanggil "Ko". Banyak juga yg gak terima dengan cara ernest berkomedi, karna memang cukup rasis, tapi kalo menurut aku pribadi sih, gak masalah selama yang disinggung adalah ras dia sendiri. Beda kasusnya kalo ernest ngejek tentang suku Jawa , misalnya. bukankah Stand Up Comedy adalah cara untuk menertawakan diri sendiri? :)

Untuk SUCI season 2, aku bakal bahas di judul berbeda, karna ada yg spesial tuh, makan dulu sana! Hahahahaha

All about my special moments, stories, thoughts, or anything.

Your Number!

Categories

Who is "A"?

Foto saya
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Hello, there! I'm a medical practitioner, hmm but not really... hahaha. It's a pleasure for me to get you here, visitors!

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *

To get the latest update of me and my works

>> <<